web analytics

Kontrasepsi

Metode Amenore Laktasi


  Diposting tgl: 7 April 2012

Nama lain: Menyusui sebagai kontrasepsi, kontrasepsi menyusui.

Metode amenore laktasi (MAL) adalah menggunakan menyusui untuk mencegah kehamilan. Metode kontrasepsi ini dapat cukup efektif, meskipun tidak selalu bekerja pada semua wanita. Kemampuannya mencegah kehamilan disebabkan oleh kondisi fisiologis di mana hormon yang mendukung produksi ASI menekan ovulasi dan menghentikan menstruasi.

Metode Kerja

Peningkatan kadar prolaktin yang terjadi dengan menyusui menghambat sekresi hormon pelepas gonadotropin.  Hal ini pada gilirannya mencegah sekresi estrogen dan ovulasi. Dengan penyapihan, tingkat prolaktin menurun dan ovulasi  akan kembali hadir dalam waktu 14 sampai 30 hari. Metode ini efektif bila memenuhi kriteria berikut :
  • Menyusui bayi secara teratur dengan jeda tidak lebih dari 4 jam antar pemberian ASI di siang hari atau 6 jam di malam hari
  • Pemberian ASI secara eksklusif, artinya makanan tambahan bayi tidak melebihi 5% sampai 10% dari total ASI. Pemberian makanan tambahan meningkatkan risiko ovulasi dan kehamilan, bahkan pada wanita yang tidak haid
  • Menyusui bayi secara langsung. Memeras ASI dengan tangan atau pompa tidak sekuat isapan bayi menyusu dan dapat mengurangi respon neuroendokrin ibu dan meningkatkan risiko ovulasi dan kesuburan.

Cara Pemakaian

Dengan pemberian ASI eksklusif secara teratur pada bayi.

Efektivitas

Efektivitas metode ini tergantung pada intensitas dan frekuensi menyusui bayi dan seberapa banyak makanan tambahan bayi. Wanita yang amenorik (tidak menstruasi) dan menyusui secara teratur mendapatkan perlindungan terhadap kehamilan untuk 6 bulan pertama setelah melahirkan sama dengan wanita yang menggunakan kontrasepsi pil kombinasi (efektivitas = 98%).

Kelebihan

  • MAL adalah metode kontrasepsi transisi yang paling sesuai untuk wanita yang berencana menyusui secara eksklusif selama minimal 6 bulan.
  • Tidak mengganggu hubungan seksual
  • Tidak memiliki efek samping apa pun
  • Mudah, tanpa biaya
  • Menyusui menyediakan bayi asupan gizi yang paling sempurna dan sehat, meningkatkan kekebalan dan mencegah penyakit
  • Menyusui membantu untuk membangun hubungan yang erat dan sehat antara ibu dan bayi.

Kekurangan

  • Perempuan yang memilih untuk menggunakan metode ini membutuhkan konseling selama periode prenatal, perinatal, dan postnatal untuk meningkatkan efektivitas.
  • Bagi wanita yang tidak menyusui secara eksklusif, kembalinya ovulasi dan menstruasi tidak dapat diprediksi sehingga meningkatkan risiko kehamilan.
  • Efektivitas tertinggi hanya pada 6 bulan pertama setelah kehamilan. Setelah 6 bulan, atau dengan dimulainya kembali menstruasi, kemungkinan ovulasi dan risiko kehamilan meningkat (meskipun dengan ASI eksklusif efektivitas MAL dalam 1 tahun masih tinggi, sekitar 94%).

Efek Samping

Tidak ada.