18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Karbohidrat

Kategori: Makanan sehat Blm ada komentar

Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh yang merupakan senyawa berunsur C, H dan O. Ada dua jenis karbohidrat: karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana, disebut juga gula atau monosakarida, terdiri dari hanya satu jenis gula (sakarida) yaitu fruktosa (gula buah), glukosa (gula pati), sukrosa (gula tebu), laktosa (gula susu), atau maltosa (gula malt). Karbohidrat sederhana ditemukan dalam buah, sayuran, gula, madu, minuman ringan, permen dan selai. Karbohidrat kompleks, disebut juga pati atau polisakarida, terdiri dari kombinasi rantai panjang berbagai jenis gula. Karbohidrat kompleks ditemukan secara alami dalam makanan seperti pisang, kacang, nasi, kentang, ubi, jagung dan gandum.'rice & beans with grilled sweet potato' photo (c) 2008, Miikka H - license: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/

Pencernaan dan penyerapan karbohidrat

Sistem pencernaan makanan memecah karbohidrat menjadi gula sederhana yang disebut glukosa. Gula sederhana ini kemudian dibawa ke setiap sel melalui aliran darah Anda. Pankreas mengeluarkan hormon insulin yang mengontrol penyerapan glukosa darah ke dalam sel-sel. Setelah di dalam sel, glukosa akan ‘dibakar’ bersama dengan oksigen untuk menghasilkan energi. Otot, otak, dan sistem saraf tergantung pada glukosa sebagai bahan bakar utama mereka untuk membuat energi. Otak menggunakan 70 persen dari glukosa darah yang tersedia. Jika sel-sel otak Anda kekurangan glukosa, kemampuan mental Anda akan terganggu dan karena otot-otot Anda dikendalikan oleh otak, Anda akan merasa lemah dan gemetar. Sistem saraf yang kekurangan glukosa dapat membuat Anda merasa lelah, lamban bereaksi dan lesu. Kondisi kekurangan glukosa darah ini disebut hipoglikemia

Tubuh mengubah kelebihan glukosa dari makanan menjadi bentuk lain yang disebut glikogen, yang disimpan di dalam jaringan otot dan hati. Rata-rata orang dapat menyimpan sekitar 400 gram glikogen (1/3 di hati, 2/3 di otot). Ketika tubuh Anda membutuhkan lebih banyak energi, hormon kedua yang disebut glukagon disekresi oleh pankreas. Hormon ini mengubah glikogen menjadi glukosa kembali, yang kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh sel-sel Anda.

Indeks glikemik

Semakin lambat pelepasan glukosa ke dalam darah, semakin stabil dan berkelanjutan tingkat energi bagi tubuh. Semakin sederhana karbohidrat, semakin cepat glukosa dilepaskan ke dalam darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan tingkat gula darah yang cepat dan ketikdakstabilan tingkat energi di dalam tubuh.

Untuk mengukur kecepatan konversi karbohidrat menjadi glukosa, setiap makanan yang mengandung karbohidrat dapat dinilai pada skala yang disebut indeks glikemik (GI/glycemic index). Skala ini memeringkat makanan yang mengandung karbohidrat berdasarkan efek terhadap kadar gula darah selama periode waktu tertentu, biasanya dua jam. Makanan yang mengandung karbohidrat dibandingkan dengan glukosa murni (meskipun kadang-kadang digunakan roti putih sebagai makanan referensi), yang diberi skor GI = 100. Karbohidrat yang memecah dengan cepat selama proses pencernaan memiliki indeks glikemik tinggi (GI lebih dari 70). Karbohidrat yang perlahan-lahan melepaskan glukosa secara bertahap ke dalam aliran darah memiliki indeks glikemik rendah (GI kurang dari 55). Makanan dengan karbohidrat sederhana memiliki skor GI tinggi, sedangkan makanan berkarbohidrat kompleks umumnya memiliki skor GI lebih rendah.

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Indeks Glikemik: Arti dan Manfaatnya
  • Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Medical Checkup
  • Mengendalikan Diabetes dengan Diet
  • 7 Alasan Mengapa Anda Perlu Donor Darah
  • Konsumsi Daging Harian Memperpendek Umur

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.