Merenungkan Lagi Bahaya Depresi

12470325765_d62acfa416_mPemberitaan heboh mengenai Marshanda yang konon menderita depresi belum berlalu ketika minggu lalu kita mendengar berita bunuh dirinya aktor Hollywood Robin Williams, yang juga menderita depresi berat. Beberapa hari kemudian menyusul berita seorang anggota TNI AD yang bunuh diri dengan terjun ke sungai karena depresi.

Depresi memang bukanlah kasus yang jarang. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), depresi adalah penyakit utama keempat di dunia. Riset di negara-negara maju menunjukkan bahwa sekitar satu dari empat wanita dan satu dari 10 laki-laki pernah memiliki minimal satu episode depresi berat dalam hidup mereka. Ancaman depresi meningkat pada mereka yang berusia remaja atau paruh baya (40-45 tahun), baru bercerai atau berpisah, kehilangan pekerjaan, hidup di kota, mencandu alkohol atau narkoba, dan memiliki riwayat keluarga penderita gangguan depresi. Namun tidak seorang pun bisa terhindar dari bahaya depresi. Terbukti bahwa ketenaran, kekayaan, keluarga yang utuh, pekerjaan, dll tidak bisa mencegah seseorang untuk mengalami depresi. Depresi dapat menimpa siapa saja.

Depresi memiliki berbagai tingkat keparahan. Anda bisa memiliki depresi ringan yang berlangsung beberapa minggu atau bulan, tetapi masih memungkinkan Anda untuk menjalani hidup “normal”. Depresi berat membuat Anda tidak dapat menjalani hidup normal dan bahkan ingin melakukan bunuh diri (sekitar 5-15% penderita depresi berkecenderungan bunuh diri). Episode depresi dapat berlangsung hanya sekali, berulang-ulang atau berjangka panjang sehingga membutuhkan pengobatan seumur hidup.

Sampai saat ini tidak ada tes darah atau alat diagnosis seperti CT scan, dll yang bisa membantu diagnosis apakah Anda mengidap depresi atau tidak. Kuesioner tertentu seperti yang dapat Anda selesaikan sendiri di sini, dapat menjadi indikasi awal apakah Anda sedang depresi. Bila Anda merasa perlu bantuan, segeralah berkonsultasi dengan psikater. Depresi adalah penyakit yang dapat disembuhkan, semakin awal mengatasinya semakin baik peluangnya.

Menyadari situasi kejiwaan Anda dan mendapatkan bantuan kejiwaan yang tepat dapat membantu Anda menghindari bahaya depresi. Namun kadang-kadang, seperti dalam kasus Robin Williams, bahkan bantuan apa pun tidak cukup apabila kontrol diri tidak dapat mengalahkan dorongan kuat dari depresi untuk melakukan bunuh diri.

———–
Photo credit: Sarah Jalil through Flickr

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!