18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Bagaimana Dokter Menyelidiki Penyebab Infertilitas

Kategori: Reproduksi Blm ada komentar

Pasangan yang menginginkan anak seringkali menunda bertahun-tahun sebelum merasa perlu untuk mendapatkan bantuan medis. Biasanya, pihak istrilah yang pertama kali berinisiatif memeriksakan diri ke dokter kandungan atau ginekolognya.

Pemeriksaan fertilitas harus melibatkan pihak suami dan istri, karena pada sekitar 10 persen kasus masalahnya terletak pada kedua pasangan. Bahkan jika dokter menemukan pihak yang menyebabkan infertilitas, pengobatan hanya berguna jika kondisi pihak lainnya juga diketahui. Untuk mengetahui kondisi kesuburannya, pihak suami harus diperiksa oleh ahli urologi atau andrologi (dokter yang berspesialisasi dalam fungsi reproduksi laki-laki).

Banyak rumah sakit di kota besar yang memiliki pusat fertilitas yang menyediakan konsultasi, pemeriksaan dan pengobatan kepada pasangan yang ingin memiliki anak.

Penyelidikan infertilitas

Menyelidiki penyebab infertilitas pasangan adalah pekerjaan detektif. Para dokter harus mendiagnosis selangkah demi selangkah untuk menilai apakah produksi dan kualitas sperma memadai, apakah terjadi ovulasi, apakah terjadi fertilisasi dan implantasi sel telur yang telah dibuahi, dll. Oleh karena itu, biasanya tidak cukup hanya dengan sekali kunjungan ke dokter.

1. Penelitian kesuburan wanita

Ginekolog mungkin akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Berapa usia Anda ketika mendapatkan menstruasi pertama?
  • Bagaimana siklus menstruasi Anda sejak saat itu, apakah ada masalah?
  • Apakah ada kehamilan sebelumnya dan kelahiran, keguguran, aborsi atau penyakit?

Dengan mata, tangan dan perangkat USG, ginekolog dapat menyelidiki kelainan pada vagina, rahim, ovarium atau tuba falopi. Dia juga mungkin memeriksa proses ovulasi dan memantau siklus menstruasi dari dekat. Bila ada tanda malformasi, peradangan atau kondisi patologis lainnya (lihat: 15 Penyebab Infertilitas Wanita), pemeriksaan teknis tambahan dengan rontgen, laparoskopi, histereskopi, dan lainnya akan mengkonfirmasi.

2. Penelitian kesuburan pria

Urolog/androlog mungkin tertarik untuk menanyakan hal-hal berikut:

  • Kapan Anda mulai pubertas? (mengalami mimpi basah)
  • Apakah Anda pernah dirawat sebelumnya karena testis tidak turun atau masalah testis lainnya?
  • Apakah Anda pernah terkena penyakit gondok (pembesaran tiroid) pada waktu kecil?

Untuk mengetahui tingkat kesuburan pria, dokter akan memeriksa tubuh dan organ seksualnya. Kondisi tubuh dan rambut dapat mengindikasikan status hormonalnya. Adanya titik-titik sensitif tekanan pada testis dan epididimis mungkin menunjukkan peradangan. Dokter mungkin meminta pemeriksaan USG untuk mendeteksi kelainan testis, misalnya apakah ada varikosel (lihat: 15 Penyebab Infertilitas Pria).

Penelitian kesuburan pria yang paling penting adalah analisis air mani (semen). Di bawah mikroskop, semen akan diperiksa jumlah, kualitas dan pergerakannya. Bila seorang pria menghasilkan sperma terlalu sedikit, mungkin terdapat masalah testis yang bersifat hormonal. Oleh karena itu, mungkin perlu untuk mengukur kadar hormon dalam darahnya.

3. Penelitian post-coital

Bila kedua pasangan dinilai subur, dokter mungkin perlu memeriksa kesehatan hubungan intim. Pada beberapa kasus, lendir (mucus) di leher rahim wanita “memusuhi” sperma sehingga mereka terbunuh atau terkendala untuk membuahi sel telur. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, terlalu banyak antibodi anti-sperma, atau keasaman yang tinggi di serviks.

Jika dokter mencurigai permusuhan lendir serviks sebagai penyebab infertilitas , dia akan meminta pasangan untuk melakukan hubungan intim di sekitar saat ovulasi.  Untuk itu, di pusat fertilitas biasanya disediakan kamar romantis bagi Anda berdua.  Setelah Anda “melakukannya”, sampel cairan serviks berisi sperma akan diambil dari leher rahim untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pada saat proses konsultasi dan terapi, Anda sangat dianjurkan untuk bertanya kepada dokter jika ada hal-hal yang tidak dipahami. Jangan merasa malu untuk bertanya. Semakin banyak pengetahuan Anda, semakin baik upaya dan peluang Anda untuk mendapatkan anak.

image: source

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • MAKING A BABY: Segala yang Perlu Anda Ketahui untuk Bisa Hamil
  • 10 Fakta Mengenai Infertilitas
  • Selamat, Anda Memiliki Bayi Kembar!
  • Tetap Menstruasi Meskipun Hamil, Mungkinkah?
  • Sekilas Tentang Persalinan Prematur

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.