18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Alergi Vetsin, Apa yang Harus Dilakukan?

Kategori: Imunologi, Makanan sehat Blm ada komentar

Pada sebagian orang, vetsin dapat memicu serangkaian gejala alergi seperti mual, berkeringat, lemah, sakit kepala, baal di daerah leher dan lengan, kesemutan pada wajah, leher, bahu dan lengan atas, tekanan darah meningkat, ruam kulit kemerahan atau terbakar, gatal, hidung meler, diare, jantung berdebar, dada sesak, mulut kering, gemetaran, dan nyeri otot. Gejala-gejala yang muncul tergantung respon masing-masing orang dan terjadi sekitar 10-20 menit setelah makan dan menghilang sendiri setelah beberapa saat. Pada penderita asma, alergi vetsin dapat memicu serangan hingga dua belas jam. Anak-anak yang mengkonsumsi terlalu banyak vetsin bisa mengalami demam, gelisah atau kebingungan.
(169/365) Urrghh....photo © 2009 Sarah | more info (via: Wylio)
Penyebab alergi vetsin adalah intoleransi sebagian orang terhadap monosodium glutamat, yang merupakan unsur penyusunnya. Sodium glutamat adalah garam dari asam glutamat, salah satu dari 20 asam amino yang terbentuk dalam tubuh manusia. Asam ini terlibat dalam pembangunan protein tubuh dan berperan dalam fungsi otak. Sebagai neurotransmitter, asam glutamat membantu mengirimkan sinyal antar sel-sel saraf seperti transmisi nyeri, pertumbuhan tubuh, regulasi berat badan dan pengendalian nafsu makan.

Pada awal abad ke-20, Kikunae Ikeda dari Universitas Tokyo untuk pertama kalinya mengisolasi sodium glutamat dari ganggang. Berbeda dengan rasa garam lain, sodium glutamat memiliki rasa manis, asam, asin dan pahit yang bercampur menjadi gurih/lezat di lidah.

Hingga saat ini belum diketahui mengapa beberapa orang tertentu memiliki respon alergi terhadap sodium glutamat. Karena mekanismenya tidak diketahui, belum ada obat untuk mengatasinya. Bila Anda alergi terhadap vetsin, Anda tidak memiliki pilihan lain selain mengurangi atau menghindari makanan yang mengandung vetsin. Batas toleransi glutamat setiap orang berbeda-beda, sehingga tidak ada pedoman berapa kuantitas yang disarankan. Setiap orang harus menemukan sendiri berapa kadar yang tidak berbahaya bagi tubuhnya.

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Kontroversi Bahaya Efek Samping MSG
  • Penyakit yang Paling Umum pada Anak – Bag 1
  • Mengapa Anda Memiliki Alergi Makanan?
  • Seribu Manfaat Menyusui untuk Ibu dan Bayi
  • Buah Tidak Selalu Sehat

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.