web analytics

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi mengacu pada ketidakmampuan seorang pria untuk secara konsisten mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seks yang memuaskan. Kondisi ini tidak karena kurangnya minat atau hasrat seksual dan bukan kesulitan sesekali untuk mencapai atau mempertahankan ereksi (situasi yang mempengaruhi semua pria pada suatu waktu dalam hidup mereka).

Disfungsi ereksi menyebabkan hubungan seksual dengan penetrasi tidak mungkin. Hal ini dapat mempengaruhi harga diri pria penderitanya dan merusak keharmonisan rumah tangga.

Penyebab

Untuk memahami penyebab disfungsi ereksi, perlu terlebih dahulu memahami proses ereksi. Di dalam penis terdapat dua batang jaringan spons sejajar yang disebut korpora kavernosa (tungal: korpus kavernosum). Korpora kavernosa dikelilingi oleh membran, yang disebut tunika albuginea. Jaringan spons ini berisi otot halus, jaringan berserat, ruang, vena, dan arteri. Uretra, yang merupakan saluran untuk mengalirkan urin dan air mani membujur di bawah korpora kavernosa.

Proses ereksi adalah sebagai berikut:

  • Ketika seorang pria berhasrat untuk berhubungan seks, sensitivitasnya terhadap rangsang seksual meningkat
  • Impuls rangsang seksual dikirimkan ke otak, yang memicu gairah.
  • Gairah mengintensifkan tindakan dan pada suatu titik menjadi sangat aktif untuk meningkatkan suhu tubuh, denyut jantung dan aliran darah. Ereksi dimulai ketika aliran darah mengisi ruang-ruang dari jaringan spons di kopora kavernosa. Hal ini menciptakan tekanan dalam korpora kavernosa, membuat penis membesar. Tunika albuginea membantu menjebak darah di ruang spons, sehingga mempertahankan ereksi.
  • Disfungsi ereksi dapat terjadi ketika salah satu bagian dalam proses tersebut terganggu: impuls saraf di otak, tulang belakang dan sekitar penis serta respon otot, jaringan berserat, pembuluh darah dan arteri di dalam dan sekitar korpora kavernosa.

Persyaratan dasar untuk sebuah ereksi yang normal adalah:

  • Sistem saraf yang berfungsi baik untuk mengirim sinyal yang diperlukan ke penis.
  • Pembuluh darah yang efektif untuk memungkinkan aliran darah ke  dan dari penis.
  • Otot halus di penis, yang melonggar untuk memungkinkan penis terisi dengan darah dan membesar.
  • Kemampuan untuk menjebak darah di penis sehingga tetap tegak.

Gangguan pada mekanisme ereksi di atas dapat terjadi karena merokok, diabetes mellitus, aterosklerosis, depresi, gangguan kecemasan, alkoholisme, hipotiroidisme, kanker prostat, defisiensi testosteron, penyakit ginjal, hati atau saraf, dan efek samping obat.

Selain kondisi fisik, masalah psikologis seperti depresi, trauma, dll juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Diagnosis

Diagnosis disfungsi ereksi ditegakkan bila ketidakmampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang memadai untuk hubungan seksual terjadi pada setidaknya 50% dari usaha.

Untuk itu, riwayat seksual dan medis sangat membantu diagnosis. Pemeriksaan fisik dan lab juga mungkin dilakukan pada sistem endokrin, kardiovaskular urogenital, dan saraf.

Terapi

Terapi untuk disfungsi ereksi mencakup:

  • Menghilangkan faktor yang mendasari seperti pengobatan depresi, penghentian obat yang tidak perlu, berhenti merokok, dll.
  • Konseling untuk mengembalikan keintiman seksual
  • Terapi langsung untuk peningkatan ereksi. Terapi ini bekerja terbaik dalam kaitannya dengan intervensi lain di atas. Terapi ini mencakup:
    • Cincin penis dengan atau tanpa alat vakum.
    • Tablet prostaglandin (PGE1). PGE1 menyebabkan peningkatan aliran darah korpora kavernosa. Obat ini menghasilkan ereksi yang berlangsung dari 30 sampai 120 menit pada sekitar 70% pasien.
    • Injeksi intrakavernosa: PGE1 dikombinasikan dengan fentolamin.
    • Obat sistemik seperti Yohimbine (ekstrak kulit pohon Yohimbe), hormon testosteron dan sildenafil (Viagra ®).
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:
    Kunyit Putih - 30 harga produk
    30ribu
    Kunyit Putih