Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Menular Seksual?

Pemeriksaan untuk penyakit menular seksual (PMS) melibatkan pertimbangan tentang risiko, probabilitas, dan biaya. Untuk infeksi virus seperti herpes dan HPV yang datang dan pergi sendiri, sangat sulit untuk menguji bila gejala tidak hadir karena tes yang paling akurat menggunakan sampel dari lesi yang disebabkan oleh virus. Untuk infeksi bakteri seperti klamidia dan gonore, tes yang dilakukan tidak selalu akurat sehingga sering menghasilkan negatif palsu (dikira tidak terinfeksi, padahal ya). Dengan demikian, akan lebih masuk akal bagi penyedia layanan medis untuk membuat diagnosis didasarkan pada kombinasi berbagai informasi termasuk riwayat seksual Anda, gejala, dan pemeriksaan.

  • Trikomoniasis adalah infeksi yang paling umum tetapi hanya sekitar 30% penderita yang benar-benar mengembangkan gejala. Infeksi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria dan lebih umum pada orang tua daripada orang muda. Diagnosis trikomoniasis dibuat melalui pemeriksaan visual dan uji laboratorium.
  • Vaginosis bakteri (BV) adalah infeksi bakteri yang paling umum di kalangan wanita usia subur. Sebanyak 16% wanita hamil memiliki BV. BV didiagnosis dengan tes laboratorium atas sampel cairan vagina.
  • Human Papillomavirus (HPV). Beberapa jenis HPV menyebabkan kutil kelamin dan beberapa strain berkaitan dengan kanker serviks. Meskipun tidak ada obat, tubuh kita bisa membersihkan virus sendiri. Diagnosis HPV terutama didasarkan pada keberadaan kutil atau hasil tes Pap smear atau IVA (inspeksi visual asam asetat). Jika tes Pap smear atau IVA menghasilkan pembacaan yang abnormal, maka akan ditindaklanjuti dengan kolposkopi dan / atau tes HPV. Pap Smear atau IVA melihat perubahan sel yang disebabkan oleh infeksi HPV, tes HPV mencari virus itu sendiri. Saat ini tidak ada tes untuk HPV pada pria tanpa gejala. Untuk rekomendasi terbaru untuk skrining HPV, Anda dapat memeriksa informasi kanker serviks di internet. Vaksin HPV diperkenalkan pada tahun 2006 yang melindungi pria dan wanita terhadap jenis HPV yang menyebabkan kutil kelamin dan kanker.
  • Herpes Simplex Virus 2 (HSV 2 atau herpes kelamin) juga sulit didiagnosis tanpa lesi terlihat dan banyak penderita tidak memiliki gejala. Infeksi ini sedikit lebih umum pada wanita dibandingkan pria. Dalam hubungan seksual penetratif, seorang pria lebih mungkin untuk menyebarkannya ke pasangan wanitanya daripada seorang wanita memberikannya kepada pasangan prianya. Penderita herpes aktif dapat menggunakan obat setiap hari untuk mengurangi kemungkinan penularan pada pasangan seksual. Sebuah tes darah tersedia untuk diagnosis HSV tetapi tidak selalu meyakinkan, sehingga biasanya tidak dilakukan kecuali seseorang memiliki gejala.
  • Klamidia umumnya tidak memberikan gejala. Sekitar 75% wanita dan 50% pria yang terinfeksi tidak memiliki gejala. Pengujian dapat dilakukan dengan alat tes ke vagina, penis, anus, leher rahim, dan / atau tenggorokan. Beberapa dokter menggunakan tes urin untuk mendiagnosis klamidia.
  • HIV. Tes HIV dapat dilakukan dengan tes darah atau sapuan (swab) mulut. Biasanya memakan waktu hingga 3 bulan setelah terpapar HIV (sering disebut sebagai “periode jendela”) bagi tubuh Anda untuk mengembangkan antibodi yang terukur dengan tes. Oleh karena itu, bahkan jika Anda memiliki HIV, Anda tidak segera mendapatkan hasil tes positif.
  • Hepatitis B. Hepatitis B tidak dapat disembuhkan, tetapi ada vaksin untuk mencegahnya. Infeksi ini didiagnosis dengan tes darah, tetapi penyedia layanan kesehatan tidak akan secara otomatis menguji Anda jika Anda telah menerima vaksin.
  • Gonore. Pengujian untuk gonore biasanya dilakukan secara bersamaan dengan klamidia, baik dengan tes urin maupun tes sapuan, vagina, anus penis, atau tenggorokan.
  • Sifilis. Beberapa dokter dapat mendiagnosis sifilis dengan memeriksa sampel dari lesi menggunakan mikroskop khusus yang disebut mikroskop medan-gelap. Jika bakteri sifilis hadir, mereka akan terlihat ketika diamati melalui mikroskop. Cara lain untuk menguji sifilis adalah melalui tes darah.
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!