web analytics

7 Obat Alami untuk Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit hati yang sangat serius. Diperkirakan di Indonesia saat ini terdapat 20 juta orang yang mengidap hepatitis B dan C. Sebagian besar hepatitis tidak menunjukkan gejala sampai 20-30 tahun perjalanan penyakit. Selama waktu itu, infeksi secara perlahan menggerogoti hati seseorang sehingga dapat menyebabkan sirosis atau kanker hati. Sampai saat ini belum ada obat alami yang terbukti secara ilmiah menyembuhkan hepatitis. Namun, beberapa tanaman herbal berikut menurut penelitian cukup menjanjikan sebagai obat alami hepatitis:

1. Milk Thistle (Silybum marianum)

Studi menunjukkan bahwa milk thistle tidak menyembuhkan hepatitis, tetapi dapat mencegah kerusakan dan memperbaiki fungsi hati pada pasien dengan sirosis. Di Jerman, di mana obat herbal diregulasi seperti obat-obatan medis, otoritas kesehatan telah menyetujui milk thistle sebagai pengobatan komplementer untuk sirosis, hepatitis, dan gangguan hati lainnya.

Milk thistle berasal dari Eropa, tetapi sekarang juga ditanam di banyak wilayah lain yang beriklim serupa. Buah tanaman ini dipercaya para ahli mengandung zat yang disebut silymarin. Studi pada hewan menunjukkan bahwa silymarin berkhasiat:

  • mempromosikan pertumbuhan beberapa jenis sel hati.
  • sebagai antioksidan yang membantu melawan proses oksidasi. Dalam oksidasi, zat berbahaya yang disebut radikal bebas dapat bertindak merusak sel-sel. Beberapa studi menunjukkan silymarin mencegah kerusakan sel-sel hati oleh radikal bebas.
  • menghalangi berbagai jenis racun agar tidak masuk dan merusak sel-sel hati.
  • mencegah peradangan hati (bersifat anti-inflamasi).

Pada tahun 1989, penelitian pertama dilakukan terhadap 170 pasien sirosis dengan berbagai penyebab, termasuk kecanduan alkohol. Sekitar setengah (87) pasien menerima silymarin tiga kali sehari selama 2 tahun. Yang lainnya (83 pasien) hanya menerima plasebo. Karena 24 pasien drop out dari studi, sebanyak 146 pasien (73 pada setiap kelompok) menyelesaikan studi 2 tahun itu. Para peneliti mencatat bahwa jumlah pasien yang meninggal dalam 4 tahun setelah penelitian tersebut 31 persen lebih rendah pada kelompok yang menerima silymarin daripada pada kelompok pasien yang menerima plasebo. Efek menguntungkan dari silymarin terutama terlihat pada pasien dengan sirosis akibat penyalahgunaan alkohol. Para dokter tidak melaporkan ada pasien yang mengalami efek samping dari pengobatan silymarin.

2. Akar licorice (Glycyrrhiza glabra)

Akar licorice dapat digunakan untuk mengelola efek hepatitis pada hati. Komponen aktifnya yang disebut asam glycyrrhizin menunjukkan sifat antivirus dan anti-inflamasi. Asam ini menyebabkan rasa manis pada licorice (50 kali lebih manis daripada gula) dan berfungsi mirip dengan hormon alami tubuh, aldosteron, yang mengatur garam dan air dalam tubuh.

Glycyrrhizin telah digunakan di Jepang selama lebih dari 20 tahun sebagai obat untuk hepatitis kronis. Dalam sebuah penelitian di tahun 1998, para peneliti melaporkan bahwa pengobatan dengan glycyrrhizin mendorong perbaikan jaringan hati yang telah rusak akibat hepatitis. Beberapa dari subjek penelitian juga menunjukkan perbaikan fungsi hati dalam melakukan tugasnya. Sebuah percobaan 1997 juga menunjukkan bahwa glycyrrhizin membantu mencegah perkembangan kanker hati pada pasien dengan hepatitis C kronis.

Sayangnya, akar licorice memiliki potensi efek samping. Jika diminum secara teratur (lebih dari 3 gram akar licorice per hari selama lebih dari 6 minggu atau lebih dari 100 miligram glycyrrhizin sehari), herbal ini berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi, retensi natrium dan air, kadar natrium rendah dalam aliran darah, deplesi kalsium, dan gangguan kesimbangan elektrolit dalam tubuh. Tanda dan gejala konsumsi akar licorice yang berlebihan termasuk sakit kepala, lesu, bengkak pergelangan kaki, dan bahkan gagal jantung atau serangan jantung (jantung tiba-tiba berhenti berdenyut). Orang yang memiliki glaukoma, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan hemokromatosis harus menghindari licorice.

3. Ginseng (Panax quinquefolius/Panax ginseng)

Ada dua jenis ginseng yaitu ginseng Amerika (Panax quinquefolius) dan ginseng Asia (Panax ginseng) yang berasal dari Cina, Jepang, dan Korea.Tes pada hewan dan manusia menunjukkan ginseng dapat membantu sistem imunitas tubuh. Pengujian pada hewan juga menunjukkan ginseng dapat membantu memperbaiki cara kerja hati dan mengurangi kerusakan jaringan hati yang disebabkan oleh hepatitis. Namun, penelitian mengenai manfaat ginseng untuk hepatitis masih terbatas.

4. Jahe (Zingiber officinale)

Selama 2.500 tahun, orang Cina telah menggunakan jahe untuk mengobati mual. Beberapa penelitian telah mengkonfirmasi manfaat jahe untuk mengurangi mual. Tanaman ini dapat meredakan mual dan muntah yang disebabkan oleh terapi obat pada pasien hepatitis. Selain murah dan banyak tersedia, jahe diketahui aman dan tidak menyebabkan efek samping yang serius.

5. Teh hijau (Camellia sinensis)

Teh hijau mengandung catechin berdosis tinggi. Teh hitam, yang telah mengalami proses fermentasi, mengandung konsentrasi catechin yang lebih rendah. Catechin adalah flavonoid dengan sifat antioksidan yang berkemampuan menstabilkan membran sel. Sifat melindungi catechin terhadap hati mirip dengan milk thistle.

Eksperimen terhadap tikus yang memiliki kerusakan sel hati menunjukkan efek melindungi hati yang diberikan oleh catechin. Namun, kebanyakan studi pada manusia gagal untuk menunjukkan hasil yang sama. Dosis yang digunakan pada manusia adalah 20-40 mg per kg berat badan/hari dibandingkan dengan 200 mg per kg/hari yang digunakan pada tikus. Hal ini mengindikasikan bahwa dosis yang lebih tinggi harus digunakan pada manusia agar menuai manfaat teh hijau untuk perlindungan hati. Namun, efek samping yang menyertai dosis tinggi membuat pendekatan semacam itu tidak praktis. Efek samping teh hijau dosis tinggi adalah demam, hemolisis (kerusakan sel darah merah), dan urtikaria (ruam alergi).

6. Kunyit (Curcuma domestica)

Kunyit adalah bumbu dapur yang cukup banyak pemakaiannya. Selama ribuan tahun, kunyit telah digunakan oleh praktisi pengobatan Ayurweda sebagai obat untuk penyakit hati. Komponen aktif kunyit adalah kurkumin yang berkhasiat antioksidan. Dalam penelitian pada hewan percobaan, kunyit terlihat menghambat kerusakan hati dari aflatoksin dan racun hati lainnya. Karena kunyit adalah bumbu utama pada kari India, mungkin itulah sebabnya penduduk India memiliki insiden penyakit hati terendah di dunia. Namun hal ini perlu pembuktian lebih lanjut.

7. Lada Hitam (Piper nigrum)

Lada hitam mengandung zat aktif yang disebut piperin. Dalam penelitian pada tikus, piperin terlihat dapat mengurangi efek merusak racun pada hati. Hal ini terutama karena sifat antioksidan pada piperin. Belum ada studi yang membandingkan perbedaan penyakit hati pada orang yang mengonsumsi lada dengan mereka yang tidak.

liverinRekomendasi:

Liverin adalah herba khusus yang diramu untuk membantu mengatasi penyakit liver/hati dan meremajakan sel-sel liver yang rusak oleh penyakit hepatitis dan infeksi lainnya.

Liverin terdiri dari ekstrak rimpang kunyit (Curcuma rizhoma), daun sambiloto (Andrographis folium), daun pegagan (Centella folium) dan rumput mutiara (Hedyotis herba).

4 Komentar

  1. Dedi Supriadilaga
    29 Desember 2010    

    Dapatkah majalah kesehatan memngkonfirmasikan bahwa Akar licorice (Glycyrrhiza glabra)di dalam bahsa Indonesai adalah Akar Kayu legi (akarwangi), kalau salah, mohon dikoreksi yang benarnya apa?
    Trims

  2. dr Salma
    29 Desember 2010    

    Betul, pak. Setahu kami memang banyak yang menggunakan padanannya dalam bahasa Indonesia “akar kayu legi” atau “akar kayu manis”. Agar tidak membuat bingung orang karena istilah itu mungkin belum dipahami luas, kami lebih suka memakai nama “licorice” atau nama latinnya “Glycyrrhiza glabra”. Bila ragu, saat Anda akan mengkonsumsi di dalam kemasan obat herbal biasanya akan disebutkan nama latinnya.

  3. ita
    14 April 2011    

    Dok, suami sy menderita sirosis grade akhir. Komplikasi: ascites, payudara bengkak, kaki memar, kram, susah tidur, kehilangan selera makna, varises esophagus, jantung n paru mulai bermasalah. Bilirubin total terakhir 5.0. Dr sls kmrn wajahny kuning…
    Kata dokter, terapinya cm CANGKOK LIVER.
    apakah salah satu obat2 diatas ada yg dapat membantu menghentikan perburukan fungsi hatinya???
    Ditunggu jawabanny y dok…
    Thanks a lot

  4. dr Salma
    15 April 2011    

    @ita, seperti khasiat herbal umumnya obat-obat alami di atas terutama bermanfaat untuk pencegahan dan pengelolaan. Untuk pengobatan biasanya herbal tidak berefek cepat seperti umumnya obat farmasi dan tidak selalu dapat diandalkan karena zat aktifnya bervariasi tergantung bahan baku dan pengolahan. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba salah satunya, barangkali membantu. Sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter karena bila juga mendapatkan obat-obatan farmasi bisa terjadi interaksi obat yang tidak menguntungkan. Semoga suami Anda cepat sehat kembali.

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:
    Puratik - 40 harga produk
    40ribu
    Puratik