Kanker Ovarium Dapat Diketahui Lebih Dini

shahnaz haqueMenurut laporan WHO (2002), kanker ovarium adalah kanker dengan kasus baru terbanyak keempat di Indonesia setelah kanker payudara, rahim, dan kolorektal. Setiap tahun, ada 15 penderita baru kanker ini untuk setiap 100.000 wanita Indonesia.

Tingkat harapan hidup penderita kanker ovarium jauh lebih rendah dibandingkan kanker lainnya, terutama karena kanker ini cenderung terlambat didiagnosis, biasanya setelah menyebar ke bagian lain tubuh. Namun sebenarnya tingkat harapan hidup bisa mencapai lebih dari 90% jika kanker ini ditangani pada tahap 1, ketika kanker belum menyebar di luar ovarium.

Kanker ovarium paling sering dijumpai pada wanita berusia di atas 60 tahun, walaupun dapat juga terjadi pada wanita muda yang memiliki riwayat penyakit ini di keluarganya. Artis Shahnaz Haque adalah salah satu contoh penderita kanker ovarium di usia yang relatif muda karena faktor keturunan tersebut. Jika dua atau lebih perempuan dari pihak ayah atau ibu Anda pernah terdiagnosis kanker payudara atau kanker ovarium, Anda perlu kewaspadaan ekstra terhadap kanker ini.

Yang perlu diketahui oleh semua wanita adalah bahwa meskipun kadang-kadang kanker ovarium tidak menimbulkan keluhan apa pun sampai cukup lanjut, pada umumnya ada sejumlah gejala yang bisa diwaspadai. Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa empat gejala utama berikut seringkali dirasakan oleh wanita yang memiliki kanker ovarium:

  1. Nyeri perut atau nyeri panggul terus-menerus
  2. Perut kembung atau membesar secara persisten (bukan mengembang setelah makan besar dan mengempis kembali dalam beberapa jam)
  3. Merasa cepat kenyang setelah makan, atau mengalami masalah makan
  4. Lebih sering kebelet buang air kecil

Gejala-gejala di atas bisa saja disebabkan oleh penyakit lain, tetapi keterkaitan dengan kanker ovarium adalah persistensinya yaitu tidak datang-pergi dan terjadi hampir setiap hari. Selain itu, keterkaitannya lebih kuat bila gejala-gejala tersebut tidak pernah Anda rasakan sebelumnya.

Bila Anda adalah wanita yang memiliki gejala-gejala tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda. Namun jangan panik karena pada sebagian besar kasus, penyebabnya bukan kanker ovarium. Jika Anda khawatir gejala-gejala yang Anda rasakan mungkin disebabkan oleh kanker ovarium, sampaikan kepada dokter Anda kekhawatiran Anda. Dokter mungkin saja terlewat mempertimbangkan kemungkinan diagnosis sebagai kanker ovarium karena gejala-gejala tersebut cukup umum pada banyak penyakit. Dokter mungkin akan merujuk Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut bila memang diperlukan.

Berbeda dengan kanker payudara, prostat dan usus besar, saat ini belum ada tes skrining rutin untuk kanker ovarium. Tes darah yang disebut CA125 dan ultrasonografi masih diteliti kemungkinannya sebagai alat skrining. Plus-minus penggunaan metode-metode tersebut harus dipikirkan masak-masak, termasuk kemungkinan over-diagnosis dan efeknya yaitu pengobatan yang berlebihan.

——————-
Photo credit: kapanlagi.com

 

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!