18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Kegemukan di Usia Remaja, Penyakitan di Usia Dewasa

Kategori: Pengetahuan populer, Perawatan tubuh Blm ada komentar

Kegemukan di masa remaja tidak apa-apa, asalkan nanti ketika dewasa berat badannya kembali normal. Betul? Salah.

Menurut studi jangka panjang terhadap 37.674 tentara di Angkatan Bersenjata Israel (IDF) yang diikuti sejak usia 17 tahun selama rata-rata 17 tahun, berat badan di usia remaja meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung koroner di usia dewasa.Mr Americaphoto © 2006 Robin Corps | more info (via: Wylio)

Dalam studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine (April, 2011), BMI peserta dicatat pada awal penelitian dan setiap tahun kemudian. Selama masa tindak lanjut, BMI rata-rata peserta meningkat dengan laju 0,2 hingga 0,3 unit per tahun, mencapai rata-rata kenaikan berat badan sekitar 15 kg antara usia 17 dan 30. Dalam periode itu, 1173 peserta mengembangkan diabetes dan 327 mengembangkan penyakit jantung koroner.

Para peneliti menemukan bahwa risiko untuk mengembangkan diabetes dan penyakit jantung koroner meningkat setiap kenaikan BMI, bahkan jika BMI masih dalam batas normal (di bawah 25). Risiko tersebut independen terhadap faktor risiko lain untuk kedua penyakit, termasuk usia, glukosa darah puasa, lipid darah, tekanan darah, merokok, kebiasaan olahraga dan riwayat keluarga. Setiap peningkatan 1 unit BMI, risiko diabetes pada masa dewasa awal meningkat 10% dan risiko penyakit jantung meningkat 12%. Peningkatan risiko melonjak signifikan pada BMI di usia 17 melebihi 23,3 untuk penyakit diabetes dan melebihi 20,8 untuk penyakit jantung. Untuk diabetes, BMI di usia 17 meramalkan risiko terutama karena terkait dengan BMI di kemudian hari. Namun, untuk penyakit jantung, baik BMI pada masa remaja maupun BMI pada masa dewasa secara independen satu sama lain meramalkan risiko penyakit ini. Artinya, bila Anda kegemukan di usia 17 tahun, kemudian di usia dewasa Anda menjadi ramping, Anda memiliki risiko penyakit jantung koroner lebih tinggi dibandingkan dengan remaja kurus yang tumbuh menjadi dewasa ramping. Benih-benih penyakit jantung koroner berkembang sejak masa muda dan untuk waktu yang lama.

“Studi ini penting karena menunjukkan hubungan berbeda antara BMI dengan dua penyakit yang terjadi khususnya di masa dewasa awal. Studi sebelumnya tidak tegas mengkonfirmasi hubungan antara BMI pra-dewasa dengan penyakit di masa dewasa awal, walaupun anak-anak yang obesitas ekstrim memang lebih cenderung menjadi orang dewasa gemuk yang berisiko tinggi diabetes dan penyakit jantung,” jelas Prof Assaf Rudich, salah seorang peneliti.

Berat Badan Anda:
Tinggi Badan Anda:

Apa maknanya buat kita?

Sangat penting untuk mencegah obesitas di masa kanak-kanak dan remaja. Menjaga berat badan yang sehat sejak usia dini akan menekan risiko perkembangan diabetes dan penyakit jantung di usia dewasa. Kedua penyakit kronis itu sekali berkembang akan sulit dihilangkan, memerlukan biaya perawatan yang mahal dan berdampak besar pada kualitas hidup dan umur. Anda tidak pernah terlalu dini untuk mengembangkan gaya hidup sehat!

(Tips: gunakan kalkulator BMI di samping untuk pemantauan berat badan)

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Risiko Anda Terkena Serangan Jantung dan Stroke Mungkin Melebihi yang Diperkirakan
  • Komplikasi Diabetes Mellitus dalam Jangka Panjang
  • 10 Tips Mencegah Diabetes Mellitus
  • Apakah Berat Badan Anda Normal?
  • Konsumsi Daging Harian Memperpendek Umur

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.