Kontrasepsi

Kondom Pria


  Diposting tgl: 13 Maret 2012

Nama lain: Sarung penis, selubung karet, profilaksis, kondom..

Kondom pria adalah kantung  yang mewadahi sperma ketika seorang pria mencapai ejakulasi.  Kebanyakan kondom pria terbuat dari lateks tipis. Jenis polyurethane dan tactylon (keduanya plastik) juga tersedia, yang dapat digunakan oleh mereka yang alergi terhadap lateks. Ada juga kondom yang terbuat dari usus hewan, tetapi tidak mudah didapat.

Kondom tersedia dalam berbagai gaya dan warna, dan tersedia kering, dilumasi, dan dengan spermisida. Selain itu, kondom juga dapat tersedia dalam aneka rasa seperti rasa buah tertentu. Tampaknya kondom jenis itu ditargetkan untuk pemakaian seks oral (fellatio).

Metode Kerja

Kondom mencegah kehamilan dengan mengumpulkan air mani saat seorang pria berejakulasi. Hal ini membuat sperma tidak memasuki vagina. Kehamilan tidak dapat terjadi jika sperma tidak dapat bergabung dengan sel telur.

Cara Pemakaian

Kondom dipakai dengan menyarungkannya ke penis yang dalam keadan ereksi, sebelum hubungan seksual dilakukan.

Untuk contoh cara pemakaian kondom, silakan melihat video berikut:

Efektivitas

Efektivitas kondom sangat tergantung pada orang yang menggunakannya. Jika pria melepasnya tidak berhati-hati,  membiarkan pasangannya untuk merobek dengan giginya, atau baru memakai di tengah-tengah hubungan intim, hasilnya akan sangat mengurangi perlindungan yang ditawarkan. Penggunaan pelumas berbahan dasar minyak juga dapat membuat lubang di kondom lateks. Ketika digunakan dengan benar, efektivitas kondom pria adalah sekitar 98 persen. Ini berarti bahwa dengan penggunaan kondom, hanya sekitar 2 dari setiap 100 wanita yang hamil dalam setahun.

Kelebihan

  • Mudah untuk didapatkan dan relatif murah.
  • Dapat dihentikan setiap saat.
  • Menyediakan sejumlah perlindungan dari penyakit menular seksual dan HIV.
  • Metode yang handal bagi orang yang tidak dapat menggunakan metode kontrasepsi hormon.
  • Tanggung jawab pada kedua pasangan.
  • Dapat dibeli tanpa resep.
  • Tidak mengganggu menyusui.

Kekurangan

  • Bisa sedikit mengurangi kenikmatan hubungan seks.
  • Harus mengeluarkan biaya untuk membeli kondom. Kondom tidak boleh digunakan lagi setelah dipakai.
  • Harus disarungkan ke penis yang sedang ereksi sebelum berhubungan seksual, dapat menghentikan pemanasan.
  • Tumpahan atau bocoran sperma dapat terjadi jika kondom disimpan atau dilepaskan secara tidak benar.

Efek Samping

Beberapa orang mengalami iritasi atau sensitivitas terhadap lateks.