18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Bintik-Bintik di Kelamin Pria, Normalkah?

Kategori: Kesehatan Pria Blm ada komentar

Seiring perkembangan tubuhnya yang beranjak dewasa, para remaja pria umumnya sangat memerhatikan setiap bagian tubuhnya yang berubah. Salah satu area yang menjadi perhatian utama adalah alat kelaminnya. Mereka memeriksa apakah “miliknya” normal. Ketika mendapati ada bintik-bintik atau benjolan kecil di penis dan skrotum, mereka pun cemas dan bertanya-tanya. Apakah itu normal? Beberapa kondisi khas berikut yang tampaknya seperti kelainan sebenarnya normal dan tidak perlu dicemaskan.

1. Papula mutiara

Salah satu kondisi yang umum dijumpai pada penis adalah apa yang disebut papula penis mutiara (pearly penile papulae). Bintik-bintik kecil berwarna cerah ini biasanya ditemukan berbaris di pinggiran kepala penis. Papula mutiara sering disangka kutil kelamin, tetapi sebenarnya adalah variasi fisik yang normal. Mereka biasanya berkembang pada masa remaja, tetapi mungkin juga baru terbentuk sampai usia 40 tahun. Diperkirakan sekitar 10% pria memiliki papula penis mutiara.

2. Jerawat

Ya, jerawat juga dapat muncul di alat kelamin. Jerawat adalah hasil penyumbatan pori-pori kulit dan dapat terjadi di mana saja pada tubuh: wajah, punggung, kaki, bahkan alat kelamin dan tempat lain. Jerawat pada penis atau testis biasanya terjadi pada usia remaja, tetapi dapat juga pada pria di usia yang lebih lanjut. Sebagian besar jerawat itu akan menghilang saat tumbuh dewasa, atau jika terjadi pada orang dewasa, mereka akan mereda dalam hitungan minggu.

3. Folikel rambut

Folikel rambut terlihat sebagai bola putih kecil yang muncul transparan di bawah kulit. Pada alat kelamin pria, folikel rambut dapat ditemukan pada skrotum dan sepanjang batang penis sampai ke ujung kulup, meskipun bulu-bulu yang mereka hasilkan mungkin tidak terlihat. Bulu-bulu halus kecil ini disebut rambut vellus, berbeda dengan rambut terminal yang lebih kasar, lebih panjang dan lebih gelap. (Rambut terminal adalah rambut di kulit kepala, ketiak, daerah kemaluan, dan daerah lainnya tergantung jenis kelamin dan kecenderungan berambut kita).

4. Kelenjar sebasea

Kelenjar sebasea (sebaceous gland) biasanya ditemukan menempel pada folikel rambut. Kelenjar ini memproduksi zat lemak yang disebut sebum dan membantu melumasi kulit. Di sebagian besar wilayah kulit, kelenjar sebasea tidak bisa dilihat, karena kulitnya tebal. Namun pada penis, yang kulitnya tipis dan halus, kelenjar sebasea mungkin sangat menonjol. Kelenjar inilah yang membentuk benjolan kecil. Peregangan kulit penis akan membuat kelenjar ini bahkan terlihat lebih menonjol.

Pada penis, seperti di tempat lain, kelenjar sebasea dapat terinfeksi atau tersumbat, sehingga benjolan yang dihasilkan semakin besar dan memerah, seperti jerawat, dan mungkin memiliki kepala berwarna putih.

5. Kelenjar apocrine

Kelenjar apocrine berfungsi membuat keringat, dan ditemukan di ketiak, sekitar puting susu, di sekitar wilayah kemaluan dan pantat. Pada beberapa orang mereka sangat rentan untuk terinfeksi, mengakibatkan abses berulang di daerah tersebut.

Tips untuk Anda

  • Pahamilah mana yang merupakan anatomi normal dan mana yang merupakan kondisi gangguan, misalnya infeksi jerawat.
  • Jangan membuat situasi lebih buruk dengan memencet-mencet bintik atau benjolan yang Anda miliki. Memencet bisa menyebabkan radang tambahan dan menyebarkan bakteri yang menyebabkan jerawat.
  • Bersihkan daerah kelamin Anda setiap hari dengan sabun ber-pH netral, tapi jangan berlebihan.
  • Jika Anda merasa bintik atau benjolan di wilayah intim Anda bukan kondisi normal, sangat dianjurkan untuk menemui dokter atau dokter kulit sesegera mungkin.
Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • 7 Herbal Alami untuk Perawatan Kulit
  • 3 Kelompok Makanan yang Memperparah Jerawat
  • Terapi Alami Jerawat dengan Lidah Buaya
  • Mengatasi Parut Bekas Jerawat
  • Jenis-Jenis Jerawat

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.