Penyakit Menular Seksual

Human Papillomavirus (HPV)


  Diposting tgl: 1 April 2012

Human papillomavirus (HPV) adalah kelompok lebih dari 100 jenis virus. Beberapa jenis menyebabkan kutil di telapak kaki dan tangan. Sekitar 40 jenis HPV dapat menginfeksi daerah genital: vulva, vagina, leher rahim, rektum, anus, penis, atau skrotum.

Infeksi HPV sangat umum. Sekitar 50% pria dan 75% wanita pernah terinfeksi HPV di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Namun, kebanyakan orang yang terinfeksi HPV tidak menyadarinya karena sebagian besar infeksi HPV tidak memberikan gejala apa pun.

Beberapa HPV berisiko rendah, hanya menyebabkan kutil kelamin (sering disebut “jengger ayam”).  Beberapa jenis HPV berisiko tinggi, dapat menyebabkan perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker serviks, kanker genital, kanker tenggorokan, dll.

Nama Lain : Tidak ada..

Gejala

Kebanyakan penderit HPV tidak mengalami gejala atau masalah kesehatan apa pun. Dalam 90% kasus, sistem kekebalan tubuh secara alami menghilangkan HPV dalam waktu dua tahun. Tapi, kadang-kadang, infeksi HPV tidak dihapus dan dapat menyebabkan:
  • Kutil kelamin (genital warts)
  • Kutil di tenggorokan (kondisi yang disebut papilomatosis pernapasan berulang).
  • Kanker serviks dan kanker lainnya yang kurang umum tapi serius, termasuk kanker vulva, vagina, penis, anus, dan orofaring (belakang tenggorokan, pangkal lidah dan amandel).
Jenis-jenis HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin tidak sama dengan jenis yang dapat menyebabkan kanker. Tidak ada cara untuk mengetahui orang yang mendapatkan HPV akan terus mengembangkan kanker atau masalah kesehatan lainnya.

Diagnosis

  • Infeksi HPV pada wanita biasanya diketahui dari hasil tes Pap smear. Pap smear adalah tes yang sangat penting untuk menemukan sel-sel abnormal pada leher rahim yang disebabkan oleh HPV.
  • Tes HPV untuk perempuan telah tersedia, tetapi hanya digunakan dalam situasi tertentu. Dokter dapat merekomendasikan tes HPV sebagai tindak lanjut Pap  smear yang menemukan sel abnormal atau ketika hasil Pap smear tidak jelas. Tes HPV tidak direkomendasikan untuk semua wanita karena HPV adalah infeksi yang sangat umum dan biasanya hilang tanpa menyebabkan masalah kesehatan. Untuk wanita usia 30 tahun ke atas, tes HPV dapat dilakukan bersamaan dengan Pap smear. Jika kedua tes hasilnya normal, seorang wanita memiliki risiko yang sangat rendah terkena kanker serviks. Dia tidak akan membutuhkan Pap smear dan tes HPV lagi selama tiga tahun. Ini mungkin adalah pilihan yang lebih menarik daripada mengambil Pap smear setiap tahun.
  • Saat ini tidak ada tes HPV untuk pria. Namun, hal itu memang tidak perlu karena infeksi HPV pada pria hampir selalu hilang sendiri tanpa menyebabkan masalah.
 

Cara Penularan

HPV ditularkan melalui kontak kelamin, paling sering saat berhubungan seks vaginal, anal atau oral. HPV dapat ditularkan bahkan ketika pasangan yang terinfeksi tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Pada kasus yang jarang, seorang ibu hamil yang memiliki HPV genital dapat menularkan virus itu kepada bayinya saat melahirkan. Anak ini kemudian mungkin mengembangkan papilomatosis berulang onset anak-anak (JORRP).

Pengobatan

Kutil kelamin dapat dihapus dengan obat-obatan resep. Sebagian orang memilih untuk tidak mengobati kutil karena mereka dapat hilang sendiri. Pengobatan juga tersedia untuk perubahan sel abnormal pada leher rahim yang disebabkan oleh HPV. Perawatan yang umum meliputi kolposkopi, krioterapi dan LEEP.

Prognosis

Meskipun sebagian besar infeksi HPV hilang dalam 8 sampai 13 bulan, sebagian lagi tidak. Infeksi HPV yang tidak hilang bisa bersembunyi di dalam tubuh hingga bertahun-tahun dan tidak terdeteksi.

Pencegahan

Pencegahan infeksi HPV dapat dilakukan dengan:
  • Vaksin HPV, yang dapat melindungi wanita terhadap dua jenis HPV penyebab 70 persen dari semua kasus kanker serviks.
  • Berhenti melakukan hubungan seks.
  • Jika Anda memilih untuk melakukan hubungan seks, gunakan kondom. Kondom dapat mengurangi risiko HPV, meskipun tidak seefektif  pencegahan terhadap infeksi lain seperti klamidia dan HIV.

Efek Kehamilan

Tidak ada pengaruh HPV terhadap kehamilan. Bahkan jika ibu memiliki jenis virus HPV yang menyebabkan kanker leher rahim, bayi dapat dilahirkan dengan aman.