18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Depresi Pasca Keguguran Dapat Berlanjut Hingga Tiga Tahun

Kategori: Kehamilan, kesehatan jiwa 2 Komentar

Wanita yang mengalami depresi dan kecemasan setelah keguguran dapat terus mengalami gejalanya bahkan jika mereka kemudian berhasil memiliki anak yang sehat. Kesimpulan tersebut diambil dari studi bersama para ilmuwan Inggris dan Amerika yang hasilnya dilaporkan dalam British Journal of Psychiatry (Maret, 2011).

Sad Old Womanphoto © 2006 Hamed Saber | more info (via: Wylio)Studi tersebut telah menanyai lebih dari 13.000 wanita hamil yang terdaftar dalam Studi Longitudinal Avon pada Orangtua dan Anak (Alspac). Mereka ditanyai pengalaman keguguran dan kelahiran mati sebelumnya, dan dinilai untuk gejala depresi dan kecemasan. Penilaian dilakukan dua kali selama kehamilan (pada minggu ke-18 dan 32) dan empat kali setelah melahirkan (pada minggu ke-8, bulan ke-8, 21 dan 33). Sebagian besar perempuan melaporkan tidak pernah keguguran. Sejumlah 2.823 perempuan (21 persen) mengalami satu atau lebih keguguran sebelumnya dan 108 (0,5 persen) pernah mengalami satu kelahiran mati sebelumnya.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang pernah keguguran di masa lalu memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi selama kehamilan, yang terus berlanjut sampai hampir tiga tahun setelah mereka melahirkan bayi yang sehat.

“Studi ini penting bagi keluarga wanita yang telah keguguran, karena sangat sering diasumsikan bahwa para wanita itu cepat pulih kembali. Namun, seperti yang ditunjukkan di sini, banyak yang tidak.” kata Prof. Jean Golding dari Universitas Bristol.

Dr Emma Robertson Blackmore, dari University of Rochester Medical Center, mengatakan: “Penelitian kami jelas menunjukkan bahwa kelahiran bayi yang sehat tidak menyelesaikan masalah kesehatan mental yang dialami banyak wanita setelah keguguran atau kelahiran mati. Temuan ini penting karena ketika menilai apakah seorang wanita berisiko depresi kehamilan atau pasca melahirkan, kehilangan kehamilan sebelumnya biasanya tidak diperhitungkan dengan cara yang sama seperti faktor risiko lain seperti riwayat keluarga, peristiwa hidup yang menekan atau kurangnya dukungan sosial.”

“Depresi ibu dapat berdampak buruk pada anak-anak dan keluarganya. Jika kita menawarkan dukungan yang terarah selama kehamilan kepada wanita yang sebelumnya pernah kehilangan bayi, kita mungkin dapat meningkatkan taraf kesehatan ibu dan keluarganya.”

Hal ini juga menggarisbawahi kebutuhan bagi para bidan dan dokter untuk meluangkan waktu bersama pasiennya guna mendiskusikan kehamilan, kekhawatiran dan kecemasan mereka. Mereka perlu melihat apakah ada tanda-tanda depresi, sehingga bisa menawarkan nasihat dan perawatan yang tepat.

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Selamat, Anda Memiliki Bayi Kembar!
  • Tetap Menstruasi Meskipun Hamil, Mungkinkah?
  • MAKING A BABY: Segala yang Perlu Anda Ketahui untuk Bisa Hamil
  • 5 Peran Suami di Masa Kehamilan
  • 7 Tips Mengatasi Muntah dan Mual Kehamilan

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

2 Komentar utk “Depresi Pasca Keguguran Dapat Berlanjut Hingga Tiga Tahun”

  1. Mely says:
    22 March 2011 at 4:43 pm

    Asslmkm Wr. Wb. Saya sudah menikah selama 2 tahun tp blm punya keturunan. Saya mau menanyakan kenapa pada saat mlm pertama saya mengeluarkan air yg sangat byk selain drh. Apakah itu penyebab saya blm punya anak atau ada mslh didlm rahim saya. Saya blm pernah menanyakan ke dokter mengenai air tersebut. Mohon solusi dan jawaban nya. Terima kasih banyak

  2. dr Salma says:
    22 March 2011 at 5:38 pm

    @Mely, air yang banyak itu seperti apa? Tetapi apa pun itu, belum tentu ada hubungannya dengan belum punya anak. Sebaiknya konsultasi dengan dokter kebidanan mengingat sudah dua tahun tanpa KB belum juga mendapatkan kehamilan. Jangan cuma menduga-duga. wass,

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.