Anakku Gagal Tumbuh?

gagaltumbuhOleh: dr Sony Prabowo, Sp.A

Pertumbuhan dan perkembangan anak selalu mendapat perhatian serius dari setiap orang tua. Bila berat badan anak berada di bawah 5 persentil dari grafik pertumbuhan anak atau berat badan yang menurun menembus 2 garis persentil pada grafik pertumbuhan maka keadaan ini digolongkan sebagai gagal tumbuh (failure to thrive).

Gagal tumbuh pada anak merupakan keadaan kurang gizi (malnutrisi)  yang disebabkan oleh kurangnya asupan kalori, gangguan penyerapan kalori dari makanan atau pengeluran kalori yang berlebihan dari aktivitas sehari-hari. Kurang gizi sering disebabkan oleh faktor biologi, psikososial dan lingkungan sekitar. Kebanyakan kasus gagal tumbuh disebabkan oleh kurangnya asupan kalori karena masalah kebiasaan dan psikososial.

Langkah paling penting pada evaluasi anak dengan gagal tumbuh adalah mengetahui kebiasaan makan anak dan asupan kalorinya sehari-hari. Pemeriksaan laboratorium jarang dapat menemukan penyebab dari gagal tumbuh sehingga tidak dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.

Penyebab

Penyebab gagal tumbuh digolongkan menjadi organik (medis) dan non organik (sosial atau lingkungan). Pada kebanyakan anak, penyebabnya multifaktor meliputi biologis, psikososial dan lingkungan.

Dalam praktek sehari-hari, gagal tumbuh paling banyak disebabkan oleh kurangnya asupan kalori. Pada bayi usia di bawah 2 bulan, masalah dalam menyusui seringkali menjadi penyebab. Faktor keluarga yang dapat menyebabkan kurangnya asupan kalori antara lain gangguan kesehatan mental orang tua, kurangnya pengetahuan tentang nutrisi dan kesulitan ekonomi. Kemiskinan merupakan faktor resiko terbesar penyebab gagal tumbuh baik di negara maju maupun negara berkembang.

Gangguan penyerapan kalori antara lain disebabkan oleh gangguan metabolik, alergi makanan, malabsorbsi (diare kronis, penyakit celiac, protein losing enteropathy). Pengeluaran energi yang berlebihan biasanya terjadi pada penyakit kronis seperti penyakit jantung bawaan, penyakit paru kronis, hyperthyroidisme.

Evaluasi Diagnosis

Pada saat konsultasi, dokter akan menggali riwayat kebiasaan makan, asupan kalori per hari, serta interaksi orang tua – anak, yang merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui penyebab gagal tumbuh.

Pada bayi yang masih mendapatkan ASI, jumlah produksi ASI dapat diukur dengan memompa ASI dan mengukur volumenya (dalam mililiter) selama 24 jam. Juga perlu diperhatikan apakah tehnik menyusuinya sudah benar dan menilai kemampuan bayi dalam menelan susu. Pada bayi yang mendapatkan susu formula – perlu diperhatikan apakah cara dan dosis campuran susu yang diberikan sudah tepat.

Untuk balita perlu dievaluasi kebiasaan makannya dengan mencatat daftar makanan yang dikonsumsi selama 3 hari terakhir, yang meliputi jenis makanan dan jumlahnya. Perlu dievaluasi pula kebiasaan makan di dalam dan di luar rumah, serta kebiasaan makan dari orang tua dan saudara pasien lainnya pada saat mereka balita.

Faktor psikososial yang perlu dievaluasi antara lain adakah depresi pada anak atau orang tua, tingkat intelektual dan kondisi sosial orang tua. Tentu tidak ketinggalan perlu digali adakah riwayat infeksi berulang, gangguan jantung dan pernapasan, muntah-muntah dan diare yang sering atau berulang.

Pemeriksaan Fisik

Pada anak dengan kecurigaan gagal tumbuh, perlu diukur tinggi dan berat badannya serta lingkar kepala, yang selanjutnya dipetakan pada grafik pertumbuhan anak. Dokter akan memperhatikan adakah tanda-tanda kekerasan fisik pada anak ataupun menelantarkannya, serta gejala dan tanda lain yang dapat mengarahkan pada penyebab gagal tumbuh.

Indikasi Rawat Inap

Anak dengan gagal tumbuh perlu dirawat di rumah sakit bila :

  • perlu dilakukan observasi dalam pemberian makanan sehari-hari & pemeriksaan lebih lanjut.
  • kondisi anak tidak membaik dengan penanganan secara rawat jalan.
  • terdapat tanda-tanda kekerasan fisik/psikis pada anak ataupun menelantarkan anak.
  • terdapat gangguan psikososial berat pada orang tua / orang yang merawat anak sehari-hari.
  • terdapat tanda-tanda malnutrisi (kurang gizi) yang berat.

Penanganan

Dokter akan memberikan konseling pada orang tua tentang cara pemberian makanan/nutrisi sesuai usia anak.

Pada anak yang masih menyusu, perlu diberikan ASI lebih sering dan dipertimbangkan penggantian sementara dengan susu formula sampai pertumbuhan anak membaik. Susu formula dapat diberikan sedikit lebih kental dengan sedikit meningkatkan perbandingan susu dan air, tetapi tidak boleh terlalu kental karena dapat menyebabkan diare.

Balita harus menghindari jus ataupun susu yang berlebihan karena akan mengganggu nafsu makannya. Suplemen makanan perlu diberikan sampai anak memiliki pertumbuhan yang baik. Secara umum perlu diberikan makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Sumber nutrisi perlu mengandung banyak protein dan lemak secukupnya. Beberapa bahan makanan yang mengandungnya antara lain : berbagai macam daging (dapat diblender lalu ditim), ikan, telur, susu, tahu, tempe dsb.

Evaluasi harus dilakukan secara ketat dengan mengukur tinggi dan berat badan anak secara berkala. Bila ditemukan penyakit yang menjadi penyebab dari gagal tumbuh ini, maka penyakit tsb perlu ditangani secara khusus, bila perlu oleh dokter spesialis/sub spesialis yang ahli di bidangnya.

Beberapa obat seperti Megestrol dan Cyproheptadine dapat meningkatkan berat badan anak yang mengalami gagal tumbuh karena kanker. Sayangnya obat-obat tsb belum diteliti lebih lanjut untuk mengobati gagal tumbuh yang disebabkan oleh diagnosis/masalah lain.

Komplikasi

Gagal tumbuh pada anak dapat menyebabkan gangguan kecerdasan, kemampuan akademis yang jelek di sekolah, gangguan kemampuan membaca dan IQ anak lebih rendah, anak menjadi lebih pendek dibandingkan anak seusianya, kemampuan matematika di bawah rata-rata, kebiasaan kerja yang jelek di kemudian hari.

Karenanya gagal tumbuh pada anak harus ditangani secepat mungkin terutama pada saat bayi / balita, sehingga kita dapat menghindari berbagai macam komplikasi yang dapat terjadi.

Tentang Penulis:
dr Sony Prabowo, Sp.A adalah staf medis pada Siloam Hospital, Bali. Lulusan fakultas kedokteran Universitas Brawijaya dan residensi pediatrik Davao Doctor Hospital, Davao, Filipina, ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kesehatan untuk masyarakat miskin dan pencegahan aborsi ilegal. Bila Anda memiliki masalah terkait dengan kesehatan bayi dan anak, silakan berkonsultasi dengan dr Sony melalui halaman kontak
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!