Alpukat Tidak Pantas Dimusuhi

Sampai hari ini masih ada saja kesalahpahaman di masyarakat bahwa alpukat tidak baik untuk kesehatan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa alpukat bukanlah buah yang pantas “dimusuhi”. Selain rasanya lezat, alpukat mengandung berbagai zat yang menguntungkan bagi kesehatan. Jika Anda termasuk orang yang selama ini “memusuhi” alpukat, kinilah saatnya untuk “bertobat”.

Sejarah alpukat

Alpukat adalah buah asli Amerika Tengah dan Selatan dan telah dibudidayakan di daerah itu sejak 8.000 SM. Pada pertengahan abad ke-17, alpukat diperkenalkan ke Jamaika dan menyebar ke daerah tropis Asia pada pertengahan 1800-an. Alpukat kini tumbuh di sebagian besar negara tropis dan subtropis, termasuk hampir di seluruh wilayah nusantara.

Mempromosikan kesehatan jantung dan kardiovaskuler

Alpukat mengandung banyak lemak sehingga di Amerika Latin bahkan digunakan sebagai pengganti mentega. Sekitar 15 persen daging buah alpukat adalah lemak. Namun, lemak alpukat adalah jenis yang menyehatkan, yaitu asam lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Dalam sebuah penelitian pada orang-orang berkolesterol cukup tinggi, mereka yang mengkonsumsi diet tinggi alpukat menunjukkan perbaikan kesehatan yang nyata. Setelah tujuh hari diet yang mencakup alpukat, mereka memiliki penurunan signifikan dalam kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), seiring dengan kenaikan 11% HDL (kolesterol baik).

Selain asam lemak tak jenuh, alpukat juga merupakan sumber yang baik untuk kalium, mineral yang membantu mengatur tekanan darah. Kalium dalam alpukat lebih tinggi daripada dalam pisang berukuran sedang. Asupan kalium yang memadai dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke.

Nutrisi penting lain pada alpukat yang bermanfaat untuk kesehatan jantung adalah asam folat. Secangkir buah alpukat memenuhi 23% kebutuhan harian untuk folat. Untuk menentukan hubungan antara asupan folat dan penyakit jantung, penelitian telah dilakukan pada lebih dari 80.000 wanita selama 14 tahun dengan menggunakan kuesioner diet. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki diet tinggi folat memiliki risiko 55% lebih rendah terkena serangan jantung atau penyakit jantung fatal.

Menghambat kanker

Alpukat mengandung karotenoid (lutein, zeaxanthin, alfa-karoten dan beta-karoten) ditambah jumlah signifikan tokoferol (vitamin E). Pada sebuah penelitian laboratorium oleh UCLA yang dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry, karotenoid dan tokoferol pada alpukat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Studi lain menunjukkan bahwa asam oleat pada alpukat juga menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap kanker payudara.

Memperbaiki liver

Hasil studi Jepang pada tikus menunjukkan alpukat bermanfaat untuk kesehatan liver (hati). Para peneliti di Universitas Shizuoka memberi tikus yang hatinya rusak oleh racun galactosamine dengan 22 buah-buahan yang berbeda. Mereka secara khusus mengukur distribusi enzim pada hati. Hasilnya, alpukat paling efektif mengurangi kerusakan hati. Para peneliti menduga bahwa nutrisi alpukat tertentu memiliki efek penyembuhan pada hati, terlebih jika kerusakan disebabkan oleh virus, misalnya hepatitis. Sejauh mana hasil penelitian dapat dialihkan pada manusia, para ilmuwan belum bisa mengatakan. Juga belum jelas berapa banyak ekstrak alpukat diperlukan dan apa efek bahan kimia yang terlibat. Studi lanjutan masih diperlukan.

Alpukat juga merupakan sumber vitamin A, C, E, K, vitamin B6, tiamin, riboflavin, niasin, serat, potasium, magnesium, dan tembaga. Nah, dengan segudang manfaat yang terkandung dalam alpukat, sayang bukan untuk melewatkan buah ini dalam daftar menu Anda?

Tips untuk Anda

  • Buah alpukat hampir selalu dipanen sebelum matang. Pada suhu kamar, alpukat matang dengan cepat. Alpukat matang dapat diketahui dengan sedikit menekan kulitnya, yang terasa empuk. Anda sebaiknya menghindari alpukat yang berkulit cekung atau retak menganga karena dagingnya seringkali sudah terlalu masak dan mungkin membusuk. Alpukat matang di kulkas tetap segar selama dua hari sampai seminggu. Yang terbaik adalah menyimpan buah dalam kondisi utuh (tidak diiris) untuk menghindari pencoklatan yang terjadi ketika daging terkena udara. Anda dapat mencegah penggelapan alami daging alpukat dengan memercikan sedikit air jeruk lemon atau cuka.
  • Makanlah alpukat bersama dengan sayuran atau buah lain yang kaya vitamin. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition (Maret 2005) menunjukkan bahwa asam oleat pada alpukat mendukung penyerapan vitamin-vitamin larut lemak. Menambahkan alpukat pada salad meningkatkan penyerapan alfa-karoten, beta-karoten dan lutein masing-masing 7,2, 15,3, dan 5,1 kali lebih tinggi.
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!