Penyakit Menular Seksual

Kandidiasis Vulvovaginalis


  Diposting tgl: 27 April 2012

Kandidiasis vulvovaginalis adalah infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita bawah (vagina dan vulva). Pada kondisi yang jarang, laki-laki juga dapat terkena infeksi sejenis, yang menyerang kepala penis dan disebut kandidiasis balanitis.

Sebagian besar kandidiasis vulvovaginalis disebabkan oleh jamur Candida albicans, sebagian kecil lainnya disebabkan oleh Candida glabrata, saccharomyces cerevisiae dan Trichosporon spp.

Candida merupakan organisme yang biasa berada dalam vagina. Perubahan lingkungan tertentu menyebabkan candida berkembang pesat melebihi normal dan menyebabkan gangguan.

Nama Lain : kandidiasis vulvovaginal, kandidiasis genitalis, kandidiasis.

Gejala

Beberapa wanita dengan kandidiasis tidak menunjukkan tanda atau gejala, dan sama sekali tidak menyadarinya. Bila ada, gejala khasnya meliputi:
  • vulva terasa gatal, sakit dan iritasi
  • kemerahan pada vagina dan vulva
  • keputihan, seringkali kental seperti keju tapi biasanya tidak berbau
  • rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks atau saat buang air kecil.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara (anamnesa) untuk melakukan diagnosis.  Untuk meyakinkan, dokter mungkin mengambil sampel pada vagina dengan kapas (swab). Swab tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk analisis. Pemeriksaan lab juga akan menunjukkan apakah gejala disebabkan oleh kondisi umum lainnya, seperti vaginosis bakteri atau trichomonas.

Cara Penularan

Meskipun biasanya tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual, kandidiasis kadang-kadang dapat ditularkan kepada pasangan setelah berhubungan seks vaginal, oral atau anal, selama foreplay atau dengan berbagi mainan seks. Kandidiasis umumnya bukan disebabkan oleh penularan. Kebanyakan wanita mendapatkan kandidiasis di beberapa titik dalam hidup mereka, tetapi paling umum pada wanita di usia tiga puluhan dan empat puluhan, dan pada mereka yang sedang hamil. Tidak jelas mengapa beberapa wanita lebih rentan terhadap kandidiasis daripada yang lain. Diabetes dan kondisi medis yang menyebabkan masalah dengan sistem kekebalan tubuh meningkatkan kerentanan. Pemicu potensial lainnya termasuk:
  • mengenakan pakaian ketat  yang mencegah ventilasi alami
  • minum antibiotik - sekitar 30 persen wanita memiliki kandidiasis karena ini
  • menggunakan produk yang mengiritasi vagina, seperti membasuh vagina dengan sabun (douching) atau mandi busa
  • mendapatkan kemoterapi.
Ada sedikit bukti bahwa menggunakan pembalut atau tampon merupakan faktor risiko untuk mengembangkan kandidiasis.

Pengobatan

Berbagai pilihan obat antijamur seperti klotrimazol, ekonazol dan mikonazol tersedia untuk mengobati kandidiasis, yang berbentuk tablet oral, obat yang dimasukkan ke dalam vagina Anda (pessaries) atau  krim.  Jika gejala  ringan, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobat an anti jamur singkat, biasanya selama satu sampai tiga hari. Jika gejala lebih parah, pengobatan akan lebih panjang.

Prognosis

Pemberian obat antijamur singkat tidak bekerja pada satu dari lima wanita. Dokter akan menilai pengobatan telah gagal jika gejala tidak hilang dalam waktu 7 sampai 14 hari. Jika hal ini terjadi, dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengambil  dosis antijamur reguler untuk pemeliharaan. Studi terbaru menunjukkan strategi tersebut dapat secara signifikan membantu mengurangi kekambuhan.

Pencegahan

Pencegahan kandidiasis adalah dengan mengurangi kerentanan yang meningkatkan peluang kejadiannya.
  • Basuh daerah vagina Anda dengan air saja. Hindari penggunaan sabun, gel mandi atau deodoran vagina.
  • Hindari menggunakan kondom lateks, krim spermisida dan pelumas jika menyebabkan iritasi. Sebaliknya, cobalah menggunakan kondom poliuretan.
  • Hindari memakai pakaian ketat yang terbuat dari serat buatan seperti nilon.
  • Bila memungkinkan, kenakan pakaian katun dan pakaian longgar daripada yang ketat.
  • Gunakan tampon yang nyaman dan tidak menimbulkan iritasi atau reaksi alergi.

Efek Kehamilan

Tidak ada efek kandidiasis terhadap kehamilan.