web analytics

Kontrasepsi

Diafragma


  Diposting tgl: 13 Maret 2012

Nama lain: Tidak ada..

Diafragma adalah sebuah tangkup karet lateks berbentuk kubah yang menutupi leher rahim dan dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual.

Metode Kerja

Diafragma mencegah kehamilan dengan menghalangi sperma bergabung dengan sel telur. Agar efektif, diafragma harus dikombinasi dengan spermisida krim, gel, atau jeli. Metode kombinasi ini bekerja dalam dua cara:
  • Diafragma memblokir pembukaan ke rahim.
  • Spermisida melumpuhkan sperma.

Cara Pemakaian

Cara pemakaian diafragma adalah dengan menempatkannya ke dalam vagina:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air.
  • Oleskan sekitar satu sendok makan spermisida pada permukaan diafragma.
  • Cari posisi yang nyaman. Anda dapat berdiri dengan satu kaki di kursi, duduk di tepi kursi, berbaring, atau jongkok.
  • Pisahkan bibir vulva Anda dengan satu tangan. Jepit tepian diafragma untuk melipat dua dengan tangan yang lain.
  • Tempatkan jari telunjuk di tengah lipatan untuk pegangan yang lebih kuat.
  • Masukkan diafragma sedalam mungkin di vagina sampai ke seviks. Selipkan ujung diafragma di belakang tulang kemaluan Anda. Pastikan serviks tertutup sepenuhnya.

Atau, lihat video berikut untuk cara pemasangan diafragma:

Efektivitas

Kemungkinan TIDAK mendapatkan kehamilan: 80-94% (selama tahun pertama penggunaan).

Kelebihan

  • Mudah digunakan.
  • Tidak ada efek samping sistemik  yang serius.
  • Tidak memerlukan keterlibatan mitra.
  • Baik untuk orang yang tidak melakukan hubungan seks secara teratur.
  • Mengurangi risiko beberapa penyakit menular seksual.
  • Tidak mengganggu bercinta. Kehadirannya tidak dirasakan oleh Anda maupun pasangan Anda.
  • Mengurangi risiko kanker serviks.
  • Tidak mengganggu menyusui.

Kekurangan

  • Penggunaan konsisten dan benar diperlukan untuk mencegah kehamilan.
  • Mungkin sulit bagi beberapa wanita untuk memasukkannya.
  • Dapat terdorong keluar dari tempatnya oleh penis yang panjang, penetrasi berat, dan posisi seksual tertentu.
  • Orang yang alergi terhadap lateks/silikon atau spermisida tidak dapat menggunakan.
  • Harus tetap di dalam vagina selama minimal 6 jam setelah hubungan seksual.
  • Hubungan seksual berulang membutuhkan spermisida tambahan.
  • Harus dilepas dalam waktu 24 jam untuk menghindari risiko toxic shock syndrome (TSS).
  • Harus mengganti diafragma setiap dua tahun.

Efek Samping

  • Dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Untuk menghindari infeksi, Anda dapat buang air kecil sebelum memasukkan diafragma dan setelah berhubungan. Jika Anda sering mendapatkan infeksi saluran kemih, tanyakan ke dokter apakah Anda telah memasang diafragma dengan benar.
  • Dapat menyebabkan iritasi vagina. Ini bisa menjadi tanda sensitivitas terhadap lateks/silikon atau spermisida. Jika Anda memiliki reaksi ringan, cobalah mengganti merek spermisida untuk mengatasi masalah. Jika hal itu tidak berhasil, berhentilah menggunakan diafragma sampai Anda berbicara dengan dokter.