Penyakit Menular Seksual

Hepatitis B


  Diposting tgl: 29 April 2012

Hepatitis B adalah penyakit hati menular dengan tingkat keparahan yang berkisar dari penyakit ringan yang berlangsung beberapa minggu sampai penyakit serius yang berlangsung seumur hidup. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B.

Hepatitis B dapat digolongkan akut atau kronis. Hepatitis B akut adalah penyakit jangka pendek yang terjadi dalam 6 bulan pertama setelah seseorang terkena virus Hepatitis B. Infeksi akut dapat berkembang, tapi tidak selalu, menjadi infeksi kronis. Hepatitis B kronis adalah penyakit jangka panjang yang terjadi ketika virus Hepatitis B tetap tinggal dalam tubuh seseorang.

Nama Lain : Hepatitis, Penyakit Kuning.

Gejala

Banyak orang yang menderita hepatitis B tidak menyadarinya. Mereka mungkin merasa baik-baik saja, atau mereka hanya merasa terkena flu. Beberapa orang memiliki gejala sbb:
  • Kulit dan/ atau mata kuning (ikterik)
  • Tidak ada nafsu makan
  • Merasa sangat lelah
  • Air kencing berwarna coklat atau gelap
  • Tinja berwarna pucat atau abu-abu
  • Nyeri di perut, otot atau sendi

Diagnosis

Dokter akan melakukan tes darah fungsi hati jika ia berpikir Anda menderita hepatitis B. Tes darah ini menunjukkan seberapa baik hati berfungsi dengan  tingkat enzim hati, enzim transaminase dan kolestasis, bilirubin dan tingkat protein, yang semuanya dapat dipengaruhi oleh virus hati. Tingginya kadar transaminase dalam darah tidak selalu mengungkapkan hepatitis. Kadar yang tinggi  juga dapat terjadi pada penyakit hati genetik, tumor hati, dan gagal jantung. Kisaran normal transaminase AST (SGOT) dan ALT (SGPT) masing-masing adalah sekitar 0 - 40 IU / L dan 0-45 IU / L . Pada hepatitis B kronis,  tingkatnya biasanya dua sampai tiga kali di atas batas normal. Albumin, protrombin, dan imunoglobulin yang dibuat oleh hati juga diperiksa.  Tingkat abnormal adalah indikasi gangguan hati yang berat. Selain tes darah, biopsi hati adalah salah satu prosedur diagnostik utama dan paling akurat untuk memeriksa ada tidaknya masalah dengan hati dan seberapa parah kondisinya.

Cara Penularan

Virus hepatitis B hidup dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, dan cairan vagina. Jika Anda memiliki kontak dengan cairan tubuh orang yang memiliki hepatitis B melalui seks oral, vagina, atau dubur tanpa kondom, Anda bisa mendapatkan hepatitis B. Anda masih bisa tertular, bahkan jika orang itu tidak memiliki gejala. Anda juga bisa mendapatkan hepatitis B bila berbagi jarum suntik, gunting kuku, pisau cukur atau sikat gigi dengan seseorang yang memiliki virus, atau ditato atau ditindik dengan alat yang terinfeksi.

Pengobatan

Pada beberapa orang, infeksi HBV akan hilang sendiri (self-limiting).  Pada beberapa orang lain, infeksi terus berkembang menjadi jenis kronis yang terus menetap sampai sisa hidup mereka. Obat-obatan untuk hepatitis B sangat terbatas, kebanyakan untuk menghambat penyakit dengan membantu liver orang yang menderita hepatitis kronis.  Beberapa obat generasi terbaru seperti alpha interferon, yang diberikan melalui suntikan, merangsang sistem kekebalan tubuh dan diberikan selama 16 minggu. Obat ini sangat mahal dan memiliki sejumlah efek samping yang serius. Lamivudine, yang diminum selama 52 minggu, meskipun memiliki lebih sedikit efek samping, tidak begitu tahan lama seperti interferon. Penggunaannya dapat menyebabkan resistensi antivirus.

Prognosis

Sekitar 2 persen dari penderita hepatitis B kronis setiap tahun mengembangkan sirosis. Dalam 5 tahun, sekitar 15-20 persen penderita hepatitis B telah mengembangkan sirosis. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun setelah sirosis berkembang adalah antara 52-80 persen. Jika terjadi sirosis dekompensasi (sirosis disertai komplikasi seperti perdarahan dan ensefalopati), tingkat harapan hidup turun menjadi antara 14-32 persen. Ada peningkatan risiko kanker hati. Di seluruh dunia sekitar 1 juta orang per tahun meninggal akibat komplikasi hepatitis B. Pasien yang memiliki prognosis kurang baik termasuk mereka dengan kesehatan umum yang buruk, memiliki defisiensi sistem imun,  lansia dan orang yang juga terinfeksi hepatitis D. Hepatitis D ditularkan dengan cara yang sama seperti hepatitis B. Hepatitis D hanya bisa eksis dengan virus hepatitis B dan dapat diperoleh baik pada saat yang sama dengan HBV (ko-infeksi) atau sesudah terinfeksi oleh HBV (superinfeksi). Pasien dengan hepatitis D superinfeksi memiliki prognosis lebih buruk, 70-95 persen berkembang menjadi bentuk kronis hepatitis D.

Pencegahan

Kondom dapat membantu mencegah penularan Hepatitis B. Cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan vaksinasi, yang merupakan vaksin yang direkomendasikan untuk bayi. Jika Anda belum memiliki vaksin hepatitis B, Anda bisa meminta dokter untuk memberikannya. Vaksin Hepatitis B biasanya diberikan dalam 3-4 kali suntikan selama 6-bulan. Vaksin Hepatitis B merangsang sistem kekebalan alami seseorang untuk melindungi terhadap HBV. Setelah vaksin diberikan, tubuh membuat antibodi yang melindungi seseorang terhadap virus. Antibodi adalah zat yang ditemukan dalam darah yang diproduksi sebagai respon terhadap virus yang menyerang tubuh. Antibodi ini kemudian disimpan dalam tubuh dan akan melawan infeksi jika seseorang terkena virus Hepatitis B di masa depan.

Efek Kehamilan

Jika seorang wanita hamil memiliki Hepatitis B, dia bisa menularkan infeksi tersebut kepada bayi selama kelahiran. Tapi hal ini dapat dicegah melalui serangkaian vaksinasi sejak awal kelahiran. Tanpa vaksinasi, bayi yang lahir dari ibu yang memiliki virus Hepatitis B dapat mengembangkan infeksi kronis, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.