web analytics

Jahe: Obat Tradisional Multiguna

Jahe (zingiber officinale) adalah tanaman yang telah digunakan manusia lebih dari 3.000 tahun. Kita dapat menemukan jejak penggunaannya dalam teks-teks kuno Cina dan India. Kata “zingiber” dalam bahasa Latin dan “ginger” dalam bahasa Inggris berasal dari kata “shringavera” dalam bahasa Sansekerta, yang berarti seperti tanduk rusa.

Jahe adalah bahan perniagaan yang sangat kuat antara Eropa dan Asia pada Abad Pertengahan yang diangkut melalui rute jalan sutera yang terkenal. Bahkan, jahe adalah salah satu rempah-rempah yang menjadi alasan untuk pencarian rute laut ke India. Jahe begitu dihargai oleh Spanyol sehingga mereka mendirikan perkebunan jahe di Jamaika pada tahun 1600-an.

Bumbu

Jahe dikonsumsi luas sebagai bumbu. Diperkirakan di India konsumsi harian rata-rata adalah 8 -10 gram akar jahe segar. Rasa pedas jahe yang khas terutama berasal dari gingerols, zat utama pada jahe segar. Jahe kering memiliki konsentrasi yang lebih rendah, sehingga rasanya cukup berbeda dari jahe segar.

Obat

Akar jahe telah lama digunakan dalam Pengobatan Tradisional Cina (TCM), terutama untuk melancarkan fungsi pencernaan, obat antimual, obat perdarahan dan rematik, dan bahkan untuk mengatasi kebotakan, sakit gigi, gigitan ular, dan masalah pernapasan. Jahe juga digunakan secara luas dalam Ayurveda, pengobatan tradisional India, untuk mencegah pembekuan darah (misalnya penyakit jantung koroner dan stroke), mengurangi kolesterol dan melawan radang sendi. Di Malaysia dan Indonesia, seduhan jahe diberikan kepada para ibu selama 30 hari setelah melahirkan untuk membantu menghangatkan tubuh dan melancarkan nifas. Dalam pengobatan Arab, jahe dianggap sebagai afrodisiak (obat perangsang fungsi seksual).

Di masa modern saat ini, pemanfaatan jahe semakin meluas. Jahe telah dibudidayakan secara luas di Asia, Afrika dan Karibia dan dimanfaatkan di seluruh dunia. Komisi E Jerman menyetujui penggunaan jahe sebagai pengobatan untuk dispepsia dan pencegahan infeksi.  Berbagai penelitian telah mengkonfirmasi manfaat kesehatan jahe yang telah terbukti selama ribuan tahun. Berikut adalah beberapa manfaat jahe yang telah diteliti secara ilmiah:

Dosis

Dosis jahe yang dianjurkan untuk konsumsi:

  • Minuman: seduh 1 sendok jahe dalam 150 ml air mendidih. Ambil 3 cangkir sehari.
  • Tambahkan 10 sampai 20 tetes minyak jahe untuk makanan.

Untuk pemakaian luar:

  • Gosokkan minyak jahe pada bagian tubuh yang sakit.

Jahe adalah salah satu obat herbal paling kuat yang mudah didapatkan dan bermanfaat luas. Pastikan Anda selalu memilikinya di rumah.


 alt=
Rekomendasi:

Labeur Jahe adalah jahe merah instan yang diproses secara modern, higienis dan tanpa zat pengawet.
Jahe merah dikenal memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi sehingga telah lama dipakai untuk campuran berbagai obat dan jamu.
Selain rasanya yang enak menghangatkan, jahe merah dipercaya dapat meningkatkan stamina dan kebugaran tubuh serta membantu mengatasi rematik, asam urat, masuk angin/perut kembung, nyeri persendian, pegal linu, sesak nafas, kesemutan, darah tinggi, stroke, tulang keropos, kolesterol tinggi, flu, pilek, demam, sulit tidur, dan susah buang air besar.

image: source

2 Komentar

  1. 24 April 2011    

    tanya,pantangan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bagi penderita/gejala kencing batu/batu ginjal?apa ini diantaranya
    ikan laut,kacang-kacangan,emping/mlinjo,sayuran.dll
    tlg jawabannya n sebelumnya terimakasih.

  2. dr Salma
    24 April 2011    

    @nur, coba baca artikel: Gejala dan Pencegahan Batu Ginjal.

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:
    Yaslim - 40 harga produk
    40ribu
    Yaslim