5 Cara Alami untuk Mengatasi Gejala Menopause

susu kedelaiBanyak wanita yang mengeluhkan berbagai ketidaknyamanan ketika memasuki menopause. Istilah medis untuk periode waktu ini– di mana wanita mengalami berbagai perubahan yang mengarah pada menopause– adalah “perimenopause” atau “pra menopause”.

Keluhan yang paling umum dirasakan saat perimenopause adalah kegerahan (hot flashes) yaitu sensasi panas (gerah) di tubuh dan kepala yang mungkin didahului atau diikuti oleh sensasi dingin dan menggigil serta jantung berdebar-debar (palpitasi). Keluhan lain yang juga cukup umum adalah kekeringan vagina (vaginal dryness) yang dapat menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan intim.

Penanganan untuk masalah tersebut secara medis adalah dengan terapi sulih hormon (TSH/hormon replacement therapy), yaitu dengan menambahkan estrogen buatan ke dalam tubuh. Namun terapi tersebut memiliki berbagai efek samping selain tidak dianjurkan untuk semua wanita. Mereka yang memiliki penyakit jantung koroner, liver, diabetes dan hipertensi berat, risiko kanker payudara dan kanker rahim tidak dianjurkan mendapatkan terapi tersebut.

Untungnya, ada beberapa alternatif alami yang tersedia. Berikut adalah lima di antaranya:

  1. Produk kedelai. Produk kedelai seperti susu kedelai, tahu, tauge dan tempe kaya akan isoflavon yang merupakan salah satu bentuk fitoestrogen atau estrogen tanaman yang paling kuat. Asupan 20-60 gram protein kedelai per hari dapat membantu meringankan gejala menopause dalam jangka pendek (2 tahun atau kurang) .
  2. Red clover. Red clover mengandung isoflavon yang mirip dengan yang terdapat pada produk kedelai, tetapi efektivitasnya masih kurang banyak diteliti dan keamanannya kurang jelas.
  3. Flaxseed. Biji bunga ini kaya akan fitoestrogen jenis lain yang tidak sama dengan isoflavon, yaitu lignan. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi flaxseed 40 gram per hari dapat efektif untuk mengurangi gejala menopause ringan.
  4. black-cohosh-flowerBlack cohosh. Tanaman asli Amerika Utara ini merupakan salah satu herba terlaris di Amerika Serikat. American College of Obstetricians and Gynecologists mendukung penggunaan jangka pendek (kurang dari 6 bulan) herba ini untuk menghilangkan gejala menopause
  5. Vitamin E. Vitamin E dapat menjadi pilihan bagi wanita dengan riwayat kanker yang tergantung estrogen (kanker payudara, kanker rahim) yang harus menghindari penggunaan zat estrogenik. Konsumsi vitamin E sampai 1200 IU per hari adalah salah satu dari tiga obat non-resep yang disarankan oleh North American Menopause Society bersama dengan isoflavon dan black cohosh.

Berbagai pihak juga menyarankan penggunaan herba lain seperti  jahe, kunyit, kencur, minyak zaitun, minyak primrose dan wild yam (Dioscorea villosa), chasteberry (vitex), dong quai, ginseng, sirih, dan lainnya namun belum ada bukti-bukti ilmiah mengenai efektivitas mereka dalam mengatasi gejala menopause.

————————–
Sumber:

  • Carroll D. G., “Nonhormonal therapies for hot flashes in menopause”, Am Fam Physician 2006.
  • Jellin J. M., Gregory P. J., Batz F., Hitchens K., et al., eds. “Natural medicines in clinical management of menopausal symptoms”, Pharmacist’s Letter/Prescriber’s Letter, Natural Medicines Comprehensive Database.
  • Agency for Healthcare Research and Quality, “Management of menopause-related symptoms. Summary, Evidence Report/Technology Assessment: Number 120.” AHRQ Publication No. 05-E016–1, March 2005. Rockville, MD: AHRQ, 2005
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!