Penyakit Menular Seksual

Klamidia


  Diposting tgl: 2 April 2012

Klamidia adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang ditularkan melalui kontak seksual. Ini adalah penyakit menular seksual yang paling umum. Klamidia dapat menginfeksi penis, vagina, leher rahim, dubur, saluran kencing, mata, atau tenggorokan.

Nama Lain : Tidak ada..

Gejala

Biasanya, klamidia tidak memiliki gejala. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki infeksi.  Jika ada,  gejala dimulai dalam waktu 5 sampai 10 hari setelah paparan infeksi. Gejala klamidia pada perempuan antara lain:
  • sekit perut
  • keputihan abnormal
  • perdarahan di luar menstruasi
  • demam ringan
  • hubungan seks menyakitkan
  • nyeri atau rasa terbakar saat kencing
  • pembengkakan di dalam vagina atau di sekitar anus
  • ingin buang air kecil melebihi biasanya
  • perdarahan vagina setelah berhubungan
  • keluarnya cairan kekuningan dari leher rahim yang mungkin memiliki bau yang kuat
Gejala klamidia pada pria antara lain:
  • nyeri atau rasa terbakar saat kencing
  • cairan bernanah atau seperti susu dari penis
  • testis bengkak atau lembek
  • pembengkakan di sekitar anus
Baik pada wanita maupun pria, klamidia dapat menyebabkan anus terasa gatal dan berdarah. Klamidia yang menginfeksi mata dapat menimbulkan kemerahan, gatal, dan tahi mata.  Klamidia yang menginfeksi tenggorokan dapat menyebabkan rasa sakit. Gejala klamidia mungkin hanya muncul di pagi hari dan mungkin ringan, terutama untuk pria. Itulah sebabnya banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Jika Anda atau pasangan Anda memiliki salah satu gejala yang tercantum di atas,  konsultasikan dengan dokter Anda. Hal ini terutama penting jika Anda sedang hamil.  

Diagnosis

Dokter mungkin cukup mendiagnosis dengan memeriksa tanda dan gejala yang dirasakan (anamnesa).  Namun,  dokter juga mungkin perlu memastikan dengan mengambil sampel urin dan sampel cairan dari penis, leher rahim, uretra, atau anus untuk diuji di laboratorium.

Cara Penularan

Bakteri Chlamydia trachomatis  berada dalam cairan mani dan vagina orang yang memiliki infeksi. Klamidia dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Siapa pun yang secara seksual aktif dapat mendapatkan dan menyebarkannya. Penularan dari ibu ke bayi selama proses kelahiran juga dapat terjadi. Klamidia tidak ditularkan melalui kontak biasa.

Pengobatan

Klamidia mudah diobati. Jika Anda memiliki klamidia, Anda hanya perlu minum antibiotik.  Untuk sementara, hubungan seks sebaiknya dihentikan selama pengobatan. Dengan begitu Anda dapat menghindari terinfeksi lagi. Beberapa dokter memberikan antibiotik juga untuk pasangan, jika Anda diketahui positif terinfeksi.

Prognosis

  • Klamidia yang diobati sejak dini tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Tidak semua penderita klamidia memiliki komplikasi. Namun, tanpa perawatan yang tepat infeksi dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Semakin lama Anda terinfeksi klamidia,  semakin besar kemungkinan Anda untuk mendapatkan komplikasi.
  • Pada wanita, klamidia dapat menyebar ke organ reproduksi lain yang menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Hal ini dapat mengakibatkan nyeri panggul kronis, saluran tuba tersumbat, infertilitas dan kehamilan ektopik (kehamilan yang berkembang di luar rahim, biasanya di tuba falopi). Pada wanita, klamidia juga dapat menyebar ke hati (liver) dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan.
  • Pada pria, klamidia dapat menyebabkan infeksi di testis dan mengurangi kesuburan. Klamidia dapat juga menyebabkan peradangan sendi pada pria. Hal ini dikenal sebagai artritis reaktif dan kadang-kadang disertai dengan peradangan pada saluran kencing dan mata, yang dikenal sebagai Sindrom Reiter. Hal ini lebih mungkin terjadi pada pria daripada wanita.

Pencegahan

Pencegahan klamidia dapat dilakukan dengan:
  • Menjauhkan diri dari hubungan seks lewat vagina, anal dan oral dengan pasangan yang terinfeksi.
  • Jika Anda memilih untuk melakukan hubungan seks, gunakan kondom.

Efek Kehamilan

  • Meskipun jarang, klamidia dapat ditularkan ke bayi dalam kandungan. Hal ini dapat menyebabkan peradangan dan debit di mata bayi (konjungtivitis) dan / atau pneumonia.
  • Klamidia dapat diobati dengan antibiotik ketika Anda sedang hamil dan ketika Anda sedang menyusui . Antibiotik tidak akan membahayakan bayi Anda.