web analytics

Penyakit Menular Seksual

Cytomegalovirus


  Diposting tgl: 25 April 2012

Cytomegalovirus (CMV) adalah strain dari virus herpes simpleks (HSV). CMV jarang menyebabkan masalah serius pada orang dewasa, kecuali pada orang dengan sistem kekebalan ditekan atau terganggu yaitu para penderita HIV/AIDS, mereka yang menerima kemoterapi atau obat penekan imunitas untuk transplantasi organ. Bayi, yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, juga lebih berisiko mengalami masalah serius.

Nama Lain : CMV, sitomegalovirus.

Gejala

Pada orang dewasa sehat, CMV biasanya tidak menghasilkan gejala infeksi. Bila ada gejala, mungkin muncul sebagai pembengkakan ringan kelenjar getah bening, demam, dan kelelahan. Orang dengan infeksi HIV /AIDS dapat mengembangkan infeksi CMV yang parah, termasuk CMV retinitis, sebuah penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

Diagnosis

Seseorang yang telah terinfeksi CMV akan mengembangkan antibodi terhadap virus yang akan terus berada di tubuhnya seumur hidup. Tes darah untuk antibodi ini dapat menunjukkan bahwa seseorang pernah terinfeksi CMV (tapi tidak memberitahu kapan hal itu terjadi). Tes untuk mendeteksi infeksi virus aktif adalah dengan mendeteksi keberadaan virus dalam darah, air liur, urin atau jaringan tubuh lainnya.

Pada infeksi CMV bawaan (kongenital) diagnosis dapat dilakukan dengan menemukan virus dalam urin, air liur, darah, atau jaringan tubuh bayi lainnya dalam waktu 2-3 minggu setelah kelahiran. Tes antibodi tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis CMV bawaan. CMV bawaan tidak dapat didiagnosis jika bayi diuji lebih dari 2-3 minggu setelah kelahiran. Jika Anda mengetahui bahwa Anda menjadi terinfeksi CMV untuk pertama kalinya saat kehamilan Anda, pastikan bayi Anda diuji CMV begitu dia lahir. Jika bayi Anda terdiagnosis memiliki infeksi CMV bawaan, Anda harus memeriksakan pendengaran dan penglihatannya secara teratur. Infeksi CMV setelah kelahiran umumnya tidak beresiko masalah kecuali bila bayi lahir sangat prematur dan memiliki berat lahir sangat rendah.

Cara Penularan

CMV ditemukan dalam air mani, lendir serviks, air liur, urin, dan sebagian cairan tubuh lainnya. Virus ini sangat menular dan dapat ditularkan melalui segala bentuk pertukaran cairan tubuh, termasuk ciuman dan sentuhan seksual. Perawat bayi di bawah usia 3 tahun berada pada peningkatan risiko infeksi CMV dan harus mencuci tangan mereka dengan bersih setelah mengganti popok atau berurusan dengan cairan tubuh.

Pengobatan

Tidak ada obat untuk CMV, dan pengobatan untuk virus umumnya tidak diperlukan atau direkomendasikan untuk anak-anak dan orang dewasa yang sehat. Bayi yang baru lahir dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memerlukan pengobatan ketika mereka mengalami gejala infeksi CMV, seperti pneumonia dan retinitis. Jenis pengobatan tergantung pada gejala dan tingkat keparahannya. Jika pengobatan diperlukan, biasanya adalah berupa obat antivirus (agen antiviral) yang menghambat reproduksi virus, tetapi tidak bisa menghancurkannya. Agen antiviral saat ini yang disertifikasi untuk pengobatan infeksi CMV adalah ganciclovir, foscarnet, dan cidofovir.

Prognosis

Seperti infeksi virus herpes lainnya, CMV tidak dapat disembuhkan. Orang akan terinfeksi seumur hidup. Virus biasanya menetap dalam keadaan tidak aktif, namun dapat aktif kembali dari waktu ke waktu.

Pencegahan

Tidak ada obat atau vaksin untuk pencegahan CMV. Satu-satunya cara pencegahan adalah menghindari kontak cairan dengan orang yang memilikinya.

Efek Kehamilan

Janin dapat terinfeksi CMV selama kehamilan jika sang ibu terinfeksi virus atau mengembangkan kekambuhan infeksi sebelumnya. Meskipun sebagian besar bayi yang terinfeksi CMV sebelum kelahiran tidak mengembangkan gejala apapun, CMV adalah penyebab utama infeksi kongenital. Setiap tahun, ribuan bayi di Indonesia mengembangkan komplikasi CMV bawaan lahir  yang mengancam jiwa atau berpotensi menimbulkan konsekuensi yang serius di kemudian hari, termasuk keterbelakangan mental, kebutaan, ketulian, atau epilepsi.