web analytics

Anak-Anak Usia Dini Mengalah oleh Tekanan Sebaya

Orang dewasa dan remaja diketahui seringkali mengalah terhadap pendapat mayoritas, bahkan ketika mereka lebih mengetahui kondisi yang sebenarnya. Konformitas semacam ini berperan penting dalam akuisisi perilaku kelompok. Kita mempelajari perilaku kelompok kita dengan mengamati perilaku anggota-anggota kelompok yang lain. Ketika dihadapkan dengan informasi yang bertentangan dengan keyakinan atau preferensi kita, kita seringkali mengalah pada sudut pandang mayoritas.'Preschool climber' photo (c) 2009, Elaine Ashton - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/

Anak usia dini di bawah empat tahun ternyata juga rentan dengan tekanan kelompok (peer-pressure) semacam itu. Anak-anak prasekolah akan beradaptasi dengan pendapat mayoritas teman-temannya, bahkan jika hal itu tidak sesuai dengan pendapatnya sendiri, demikian temuan dari sebuah studi oleh para peneliti di Max Planck Society untuk Antropologi Evolusi di Leipzig, Jerman. Hal itu terutama muncul bila pendapat mayoritas diutarakan.

Penelitian yang diterbitkan pada hari Selasa (25/10) dalam jurnal Child Development itu dilakukan terhadap 96 anak usia empat tahun laki-laki dan perempuan dari 24 TK yang berbeda. “Kami ingin mengetahui apakah anak-anak prasekolah mempertahankan pendapat mereka terhadap mayoritas bahkan jika pendapat mayoritas jelas-jelas bertentangan dengan sudut pandang mereka sendiri”, kata Daniel Haun, salah seorang peneliti.

Untuk itu, pada bagian pertama penelitian anak-anak usia prasekolah itu diuji dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari empat anak. Mereka menerima buku yang tampaknya identik, berisi 30 halaman ganda dengan ilustrasi keluarga hewan. Di halaman kiri adalah ibu, ayah dan anak bersama-sama, di halaman kanan hanya berisi salah satu anggota keluarga hewan itu. Anak-anak diminta untuk mengidentifikasi anggota keluarga di sebelah kanan, di antara gambar-gambar hewan lain. Namun, meskipun anak-anak itu meyakini semua buku mereka sama, hanya tiga dari empat buku itu yang benar-benar sama, buku keempat kadang-kadang menampilkan gambar anggota keluarga yang berbeda di sebelah kanan halaman.

“Anak-anak dengan buku yang berbeda itu dihadapkan pada penilaian keliru tetapi bulat dari tiga teman sebayanya”, Haun menjelaskan. “Dari 24 anak, 18 membenarkan pendapat mayoritas setidaknya satu kali, meskipun mereka tahu bahwa pendapat mayoritas itu keliru”.

Dalam bagian kedua studi, para peneliti menyelidiki motivasi yang mendasari anak-anak itu untuk menyesuaikan diri. Dalam bagian ini, anak-anak diminta menyatakan jawaban dengan keras bila lampu mati atau diam-diam menunjuk ke hewan yang benar bila lampu menyala. Akibatnya, hanya pengamat dewasa– dan tidak anak-anak lain– yang bisa melihat jawabannya. Dari 18 anak, 12 menyesuaikan diri dengan pendapat mayoritas setidaknya sekali ketika mereka harus menyatakan jawaban dengan keras. Namun, ketika menunjuk jawaban yang benar secara diam-diam, hanya 8 dari 18 anak-anak itu yang menyesuaikan dengan pendapat mayoritas. Kesepuluh anak itu menyesuaikan jawaban secara publik, tetapi tidak secara privat. Hal ini menunjukkan bahwa penyesuaian memiliki alasan sosial, misalnya untuk menghindari konflik dengan kelompok sebaya mereka.

“Studi saat ini menunjukkan bahwa anak-anak berusia empat tahun tunduk pada tekanan dan menyerah padanya, setidaknya sampai batas tertentu, karena motivasi sosial”, simpul Daniel Haun.

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:
    BioGlukol - 40 harga produk
    40ribu
    BioGlukol