Jangan Sepelekan Masalah Anemia

Oleh: dr. Yohanes Antoni Liestyawan

14700555157_77cb2ab367_o Banyak orang sering mendengar tentang penyakit anemia, bahkan banyak pula yang menderita anemia. Namun tahukah Anda apakah sebenarnya anemia itu dari sudut pandang kedokteran serta bagaimana penanganan yang tepat?

Anemia, suatu istilah medis yang mungkin tidak asing di telinga kita, dalam bahasa awam biasa disebut kurang darah. Anemia sangat sering dijumpai dalam praktek sehari-hari dan sering tidak bergejala, sehingga kadang-kadang dianggap sepele oleh pasien karena merasa dirinya tidak sakit. Memang ada anemia yang terjadi secara fisiologis (normal) seperti pada kehamilan, hampir semua wanita hamil mengalami anemia, hal tersebut wajar dan tidak perlu dikhawatirkan selama tidak menimbulkan kelainan atau gejala yang bermakna. Namun bisa saja anemia, terutama yang telah berlangsung lama, merupakan tanda dari suatu penyakit yang telah lama diderita oleh pasien. Anemia yang telah berlangsung lama di antaranya bisa disebabkan oleh gangguan ginjal, liver, tumor ganas, dll.

Secara kedokteran, anemia didefinisikan sebagai penurunan jumlah sel darah merah/ eritrosit, sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan (Buku Ajar IPD FKUI Edisi IV). Seperti kita ketahui, oksigen memiliki peran yang sangat vital dalam metabolisme setiap sel tubuh kita. Secara praktis anemia ditunjukkan dengan penurunan kadar hemoglobin, hematokrit atau jumlah sel darah merah yang dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium sederhana yang dapat dilakukan di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Parameter yang paling umum dipakai adalah hemoglobin disusul hematokrit kemudian hitung sel darah merah. Pada umumnya ketiga parameter tersebut saling berkaitan.

Anemia sebenarnya bukanlah suatu penyakit, namun merupakan sebuah gejala dari suatu penyakit atau gangguan tertentu. Dengan kata lain selalu ada penyakit/gangguan yang mendasari terjadinya anemia. Hal ini penting untuk dipahami oleh awam karena tidak cukup hanya mengetahui dirinya menderita anemia lalu selesai permasalahan. Justru penyebab anemia itulah yang penting untuk dicari supaya dapat diatasi. Dengan mengatasi penyebab anemia tersebut otomatis gejala anemia akan menghilang atau minimal dapat berkurang. Jelas hal ini penting untuk efektifitas pengobatan pada pasien tersebut, sehingga tidak terjadi ketidaksesuaian pengobatan yang dapat merugikan pasien baik dari segi biaya maupun efek samping karena pengobatan yang tidak tepat.

Gejala anemia bervariasi berdasarkan penyakit yang mendasarinya, sehingga sangat banyak dan tidak mungkin dijelaskan satu persatu. Namun secara umum gejala seseorang yang menderita anemia adalah lemah, letih, lesu, mata berkunang-kunang, kepala sering terasa pening. Pada beberapa kasus yang berat bahkan pasien bisa menderita sesak nafas. Pada penampakan pasien terlihat pucat yang terutama terlihat pada kelopak mata bagian dalam. Tentunya gejala klinis ini harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium seperti yang telah dijelaskan di atas, barulah diagnosis anemia dapat ditegakkan.

Secara sederhana anemia dapat disebabkan oleh karena gangguan dalam pembentukan sel darah merah, perdarahan, atau proses penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat. Anemia yang disebabkan oleh gangguan pembentukan sel darah merah bisa disebabkan oleh kekurangan asupan zat-zat tertentu yang diperlukan dalam pembentukan sel darah merah, kerusakan dari pabrik pembuat sel darah merah yaitu sumsum tulang atau kerusakan ginjal yang berlangsung lama, karena ginjal berperan dalam pembentukan sel darah merah. Anemia karena perdarahan bisa disebabkan oleh karena kehilangan darah dalam jumlah banyak pada pasien kasus trauma (kecelakaan, luka bacok, luka tembak, dll) atau bisa saja karena perdarahan yang sudah lama terjadi dan tersembunyi seperti pada kasus perdarahan lambung atau cacingan, karena cacing jenis cacing tambang menghisap darah melalui saluran cerna. Anemia yang disebabkan oleh penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat antara lain bisa terjadi pada kasus pasien yang menderita penyakit autoimun seperti lupus, atau pada beberapa penyakit keturunan seperti thallasemia. Tentunya masih banyak penyebab anemia yang lain yang tidak dapat dijelaskan satu-persatu.

Setelah membaca uraian di atas Anda tentu paham bahwa ternyata penyebab anemia sangatlah banyak dan bervariasi. Jadi bila Anda divonis menderita anemia oleh dokter, jangan ragu untuk bertanya “dok, penyebabnya apa ya?”.

—————-
Tentang Penulis:
Yohanes Antoni Liestyawan adalah dokter umum pada RS Panti Rapih, Yogyakarta.

Photo credit: Raja Vudi through Flickr

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!