Kontrasepsi

Metode Berbasis Kalender


  Diposting tgl: 15 April 2012

Nama lain: Metode kalender.

Metode kontrasepsi berbasis  kalender mencegah kehamilan dengan memantau masa subur selama siklus menstruasi. Untuk menggunakan metode ini, seorang wanita memonitor panjang siklus menstruasi dalam jangka waktu enam bulan untuk mengetahui berapa hari siklus biasanya berlangsung. Dia kemudian melacak kemajuan yang dilalui dalam setiap siklus masa depan sejak hari pertama perdarahan haid. Dengan melakukan hal ini, seorang wanita dapat menentukan apakah dia subur atau tidak pada hari tertentu dari siklus menstruasi dan menghindari hubungan seksual pada hari tersebut.

Metode Kerja

Metode ini bekerja dengan memungkinkan wanita untuk menghindari hubungan seksual atau menggunakan metode kontrasepsi alternatif selama masa subur dalam siklus menstruasi mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan hanya subur sekitar enam hari dalam siklus menstruasi mereka, dan bahwa masa subur bertepatan dengan ovulasi. Ketika telur dilepaskan dari ovarium dan memasuki saluran tuba,  fertilisasi dapat terjadi. Jika telur tidak dibuahi, dia akan berjalan melalui tabung dan dikeluarkan melalui lubang vagina. Proses ini memakan waktu sekitar 24 jam, dan hanya dalam 24 jam itulah pembuahan telur dapat terjadi. Namun, sperma dapat bertahan hidup dalam saluran tuba sampai lima hari. Hal ini berarti bahwa jika seorang wanita memiliki hubungan seks tanpa kondom dalam 5 hari sebelum ovulasi, ada kemungkinan bahwa ada sperma yang masih hidup dan memiliki kapasitas untuk membuahi sel telur, tetap berada di saluran tuba sampai ovulasi terjadi. Oleh karena itu, wanita dianggap subur selama enam hari, bukan 24 jam. Pada kebanyakan dari siklus menstruasi, ovulasi terjadi pada pertengahan siklus. Bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi standar (antara 26-32 hari lamanya), 94% wanita mengalami ovulasi dalam waktu 4 hari dari titik tengah siklus mereka. Jadi dengan menghitung titik tengah dari siklus, wanita juga bisa mengetahui kapan mereka berpotensi subur, dan kapan mereka pasti subur. Seks kemudian dapat dihindari atau metode alternatif kontrasepsi digunakan pada hari-hari subur tersebut.

Cara Pemakaian

Ada beberapa metode berbasis kalender yang tersedia:

Metode hari standar

Metode standar melibatkan penghitungan hari-hari subur dalam siklus menstruasi. Untuk menggunakan metode ini secara efektif, wanita harus:

  • Menetapkan hari pertama perdarahan haid sebagai hari pertama siklus menstruasi.
  • Melacak hari-hari dari siklus menstruasi menggunakan kalender.
  • Menghindari hubungan seks antara hari 8-19 dari siklus menstruasi, karena itu adalah masa subur. Bila ingin berhubungan seks dalam periode ini, harus menggunakan metode kontrasepsi lain.
  • Metode ini memberikan perlindungan 95% efektif antara hari 1-7 dari siklus menstruasi, dan hari 20 sampai dimulainya periode perdarahan haid berikutnya.

Metode hari standar hanya cocok untuk digunakan oleh wanita dengan siklus menstruasi 26-32 hari panjangnya. Metode ini harus digunakan dengan hati-hati oleh wanita dengan siklus haid tidak teratur (misalnya perempuan menjelang menopause).

Metode kalender ritmik

Metode kalender ritmik adalah metode di mana seorang wanita menghitung hari subur dan tidak subur dari siklus menstruasinya berdasarkan panjang siklusnya sendiri (bukan panjang siklus standar seperti halnya pada metode hari standar hari).  Metode kalender ritmik cocok untuk wanita dengan siklus haid tidak teratur, atau yang panjang siklusnya kurang dari 26 atau lebih dari 32 hari.

Untuk menggunakan metode ini, pengguna harus:

  • Melacak lamanya siklus menstruasi mereka selama sedikitnya enam bulan sebelum memulai metode.
  • Melanjutkan pemantauan panjang siklus menstruasi dan selalu menggunakan enam siklus menstruasi terbaru untuk menghitung hari subur.
  • Menghitung hari pertama masa subur, wanita tersebut harus mengurangi 18 dari jumlah hari terpendek siklus menstruasi pada periode enam bulan. Hasilnya adalah hari pertama dalam siklus menstruasi di mana dia akan menjadi subur. Sebagai contoh, jika siklus  terpendek  seorang wanita adalah 24 hari, hari subur pertamanya adalah 6 hari setelah hari pertama perdarahan haid.
  • Menghitung hari subur terakhir, wanita tersebut harus mengurangi 11 dari jumlah hari terpanjang siklus menstruasinya.  Sebagai contoh, jika siklus terpanjang adalah 35 hari, wanita itu akan tidak subur dari hari 26 siklus.
  • Menghindari hubungan seks antara hari pertama masa subur s.d. hari terakhir masa subur. Bila ingin berhubungan seks dalam periode ini, harus menggunakan metode kontrasepsi lain.

 

Efektivitas

  • Metode hari standar 95% efektif. Dalam prakteknya metode hari standar hanya sekitar 88% efektif, karena pasangan yang menggunakan metode ini tidak selalu menghindari seks selama periode subur. Namun, karena sekitar 85% perempuan aktif secara seksual yang tidak menggunakan segala bentuk kontrasepsi akan hamil dalam waktu satu tahun, metode ini masih memberikan perlindungan yang jauh lebih tinggi daripada tidak menggunakan kontrasepsi sama sekali.
  • Metode kalender ritmik 91% efektif ketika digunakan sesuai dengan pedoman.

Kelebihan

  • Alami dan tidak menyebabkan efek samping.
  • Tidak memerlukan perangkat atau prosedur khusus.
  • Tidak ada biaya apapun.
  • Wanita menjadi lebih memahami siklus menstruasi mereka ketika mereka menggunakan metode ini.

Kekurangan

  • Perempuan harus memantau panjang siklus menstruasi mereka untuk menggunakannya secara efektif.
  • Metode hari standar hanya cocok untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur.
  • Pemantauan konstan yang diperlukan dalam metode kalender ritmik mungkin sulit bagi beberapa wanita.
  • Metode kontrasepsi tambahan atau pantangan seks diperlukan pada sebagian besar siklus menstruasi.
  • Efektivitas relatif rendah.
  • Tidak melindungi terhadap PMS.

Efek Samping

Tidak ada.