Penyakit Menular Seksual

Gonore


  Diposting tgl: 4 April 2012

Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling umum yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrheae. Statistik gonore global menunjukkan bahwa diperkirakan 62 juta kasus gonore terjadi setiap tahunnya, mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria.

Nama Lain : Tidak ada..

Gejala

Gejala infeksi gonore mungkin muncul 1 sampai 14 hari setelah terpapar, meskipun ada kemungkinan untuk terinfeksi gonore tapi tidak memiliki gejala. Pria jauh lebih mungkin untuk memperhatikan gejala karena lebih jelas. Diperkirakan hampir setengah wanita yang terinfeksi gonore tidak merasakan gejala, atau memiliki gejala non-spesifik seperti infeksi kandung kemih. Gejala gonore yang umum adalah:
  • Pada wanita, muncul cairan vagina yang banyak dengan warna kuning atau kehijauan dengan bau yang menyengat. Pada pria, cairan putih atau kuning keluar dari penis.
  • Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
  • Iritasi dan / atau cairan yang keluar dari anus.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis gonore, pemeriksaan daerah genital akan dilakukan oleh dokter atau perawat dengan pengambilann sampel menggunakan kapas atau spons, dari setiap daerah yang terinfeksi: leher rahim, uretra, anus atau tenggorokan. Perempuan juga akan diberikan pemeriksaan panggul internal, mirip dengan tes Pap smear. Sampel urin juga dapat ikut diambil. Sampel kemudian akan dikirimkan ke laboratorium untuk dicari apakah ada bakteri Neisseria gonorrheae. 

Cara Penularan

Gonore ditularkan melalui seks penetratif, termasuk seks vaginal, anal dan oral. Seks oral bisa menularkan gonore dari alat kelamin ke tenggorokan dari orang yang memberikan stimulasi, atau bisa dari tenggorokan ke alat kelamin dari orang yang menerima stimulasi. Kurang sering, gonore dapat ditularkan melalui:
  • penggunakan mulut dan lidah untuk menjilat atau mengisap anus orang lain;
  • penempatan jari ke dalam anus, vagina atau mulut orang yang terinfeksi gonore, kemudian menyentuh mulut, alat kelamin atau anus sendiri tanpa mencuci tangan.

Pengobatan

Perawatan gonore mudah dan penting. Pasien akan diberikan antibiotik dalam bentuk tablet, cair atau injeksi. Jika pasien alergi antibiotik atau sedang hamil, sangat penting untuk memberitahu dokter karena hal itu dapat mempengaruhi pilihan pengobatan. Setelah pengobatan dimulai, penting untuk menyelesaikannya, bahkan jika gejalanya berkurang, untuk memastikan bahwa infeksi sudah disembuhkan. Pasien tidak boleh melakukan hubungan seks penetratif sampai mereka kembali ke klinik dan dikonfirmasi bahwa infeksi telah hilang. Beberapa jenis gonore resisten terhadap antibiotik tertentu. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan infeksi telah dibersihkan. Jika belum maka antibiotik  yang lebih kuat akan diresepkan.

Prognosis

Gonore dapat menyebabkan penyakit radang panggul, peradangan pada tuba falopi yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) atau kelahiran prematur. Pada pria, gonore dapat menyebabkan peradangan menyakitkan testis dan kelenjar prostat, berpotensi menyebabkan epididimitus, yang dapat menyebabkan infertilitas. Tanpa pengobatan, penyempitan uretra atau abses dapat berkembang. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan masalah kencing sementara. Gonore tidak kambuh telah berhasil diobati tidak kecuali pasien mendapatkan infeksi baru.

Pencegahan

Pencegahan gonore adalah menghindari kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Bila tetap memilih melakukannya, gunakan kondom sebagai pengaman, meskipun tidak sepenuhnya dapat mencegah.

Efek Kehamilan

Jika seorang wanita hamil dan memiliki gonore, infeksi dapat ditularkan kepada anaknya saat melahirkan. Bayi bisa lahir dengan infeksi mata gonokokal, yang harus diobati dengan antibiotik karena dapat menyebabkan kebutaan. Lebih baik bagi wanita untuk mendapatkan perawatan sebelum melahirkan.