Penyakit Menular Seksual

HIV/AIDS


  Diposting tgl: 6 April 2012

HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus yang berarti bahwa virus ini hidup pada manusia. Walaupun ada virus serupa pada beberapa hewan (misalnya kucing, monyet), HIV hanya ditemukan pada manusia. HIV tinggal dan berkembang biak di dalam sel kekebalan tubuh sehingga menghancurkan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Memiliki HIV (HIV-positif) tidak berarti terkena AIDS. Penderita HIV tidak dianggap memiliki AIDS sampai mereka didiagnosis memiliki satu atau lebih kondisi AIDS.  Mungkin saja seseorang memiliki HIV selama bertahun-tahun tanpa ada gejala atau tanda-tanda AIDS. Jauh lebih banyak orang yang terinfeksi HIV daripada penderita AIDS.

Nama Lain : Tidak ada..

Gejala

Beberapa orang memiliki gejala mirip flu, ruam kulit atau pembengkakan kelenjar untuk jangka waktu singkat segera setelah terinfeksi HIV. Namun, gejala tersebut juga terjadi pada penyakit lainnya, dan tidak selalu berarti bahwa seseorang memiliki HIV. Seringkali orang yang terinfeksi HIV tidak memiliki gejala sama sekali. Namun, meskipun tidak memiliki gejala, dia dapat menularkan virus ke orang lain. Gejala AIDS Tanda dan gejala berikut dapat menjadi tanda AIDS, yang merupakan stadium akhir infeksi HIV. Tanda dan gejala pada umumnya berkaitan dengan infeksi oportunistik (infeksi yang mengambil keuntungan dari kesempatan yang ditawarkan oleh sistem kekebalan yang lemah).
  • berat badan turun drastis
  • demam berulang atau berkeringat hebat di malam hari
  • kelelahan parah yang tidak dapat dijelaskan
  • pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, pangkal paha, atau leher
  • diare yang berlangsung lebih dari seminggu
  • bintik-bintik atau noda putih yang tidak biasa di lidah, mulut, atau tenggorokan
  • pneumonia
  • bercak merah, coklat, merah muda, atau keunguan pada atau di bawah kulit atau di dalam mulut, hidung, atau kelopak mata
  • kehilangan memori, depresi, dan gangguan neurologis lainnya.

Diagnosis

Ada berbagai jenis tes untuk mendiagnosis HIV, tetapi yang paling umum adalah tes ELISA. Tes ini mendeteksi antibodi HIV dalam darah. Diperlukan waktu tunggu setidaknya 3 bulan setelah paparan HIV sebelum seseorang memiliki antibodi HIV yang dapat diuji secara akurat. Diagnosis AIDS Seseorang didiagnosis menderita AIDS  ketika dia telah mengembangkan kondisi atau gejala terkait AIDS. Diagnosis juga bisa ditegakkan bahkan sebelum infeksi oportunistik berkembang, dengan menghitung jumlah sel sistem kekebalan tubuh (sel CD4) dalam darah. AIDS dikonfirmasi bila jumlah sel CD4 turun di bawah tingkat tertentu.

Cara Penularan

HIV ditularkan melalui tiga cairan tubuh: darah, air mani (termasuk pra-ejakulasi) dan cairan vagina. Darah, air mani atau cairan vagina yang mengandung HIV dapat masuk ke aliran darah seseorang dengan cara berikut:
  • Hubungan vagina atau dubur tanpa kondom. Selama hubungan seks vagina, luka atau lecet tak kentara pada vagina, anus atau penis dapat memungkinkan darah, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi untuk memasuki aliran darah.
  • Kontak darah antara orang HIV-positif dan HIV-negatif. Kontak darah yang paling umum adalah berbagi jarum suntik. Setelah digunakan, seringkali ada darah yang tertinggal di jarum. Jika orang lain menggunakan peralatan suntik ini, mereka mungkin terkena darah yang mengandung HIV. Menggunakan peralatan lain yang tidak steril untuk menusuk kulit juga dapat menularkan HIV.  Hal ini termasuk tindik telinga, tato, dan beberapa prosedur medis dan gigi.
  • Selama kehamilan, kelahiran atau menyusui. Jika seorang wanita yang HIV-positif menjadi hamil, ada sekitar 20-30% kesempatan bahwa bayinya juga akan HIV-positif. Hal ini bisa terjadi karena darah yang terinfeksi melewati plasenta ke dalam aliran darah bayi,  percampuran darah ibu dan bayi selama persalinan, dan melalui ASI.

Pengobatan

Jenis utama pengobatan untuk HIV atau AIDS adalah obat antiretroviral (ARV), sering disebut juga anti-HIV/ anti-AIDS. Obat-obatan yang harus diambil setiap hari ini tidak menyembuhkan, tetapi dapat mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS selama bertahun-tahun. Tujuan ART adalah menekan jumlah HIV dalam tubuh pada tingkat yang rendah. Hal ini menghentikan pelemahan sistem kekebalan tubuh dan memulihkan kerusakan yang telah ditimbulkan oleh HIV. Pengobatan AIDS lain terutama diberikan untuk meringankan dampak, gejala dan rasa sakit yang disebabkan oleh kanker dan infeksi oportunistik.

Prognosis

Obat-obatan HIV dapat memperpanjang usia harapan hidup rata-rata. Penderita HIV dapat hidup selama puluhan tahun dengan perawatan yang tepat.

Pencegahan

Tidak ada vaksinasi atau imunisasi untuk HIV/AIDS. Siapa pun yang memiliki kontak penularan dengan orang yang berstatus HIV- positif  dapat terinfeksi penyakit ini. Terapkan langkah berikut untuk mencegah HIV/AIDS:
  • Gunakan kondom saat bercinta dengan seseorang yang berstatus HIV-positif atau tidak dikenal.
  • Gunakan jarum suntik, jarum tindik dan jarum tato yang bersih dan steril. Jangan pernah berbagi jarum suntik dengan siapa pun.

Efek Kehamilan

HIV tidak menyebabkan keguguran atau kelainan janin, namun dapat ditularkan ke bayi selama kehamilan, persalinan dan menyusui (lihat keterangan di atas).