web analytics

Kontrasepsi

Metode Pemantauan Lendir Serviks


  Diposting tgl: 15 April 2012

Nama lain: pemantauan lendir, metode billing.

Metode pemantauan lendir serviks adalah metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang mengandalkan pemantauan perubahan pada lendir leher rahim sepanjang siklus menstruasi. Karena keberadaan dan sifat lendir serviks bervariasi pada berbagai tahap siklus menstruasi, sebagai tanggapan terhadap perubahan hormon dan tingkat kesuburan, wanita dapat menentukan kapan mereka subur dan tidak subur, berdasarkan perubahan pada lendir leher rahim mereka.

Agar metode ini bekerja secara efektif sebagai kontrasepsi, perempuan kemudian harus menghindari hubungan seks lewat vagina selama masa subur atau menggunakan metode kontrasepsi alternatif jika mereka berhubungan seks.

Metode Kerja

Metode lendir serviks, seperti metode kesadaran kesuburan lain, bekerja dengan memungkinkan perempuan untuk menghindari seks dalam periode ketika mereka subur. Dengan demikian, sperma tidak bertemu dengan telur dan kehamilan tidak terjadi. Metode ini cocok untuk semua wanita yang memiliki siklus menstruasi dan dapat memantau perubahan pada lendir serviks mereka setiap hari (misalnya, mereka merasa nyaman untuk menyentuh tubuh sendiri dan memasukkan jari ke dalam vagina). Penggunaan metode ini harus ditunda pada wanita yang:
  • Baru memakai pil kontrasepsi darurat. Pemantauan ditunda sampai cairan vagina normal kembali, biasanya pada awal siklus menstruasi berikutnya.
  • Baru melahirkan. ¬†Pemantauan ditunda sampai siklus menstruasi kembali teratur, biasanya enam bulan bagi yang menyusui dan empat minggu bagi yang tidak menyusui.
  • Memiliki keputihan. Keputihan abnormal dapat menunjukkan kondisi serius seperti infeksi menular seksual. Wanita harus menunda penggunaan metode pemantauan lendir serviks sampai keputihan menghilang.

Cara Pemakaian

Ada beberapa metode pemantauan perubahan lendir serviks. Semua metode mensyaratkan wanita untuk menghindari seks vaginal atau menggunakan metode kontrasepsi alternatif selama masa subur.

Metode ovulasi

Metode ovulasi (juga disebut metode Billings) membutuhkan pemantauan keberadaan dan sifat lendir serviks. Wanita yang menggunakan metode ini harus:

  • Menghindari hubungan seks vagina pada hari-hari perdarahan menstruasi berat, lendir serviks dapat muncul pada masa ini ¬†(menandakan kesuburan)¬†tetapi sulit untuk dideteksi. Banyak wanita salah mengira bahwa mereka tidak dapat menjadi hamil selama menstruasi. Meskipun resikonya sangat kecil, terutama bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, bagi mereka yang memiliki siklus pendek atau masa perdarahan haid yang panjang, perdarahan dapat tumpang tindih dengan masa subur, yang dimulai lima hari sebelum ovulasi. Hal ini karena sperma dapat bertahan hidup dalam rahim sampai lima hari setelah ejakulasi.
  • Memeriksa lendir serviks setiap hari, di sore hari, setelah perdarahan selesai.
  • Berhubungan seks hanya di malam hari, karena keberadaan air mani dapat membuat sulit untuk mendeteksi lendir serviks.
  • Menghindari berhubungan seks dua hari berturut-turut pada periode antara perdarahan menstruasi dan lendir serviks.
  • Menganggap dirinya subur pada hari dia melihat lendir serviks dengan warna atau konsistensi apa pun.
  • Melanjutkan pemantauan lendir serviks dari saat mereka muncul, sampai setelah “hari puncak”. Pada hari puncak, lendir serviks akan menjadi bening, basah dan lentur. Setelah hari puncak, lendir akan menjadi lebih kering dan lengket.
  • Menganggap dirinya subur selama tiga hari setelah hari puncak.
  • Menghindari hubungan seksual tanpa pelindung pada hari-hari subur.

Metode dua hari

Metode dua hari adalah metode pemantauan lendir serviks yang disederhanakan. Tidak seperti metode ovulasi, metode ini tidak memerlukan seorang wanita untuk memantau perubahan dalam sifat lendir serviksnya (misalnya warna, konsistensi). Sebaliknya, seorang wanita hanya perlu memantau kapan lendir serviks pertama kali muncul dalam siklus menstruasinya. Wanita yang menggunakan metode ini harus:

  • Memantau lendir serviks mereka setiap hari. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan jari, memeriksa cairan pada pakaian dalam, atau menggunakan tisu. Kehadiran air mani atau darah menstruasi dapat membuat pemantauan keberadaan lendir serviks lebih sulit.
  • Menganggap dirinya subur ketika mereka menemukan lendir serviks dalam dua hari berturut-turut.
  • Menganggap dirinya subur sampai mereka tidak memiliki lendir serviks selama dua hari berturut-turut (yaitu, sampai mereka memiliki dua hari kering).
  • Menggunakan metode kontrasepsi alternatif atau menjauhkan diri dari hubungan seksual di masa subur.

Efektivitas

Ketika digunakan dengan benar, metode ini 96-97% efektif dalam mencegah kehamilan dalam tahun pertama pemakaian. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa wanita menjadi lebih percaya diri dengan proses pemantauan dari waktu ke waktu, dan hal itu dapat meningkatkan efektivitasnya dalam jangka panjang. Efektivitas menurun jika tidak digunakan dengan benar (misalnya jika hubungan seksual tanpa kondom terjadi pada masa subur). Efektivitas metode pemantauan lendir serviks dalam mencegah kehamilan sangat tergantung pada kerja sama dari suami, untuk tidak bersenggama atau menggunakan kontrasepsi alternatif saat masa subur. Oleh karenanya, perempuan yang memilih untuk menggunakan metode pemantauan lendir serviks sebaiknya mengunjungi klinik keluarga berencana bersama suaminya, sehingga keduanya bisa sama-sama belajar tentang metode ini.

Kelebihan

  • Alami dan tidak menyebabkan efek samping
  • Tidak memerlukan perangkat atau prosedur khusus
  • Tidak ada biaya apapun
  • Wanita menjadi lebih memahami siklus menstruasinya
  • Cocok untuk wanita dengan panjang siklus yang tidak teratur (siklus <26 hari atau> 32 hari) yang tidak dapat menggunakan metode kalender.

Kekurangan

  • Harus memantau perubahan lendir serviks setiap hari. Hal ini membuat metode ini tidak tepat bagi sebagian wanita (misalnya mereka yang memiliki keputihan yang tidak biasa atau tidak nyaman untuk memeriksa lendir).
  • Mungkin memerlukan perubahan praktek seksual
  • Perlu metode kontrasepsi tambahan jika pasangan ingin melakukan hubungan seks vaginal dalam masa subur
  • Tidak melindungi terhadap PMS.

Efek Samping

Tidak ada efek samping.