PMS: Cytomegalovirus
Cytomegalovirus (CMV) adalah strain dari virus herpes simpleks (HSV). CMV jarang menyebabkan masalah serius pada orang dewasa, kecuali pada orang dengan sistem kekebalan ditekan atau terganggu yaitu para penderita HIV/AIDS, mereka yang menerima kemoterapi atau obat penekan imunitas untuk transplantasi organ. Bayi, yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, juga lebih berisiko mengalami masalah serius.
Nama Lain
CMV, sitomegalovirus
Gejala
Pada orang dewasa sehat, CMV biasanya tidak menghasilkan gejala infeksi. Bila ada gejala, mungkin muncul sebagai pembengkakan ringan kelenjar getah bening, demam, dan kelelahan. Orang dengan infeksi HIV /AIDS dapat mengembangkan infeksi CMV yang parah, termasuk CMV retinitis, sebuah penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
Diagnosis
Tes ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) biasanya digunakan untuk mendeteksi kadar antibodi dalam darah. Namun, tidak ada tes darah yang cukup handal untuk diagnosis konfirmasi infeksi CMV saat ini. Meskipun CMV dapat diisolasi dari urin atau cairan tubuh lainnya, mungkin dikeluarkan beberapa bulan atau tahun setelah infeksi terjadi. Karena itu, isolasi virus dari cairan tubuh merupakan metode yang tidak dapat diandalkan untuk mendiagnosis infeksi baru.
Cara Penularan
CMV ditemukan dalam air mani, lendir serviks, air liur, urin, dan sebagian cairan tubuh lainnya. Virus ini sangat menular dan dapat ditularkan melalui segala bentuk pertukaran cairan tubuh, termasuk ciuman dan sentuhan seksual. Perawat bayi di bawah usia 3 tahun berada pada peningkatan risiko infeksi CMV dan harus mencuci tangan mereka dengan bersih setelah mengganti popok atau berurusan dengan cairan tubuh.
Pengobatan
Tidak ada obat untuk menghilangkan infeksi CMV.
Prognosis
Seperti infeksi virus herpes lainnya, CMV tidak dapat disembuhkan. Orang akan terinfeksi seumur hidup. Virus biasanya menetap dalam keadaan tidak aktif, namun dapat aktif kembali dari waktu ke waktu.
Pencegahan
Tidak ada obat atau vaksin untuk pencegahan CMV. Satu-satunya cara pencegahan adalah menghindari kontak cairan dengan orang yang memilikinya.
Efek Kehamilan
Janin dapat terinfeksi CMV selama kehamilan jika sang ibu terinfeksi virus atau mengembangkan kekambuhan infeksi sebelumnya. Meskipun sebagian besar bayi yang terinfeksi CMV sebelum kelahiran tidak mengembangkan gejala apapun, CMV adalah penyebab utama infeksi kongenital. Setiap tahun, ribuan bayi di Indonesia mengembangkan komplikasi CMV bawaan lahir yang mengancam jiwa atau berpotensi menimbulkan konsekuensi yang serius di kemudian hari, termasuk keterbelakangan mental, kebutaan, ketulian, atau epilepsi.Artikel/konsultasi terkait:
Berlangganan:
Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
|


