web analytics

Berkeringat Berlebihan: Penyebab dan Penanganannya

Berkeringat adalah reaksi tubuh untuk pendinginan. Namun, pada orang yang menderita hiperhidrosis (istilah untuk keringat berlebihan), produksi keringat terlalu banyak sehingga menimbulkan masalah.

Hiperhidrosis menimbulkan efek psikologis dan psikososial. Orang yang menderita hiperhidrosis sering menjadi kurang percaya diri, menutup diri dan harus mengubah gaya hidup untuk mengakomodasi masalah ini. Selain itu, keringat berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit atau iritasi kulit karena kulit basah lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur tambahan.

Penyebab

Kelenjar-Kelenjar Keringat

Untuk memahami hiperhidrosis, Anda perlu mengetahui tentang kelenjar-kelenjar keringat. Ada dua jenis utama kelenjar keringat yaitu ekrin dan apokrin.

Ekrin adalah kelenjar yang paling banyak dan dapat ditemukan di seluruh permukaan tubuh kecuali bibir dan glans penis. Konsentrasi kelenjar ekrin tertinggi pada telapak tangan, telapak kaki dan daerah kulit kepala. Fungsinya adalah membuat dan mengeluarkan keringat yang berisi larutan garam elektrolit untuk menurunkan suhu tubuh. Kelenjar ekrin akan banyak mengeluarkan keringat ketika Anda berolahraga atau berada di ruangan panas.

Apokrin adalah kelenjar yang terdapat di ketiak, sekitar puting susu, dan area genital. Apokrin menghasilkan keringat yang berminyak dan pekat yang ketika dipecah oleh bakteri di permukaan kulit sering menyebabkan bau yang tidak sedap. Meskipun kelenjar ini sudah ada sejak lahir, fungsinya baru diaktifkan sejak pubertas. Itulah mengapa anak-anak tidak memiliki bau keringat. Tidak jelas apa sebenarnya fungsi keringat yang dikeluarkan oleh apokrin, namun tampaknya terkait dengan sinyal bau untuk menarik minat lawan jenis. Kelenjar ini terutama aktif ketika stres atau gembira.

Hiperhidrosis disebabkan oleh rangsang saraf berlebihan terhadap kelenjar-kelenjar yang memproduksi keringat. Hiperhidrosis dapat digolongkan sebagai hiperhidrosis lokal/esensial primer atau umum sekunder. Pada hiperhidrosis lokal primer (primary focal hyperhidrosis), tidak ada penyebab lain yang memicu produksi keringat berlebihan dan hanya berfokus pada area-area tertentu seperti telapak tangan, telapan kaki, wajah dan ketiak. Pada hiperhidrosis sekunder umum (secondary generalized hyperhidrosis), produksi keringat berlebihan dipicu oleh kondisi/penyakit atau efek samping obat-obatan dan terjadi di sekujur badan.

Kebanyakan hiperhidrosis primer lokal adalah bakat bawaan yang menurun di keluarga. Sekitar sepertiga penderita hiperhidrosis primer lokal memiliki anggota keluarga dengan keluhan yang sama. Kondisi ini biasanya sudah muncul dari kecil dan produksi keringat berlebihan berhenti saat tidur.

Hiperhidrosis sekunder umum dapat disebabkan antara lain oleh kanker, diabetes mellitius, diabetes insipidus, menopause, HIV/AIDS, penggunaan narkoba, minuman alkohol dan obat-obatan seperti acyclovir, indomethacin, lidocain, dan naproxen. Produksi keringat berlebihan tidak berhenti saat penderitanya tidur.

Gejala

Cara mudah untuk mengetahui jika seseorang terkena hiperhidrosis antara lain:

  • Berkeringat ekstrim sehingga membuatnya sering berganti baju.
  • Penderitanya sering memiliki jejak basah di baju, terutama di daerah ketiak.
  • Hiperhidrosis pada telapak tangan ditandai dengan telapak tangan yang basah sehingga butir-butir keringat sampai menetes.

Penanganan dan terapi

Penanganan hiperhidrosis tergantung penyebabnya. Pada hiperhidrosis sekunder umum, solusinya tentu saja adalah mengobati/ menghentikan kondisi lain yang menyebabkannya. Pada hiperhidrosis primer lokal, antiperspiran dan iontoforesis adalah solusi yang paling umum. Antiperspiran adalah krim atau lotion yang diterapkan di kulit dan melepaskan garam metalik untuk menghambat produksi keringat. Iontoforesis adalah terapi untuk menghambat kerja kelenjar keringat dengan menggunakan batere yang mengalirkan arus listrik tegangan rendah ke tangan, kaki, atau ketiak, sementara pasien berendam dalam air.

Beberapa tips berikut dapat mengurangi visibilitas dan jumlah keringat berlebihan:

  • Kenakan pakaian dari bahan yang sejuk dan menyerap keringat.
  • Jaga lingkungan Anda tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik.
  • Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan berkeringat.
  • Kurangi stres, kecemasan dan masalah emosi lain yang dapat memicu kenaikan produksi keringat.
  • Apabila Anda menderita telapak kaki berkeringat, cucilah kaki Anda secara berkala dengan air dingin dan keringkan. Taburkan bedak di antara jari kaki. Sepatu Anda harus dari bahan bernapas (misalnya kulit atau kanvas). Kenakan kaos kaki berbahan wol atau katun.
  • Mandilah dua kali sehari dengan menggunakan sabun lembut.
  • Gunakan deodoran bebas alkohol.

Bila diindikasikan oleh dokter (dermatolog), terapi lain yang tersedia untuk hiperhidrosis adalah obat-obatan beta blocker yang mengurangi keringat yang disebabkan oleh kegelisahan dan stres dan antikolinergik yang bekerja dengan menghalangi kimiawi perangsang aktivitas kelenjar keringat. Selain itu, terapi yang lebih invasif adalah suntikan botox (botulinum toxin) untuk menghalangi saraf yang memicu kelenjar keringat, bedah eksisi kelenjar keringat di ketiak, dan bedah simpatektomi untuk menghalangi atau memotong saraf yang mengontrol kelenjar keringat.

image: source

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:
    Mengkudu - 27 harga produk
    27ribu
    Mengkudu