Fibroid, Tumor Jinak di Rahim yang Paling Umum

fibroid atau miomFibroid (uterine fibroid) adalah tumor non-kanker yang tumbuh dari dalam atau pada dinding otot rahim (miometrium). Tumor ini terbentuk dari jaringan serat otot yang padat (fibrous tissue). Istilah lain dari fibroid adalah miom, mioma uteri, leiomioma, leiomiomata, atau fibromioma. Fibroid dapat terjadi sebagai tumor tunggal atau berkelompok dengan berbagai ukuran, dari hanya sebesar kacang kedelai sampai seukuran janin.

Apa saja jenis-jenisnya?

Fibroid diberi nama sesuai letak dan cara tumbuhnya:

  • Fibroid subserosa (subserous fibroid): berkembang pada dinding rahim bagian luar. Jenis fibroid ini dapat terus tumbuh keluar dan menekan organ-organ di sekitarnya.
  • Fibroid intramural (intramural fibroid): berkembang di dalam dinding otot rahim.
  • Fibroid submukosa (submucous fibroid): berkembang tepat di bawah lapisan rahim (endometrium).
  • Fibroid bertangkai (penduculated fibroid): fibroid submukosa atau subserosa yang tumbuh bertangkai ke dalam atau ke luar rahim.
  • Fibroid serviks (cervical fibroid): tumbuh di leher rahim.

Tanda dan Gejala

  • Fibroid seringkali tidak menimbulkan gejala. Jika fibroid tumbuh dengan cara yang tidak menyebabkan tekanan pada organ di dekatnya, Anda dapat memiliki fibroid selama bertahun-tahun tanpa merasakan keluhan berarti.
  • Dalam beberapa kasus indikasi pertama adanya fibroid adalah kesulitan untuk hamil (infertilitas) atau mempertahankan kehamilan (keguguran). Fibroid submukosa adalah jenis yang paling mungkin memengaruhi kehamilan karena dapat mendistorsi rahim dan mengganggu implantasi embrio. Aliran darah yang berkurang membuat dinding rahim tidak kondusif untuk perkembangan embrio.
  • Menstruasi berat. Fibroid besar yang tumbuh di dalam rahim (submukosa atau intramural) dapat mengganggu mekanisme perdarahan menstruasi yang normal sehingga menyebabkan  perdarahan haid berat (menorrhagia). Beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlangsung hingga berminggu-minggu, kadang-kadang tanpa jeda nyata antar periode haid.
  • Sering buang air kecil, sembelit atau nyeri punggung, terjadi bila fibroid menekan organ lain seperti kandung kemih atau usus. Nyeri hebat dapat terjadi bila fibroid bertangkai terpelintir.
  • Pembengkakan perut yang menimbulkan sensasi tekanan dan sensasi berat. Perut bagian bawah dapat tampak seperti pada tahap awal kehamilan.
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks apabila fibroid tumbuh di dekat vagina atau serviks.

Mengapa fibroid berkembang?

Penyebab pasti fibroid tidak diketahui namun diduga terkait dengan hormon estrogen. Estrogen adalah hormon reproduksi wanita yang diproduksi oleh ovarium. Fibroid biasanya berkembang di usia 30-an ketika kadar estrogen berada pada tingkat tertinggi. Fibroid jarang terjadi pada wanita di bawah usia 20. Risiko fibroid tampaknya diwariskan dalam keluarga meskipun gaya hidup dan diet juga turut berperan. Wanita yang kelebihan berat badan memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi sehingga risiko fibroid juga lebih tinggi. Wanita yang telah memiliki anak berisiko lebih rendah. Semakin sering hamil, semakin rendah risikonya.

Bagaimana mendiagnosis fibroid?

Fibroid sering diketahui keberadaannya tanpa sengaja dalam pemeriksaan rutin kebidanan. Rahim Anda mungkin terlihat membesar atau berbentuk tidak teratur. Pemindaian dengan USG dapat mengonfirmasi keberadaan fibroid.

Prosedur diagnosis yang juga dapat sekaligus disertai tindakan adalah histeroskopi dan laparoskopi. Dalam histeroskopi, bagian dalam rahim diperiksa dengan tabung kamera yang dimasukkan melalui vagina untuk melihat keberadaan fibroid submukosa. Dalam laparoskopi, tabung kamera dimasukkan melalui sayatan kecil di bawah pusar untuk mencari fibroid subserosa.

Apakah fibroid dapat diobati?

Kebanyakan fibroid tidak perlu diobati atau dioperasi kecuali bila gejala-gejalanya sangat mengganggu atau membuat Anda kesulitan hamil. Fibroid pada umumnya menyusut dan tidak menimbulkan keluhan setelah menopause.

Pilihan pengobatan dan tindakan untuk fibroid antara lain:

  • Obat-obatan yang menyeimbangkan hormon. Obat-obatan tersebut berupa semprot hidung, injeksi atau implan di bawah kulit untuk mengecilkan atau menghentikan sementara pertumbuhan fibroid. Pengobatan ini tidak dapat berlangsung lama karena seringkali menimbulkan efek samping mirip gejala menopause yaitu kekeringan vagina, penurunan kepadatan tulang, panas badan (hot flushes). Fibroid dapat tumbuh kembali setelah pengobatan dihentikan.
  • Bedah pengangkatan fibroid (disebut miomektomi) melalui prosedur histeroskopi, laparaskopi atau laparotomi (bedah terbuka). Pilihan prosedur tergantung pada ukuran, jumlah dan lokasi fibroid.
  • Prosedur radiologi intervensif yang disebut embolisasi arteri uterus (uterine artery embolization) untuk menutup pasokan darah ke fibroid. Dengan ketiadaan pasokan darah, fibroid akan menyusut atau menghilang sama sekali.
  • Prosedur yang disebut reseksi atau ablasi endometrium untuk fibroid submukosa. Dalam prosedur ini, ahli bedah membuang jaringan endometrium dari lapisan otot rahim di mana fibroid tumbuh. Jaringan endometrium akan tumbuh kembali dalam siklus ovulasi berikutnya dan Anda dapat kembali mencoba untuk hamil.
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!