Gangguan Sistem Saraf pada Penderita HIV/AIDS

Oleh: Rudolf AM

Pada tahun 2009 tercatat kurang lebih 2,5 juta penderita HIV baru, dan angka ini terus meningkat hingga saat ini. Pada tahap lanjut, infeksi HIV akan semakin menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga muncul banyak gejala ringan maupun berat. Pada tahap ini, penderita tersebut dikatakan mengidap AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome.

Selain menyerang sistem kekebalan tubuh, virus HIV juga dapat mengganggu sistem saraf pusat manusia. Kelainan ini dapat disebabkan virus HIV itu sendiri, atau terdapat infeksi bakteri atau jamur yang menyerang organ otak. Akibat rusaknya sistem imun yang berat, maka tubuh sama sekali tidak dapat melawan infeksi mikroorganisme yang sebetulnya tidak berbahaya bagi orang normal.

Penelitian menunjukkan hampir 50% penderita HIV AIDS mengalami gejala-gejala ringan hingga berat yang berkaitan dengan gangguan sistem saraf. Gejala-gejala tersebut antara lain gangguan konsentrasi, hilang ingatan, atau demensia. Pemeriksaan lanjutan seperti CT Scan atau MRI perlu dilakukan pada penderita yang mengalami gangguan di sistem saraf pusat untuk mengetahui penyebab kelainan yang dialami.

Selain menyerang sistem saraf pusat, virus HIV juga dapat mengganggu sistem saraf perifer. Gangguan sistem saraf perifer ini juga bisa bersifat ringan maupun berat. Rasa kebas di anggota gerak, rasa nyeri atau rasa terbakar adalah gejala gangguan sistem saraf perifer yang sering dijumpai pada penderita HIV AIDS.

Pengobatan

Saat ini banyak penemuan di bidang kedokteran yang berkaitan dengan pengobatan HIV, namun belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HIV secara total. Obat antiretroviral digunakan untuk menghambat replikasi virus HIV di dalam tubuh namun obat ini tidak dapat menghancurkan semua virus HIV yang ada. Dibutuhkan ketaatan minum obat yang tinggi agar obat ini dapat bekerja seperti yang diharapkan. Usia harapan hidup penderita HIV AIDS meningkat dengan ditemukannya obat ini.

Obat antiretroviral ini menurunkan angka kejadian kelainan sistem saraf pada penderita HIV, namun tidak semua kelainan pada penderita HIV AIDS dapat diatasi oleh obat antiretroviral. Pada beberapa kasus dibutuhkan pengobatan yang lebih menyeluruh untuk mengatasi kelainan di sistem saraf pusat.

Adanya gangguan sistem saraf pusat pada penderita HIV umumnya menandakan bahwa penderita tersebut telah dalam tahap sakit yang berat. Deteksi dini infeksi HIV melalui pemeriksaan darah merupakan salah satu pilar dalam penatalaksanaan HIV. Bila infeksi HIV telah diketahui sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa cara untuk menghambat atau memperlambat perjalanan penyakit HIV agar tidak berkembang ke arah yang membahayakan jiwa.

Pencegahan

Pencegahan infeksi HIV yang terutama adalah dengan memiliki gaya hidup sehat: tidak menggunakan narkoba suntik dan tidak melakukan aktivitas seksual di luar pernikahan. Penyakit HIV umumnya menular melalui kontak darah yang terinfeksi virus atau secara vertikal dari ibu ke anak. Jika Anda memiliki faktor risiko terkena infeksi virus HIV, maka pemeriksaan tes HIV merupakan langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan.

image: source

Tentang Penulis:
Rudolf AM adalah seorang staf pengajar di suatu universitas negeri di Bandung. Penulis berpendapat bahwa kesehatan adalah tanggung jawab masing-masing individu. Dan tugas menjaga kesehatan ini bermula dari pengetahuan dan pengertian yang benar mengenai suatu penyakit. Pengertian yang kurang benar mengenai suatu penyakit hanya akan memperburuk keadaan, di mana hal ini seharusnya tidak perlu terjadi jika masyarakat mendapat informasi kesehatan terpercaya.
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!