Kanker Ginjal: Penyebab dan Penanganannya

Ginjal adalah organ yang mengatur sekresi produk metabolisme dari darah. Tubuh kita memiliki dua ginjal yang terletak di belakang lambung, di depan otot punggung. Masing-masing ginjal berukuran sekepalan tangan. Pada bagian dalam ginjal terdapat arteri ginjal yang memasok darah ke ginjal dan vena ginjal yang membawa darah keluar dari ginjal. Di tengah kedua ginjal terdapat pasu atau rongga ginjal (pelvis renalis), yang mengumpulkan urin dan mengeluarkannya melalui ureter ke kandung kemih. Di atas ginjal terdapat kelenjar adrenal yang jauh lebih kecil.

Kanker ginjal adalah tumor ganas yang terjadi di ginjal. Dalam kebanyakan kasus, tumor berkembang dari dalam jaringan ginjal. Sangat jarang bahwa kanker ginjal tumbuh dari bagian tubuh lain yang menyebar ke ginjal. Kanker ginjal dapat menyebar ke luar ginjal, terutama ke ginjal lainnya dan ke kelenjar getah bening di dekatnya. Kanker ginjal juga dapat menyebar ke paru-paru, tulang, atau hati.

Tiga jenis kanker

Ada tiga jenis utama kanker ginjal: adenokarsinoma, kanker pasu ginjal dan tumor Wilms.

  • Renal adenokarsinoma/hipernefroma: jenis yang paling umum dan berkembang dari sel-sel yang sebagian besar di ginjal.
  • Kanker pasu ginjal/sel transisional:  jenis yang jarang, muncul dari sel-sel transisional, jaringan yang menopang ginjal di panggul. Sekitar tiga puluh persen penderita kanker pasu ginjal juga memiliki kanker saluran kencing dan kanker kandung kemih.
  • Tumor Wilms: tumor yang biasanya sudah hadir pada saat lahir atau berkembang dalam lima tahun pertama.

Penyebab

Kanker ginjal lebih umum pada orang di atas 40 tahun. Seperti halnya kanker lain, penyebab kanker ginjal tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa hal diketahui meningkatkan risikonya:

  • Merokok: kanker ginjal lebih sering menyerang orang yang merokok, karena asap rokok mengandung zat pemicu kanker (karsinogen). Karsinogen lainnya seperti pewarna kimia juga  meningkatkan risikonya.
  • Obesitas: Orang yang mengalami obesitas memiliki peningkatan risiko kanker ginjal.
  • Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko kanker ginjal.
  • Dialisis jangka panjang: Dialisis (cuci darah) adalah pengobatan untuk orang yang ginjalnya tidak bekerja dengan baik untuk membuang kotoran dari darah. Menjalani dialisis selama bertahun-tahun meningkatkan faktor risiko untuk kanker ginjal.
  • Genetik. Tumor Wilms  kadang-kadang menurun dalam keluarga.

Gejala

Pada awalnya, kanker ginjal sering muncul tanpa gejala. Ketika timbul gejala, keluganya antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Darah dalam urin
  • Nyeri di bagian belakang atau sisi pinggang
  • Benjolan di sisi pinggang atau perut
  • Kehilangan berat badan

Diagnosis

Dalam kasus kecurigaan kanker ginjal, dokter dapat meminta pemeriksaan USG, CT scan atau urografi ginjal intravena. Pemeriksaan lain mencakup urinalisis (pemeriksaan sampel urin), tes darah, dan mungkin juga biopsi.

Pengobatan

  • Bila ginjal rusak maka dapat diangkat melalui pembedahan. Ginjal lainnya dapat mengambil alih fungsinya. Bila kedua ginjal terpengaruh, transplantasi (cangkok) ginjal mungkin harus dilakukan apabila tidak ingin bergantung terus pada alat pencuci darah.
  • Jika kanker telah menyebar ke daerah lain mungkin perlu kemoterapi. Terkadang hormon progesteron alam dan kimiawi lain digunakan untuk melawan kanker .

Prognosis

Sekitar tujuh puluh persen penderita kanker ginjal yang menjalani operasi pengangkatan ginjal hidup lebih lama dari lima tahun. Jika kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh dari kemungkinan penyembuhannya sangat kecil. Terapi radiasi dapat memperlambat penyebaran dan mengurangi rasa sakit.

Catatan khusus mengenai Tumor Wilms

Ahli bedah Jerman Max Wilms menjelaskan penyakit ini untuk pertama kalinya pada tahun 1899. Kanker ginjal pada anak-anak ini juga disebut sebagai nefroblastoma, yang biasanya muncul antara kelahiran dan usia lima tahun. Insiden tumor Wilms kurang dari 1 per 800.000 anak.

Penyebab: tidak diketahui, tetapi tumor lebih sering terjadi pada anak-anak dengan beberapa kelainan genetik bawaan seperti sindrom Beckwith – Wiedeman, sindrom WAGR dan sindrom lain di mana anak lahir dengan kelebihan berat badan.

Gejala: pembengkakan di perut, rasa sakit atau ketidaknyamanan di perut, tekanan darah tinggi, dan kadang-kadang darah di dalam urin. Bila anak Anda mengalami gejala ini, segeralah menemui dokter .

Pengobatan: Jaringan ginjal yang terkena diangkat dengan pembedahan, biasanya setelah pengobatan dengan kemoterapi untuk mengecilkan tumor. Ginjal sehat yang tersisa bisa bekerja sendiri. Untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa kadang-kadang kemoterapi lanjutan diperlukan.

Dalam kasus langka, kedua ginjal harus diangkat dan selanjutnya anak akan tergantung pada dialisis dan memerlukan transplantasi ginjal.

————–
image source: riversideonline.com

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!