Bagaimana Lemak Dapat Membebani Liver

Food is very expensive at the fair.Hati atau liver tidak hanya dapat rusak oleh penyakit hepatitis atau diabetes, tapi juga oleh kelebihan berat. Kegemukan dapat membuat hati menjadi rusak. Mengapa demikian, tidak ada yang tahu. Kini tampaknya para ilmuwan semakin memahami mekanismenya: meningkatnya pembakaran lemak dapat membebani hati dan membuat Anda sakit.

Baik asupan tinggi lemak maupun diabetes tipe 2 secara khas menyebabkan sejumlah besar asam lemak bebas yang perlu diproses oleh hati. “Pada tahap awal dari obesitas, hati membakar kelebihan lemak dalam jumlah yang meningkat” jelas Prof Michael Roden, Direktur Departemen Endokrinologi dan Diabetologi di Rumah Sakit Universitas Dusseldorf. Bersama dengan rekan-rekannya, untuk pertama kalinya mereka meneliti fungsi mitokondria, yang merupakan sumber energi sel, pada hati yang sehat dan sakit. Mitokondria mengatur pembakaran nutrisi dalam sel-sel tubuh termasuk nutrisi dari asam lemak.

Lemak Membebani Sel-Sel Hati

Untuk penelitian ini, para peneliti merekrut 41 penderita diabetes dengan obesitas fatty liver (perlemakan hati) dalam berbagai tahap penyakit. Dengan biopsi mereka mengambil sampel jaringan hati dan membandingkannya dengan sampel dua belas orang sehat yang langsing. Secara khusus, mereka mempelajari aktivitas mitokondria.

Hasilnya: pada pasien obesitas dengan perlemakan hati, aktivitas mitokondria dalam hati meningkat secara signifikan pada awalnya. Sebaliknya, ketika hati pasien telah meradang, kinerja mitokondria secara signifikan berkurang karena rusak dan kelelahan.

Pada saat yang sama, para peneliti mengamati bahwa stres oksidatif meningkat dalam sel-sel hati. Stres oksidatif menyebabkan peningkatan pembentukan radikal bebas, molekul oksigen agresif yang sangat reaktif dan dapat merusak struktur molekul lainnya. Radikal bebas menyebabkan proses inflamasi di hati lebih meningkat dan memperburuk kondisi organ itu.

Diam-diam menderita

Perlemakan hati adalah perubahan patologis hati yang sangat umum. Kondisi itu tidak menimbulkan gejala sehingga sering terlambat didiagnosis. Padahal hal itu mudah diatasi, antara lain dengan penurunan berat badan. Struktur hati yang telah berubah karena peradangan mungkin tidak dapat lagi dipulihkan. Sirosis hati dapat berakibat fatal pada kasus-kasus terburuk. Selain itu, hati berlemak meningkatkan risiko kanker hati.

Sekitar 50 sampai 75 persen orang obesitas memiliki perlemakan hati, 20 persen menderita hepatitis non-alkohol, dan 2-3 persen menderita sirosis hati.

———————————-
Sumber: Koliaki C et al.: “Adaptation of Hepatic Mitochondrial Function in Humans with Non-Alcoholic Fatty Liver Is Lost in Steatohepatitis”; Cell Metabolism, Volume 21, Issue 5, 2015, Pages 739-746

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!