18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

4 Faktor Risiko Kanker

Kategori: Kanker Blm ada komentar

Kanker adalah penyakit yang semakin umum di era modern. Hal ini sebagian disebabkan oleh masa hidup yang lebih panjang. Usai harapan hidup rata-rata sebagian besar penduduk dunia meningkat di abad keduapuluh satu ini. Orang tua lebih berisiko terkena kanker, sehingga meningkatkan jumlah penderita kanker di kalangan penduduk. Selain itu, teknik medis telah berkembang sehingga berbagai jenis tumor semakin mudah terdeteksi. Di zaman dahulu kanker bukannya tidak ada, tetapi seringkali tidak diketahui karena belum majunya dunia kedokteran.Conquer Cancerphoto © 2010 Visual Artist Frank Bonilla | more info (via: Wylio)

Peningkatan jumlah penderita kanker juga merupakan hasil dari perubahan gaya hidup kita. Cara hidup masyarakat modern mengalami perubahan dramatis. Paparan radiasi dari layar komputer,telepon seluler dan televisi, polusi udara, zat-zat aditif makanan, residu pestisida, dan lainnya diduga berperan meningkatkan risiko kanker. Diet yang tidak seimbang dan penggunaan garam dan gula berlebihan juga turut berperan.

Kanker tidak hanya berjangkit di negara-negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang. Tidak ada negara di dunia ini yang benar-benar terhindar dari kanker. Namun, ada perbedaan pada jenis kankernya. Di Eropa dan AS, misalnya, kanker payudara, kanker prostat dan kanker kolerektal adalah yang paling umum. Di Indonesia, kanker paru-paru relatif lebih banyak pada kalangan pria karena meluasnya kebiasaan merokok. Pada wanita, kanker leher rahim relatif lebih banyak berjangkit karena kurangnya kesadaran dan upaya pencegahan atas virus HPV yang menjadi pencetusnya.

Apakah Kanker?
Kanker adalah kondisi di mana beberapa sel tubuh rusak dan tidak dapat diperbaiki oleh tubuh. Sel-sel itu kemudian tumbuh dan membelah secara abnormal dan keluar dari proses kendali normal tubuh. Sel-sel abnormal tersebut disebut sel kanker. 

Sel-sel kanker dapat tumbuh bersama sebagai massa yang disebut tumor yang menggantikan sel-sel normal dalam jaringan atau organ. Sel-sel kanker dapat mengganggu fungsi organ di mana mereka muncul, dan mereka juga dapat menyebar ke jaringan sekitarnya atau melalui aliran darah dan getah bening ke organ lain. Sel-sel kanker yang telah menyebar dari situs asli mereka ke organ lain disebut “metastasis.”

Siapa yang berisiko terkena kanker?

Kanker dapat menyerang semua lapisan masyarakat tidak peduli latar belakang dan status ekonominya. Namun, risiko terkena kanker lebih tinggi bila Anda:

1. Berusia di atas 55 tahun

Kanker adalah penyakit yang meningkat risikonya ketika Anda menua. Semakin lanjut usia Anda, semakin besar risiko Anda terkena kanker. Pada anak-anak dan  remaja, kanker relatif jarang. Lebih dari setengah jenis kanker menyerang setelah usia enam puluh tahun. Alasan utama mengapa kanker baru muncul di usia tua adalah pertumbuhannya yang lambat. Perkembangan kanker kadang-kadang sangat lambat dan hanya dapat terdeteksi pada stadium lanjut. Kanker dapat berkembang bertahun-tahun tanpa Anda sadari.

2. Kelebihan berat badan (obesitas)

Bila BMI Anda adalah 30 atau lebih, Anda memiliki obesitas. Para ahli telah menyimpulkan bahwa kanker kolon, payudara, endometrium (lapisan rahim), ginjal, dan esofagus berhubungan dengan obesitas. Beberapa studi telah juga melaporkan hubungan antara obesitas dan kanker kandung empedu, ovarium, dan pankreas.

Mencegah kenaikan berat badan dapat mengurangi resiko kanker. Para ahli menyarankan Anda untuk memelihara kebiasaan makan yang sehat dan beraktivitas fisik pada awal kehidupan untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Mereka yang sudah kelebihan berat badan atau obesitas disarankan menghindari kenaikan berat badan tambahan, dan menurunkan berat badan melalui diet rendah kalori dan olahraga. Bahkan penurunan berat badan hanya 5-10 persen dari berat total dapat bermanfaat bagi kesehatan.

3. Merokok

Anda pasti sudah mengetahui bahwa merokok meningkatkan risiko kanker paru-paru. Hampir 90% kasus kematian akibat kanker paru-paru pada laki-laki dan 80% pada wanita disebabkan oleh merokok. Namun, perlu diketahui juga bahwa merokok dapat memicu perkembangan kanker lain, yaitu kanker rongga mulut, pangkal tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, lambung, ginjal, leher rahim, dan pankreas. Asap rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia. Lebih dari 40 di antaranya adalah zat  pemicu kanker (karsinogen).

4. Memiliki kecenderungan genetik terkena kanker

Pada sebagian besar pasien, penyebab kanker bersifat sporadis yaitu hasil akumulasi progresif mutasi genetik dan/atau perubahan epigenetik seumur hidup. Hal ini disebut mutasi somatik, yang hanya memengaruhi jaringan tertentu dan tidak diwariskan. Pada sebagian kecil lainnya, kanker disebabkan oleh cacat gen warisan. Beberapa orang dilahirkan dengan mutasi gen yang diwariskan dari ibu atau ayah mereka. Gen cacat yang umumnya adalah gen supresor tumor ini membuat mereka rentan terkena kanker.

Penderita kanker warisan seringkali mendapatkan kanker pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan populasi umum dan berpeluang 50% mewariskan kerentanannya ke anak keturunannya.


Rekomendasi:
 

Keladi tikus, siapa yang tidak tahu khasiatnya sebagai obat alami untuk kanker? Herbagold Tifony Plus adalah tablet yang berisi ekstrak keladi tikus (typhonium fiegelliforma), bawang sebrang (eleutherine americana), kunyit putih (curcuma zadoria), mahkota dewa (phaleria macrocarpa), benalu teh (scurulla atropurpurea), dan jahe putih (curcuma mangga).

Manfaat: menghambat pertumbuhan sel kanker, memperbaiki sistem imunitas melawan duplikasi sel-sel ganas, mereduksi reaktivitas radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat efek samping kemoterapi.

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Benjolan di Payudara, Biasanya Bukan Kanker
  • Tumor, Neoplasma atau Kanker?
  • 11 Faktor Risiko Kanker Payudara
  • Makanan Berlemak di Masa Remaja, Kanker Payudara di Masa Dewasa
  • Jenis, Diagnosis dan Terapi Tumor Otak

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.