web analytics

Kontrasepsi

Metode Pemantauan Suhu Tubuh Basal


  Diposting tgl: 16 April 2012

Nama lain: Metode suhu tubuh, metode termometer.

Metode kontrasepsi ini mengandalkan pemantauan suhu tubuh basal setiap hari. Suhu tubuh basal adalah suhu tubuh pada saat bangun tidur, sebelum melakukan aktivitas fisik. Pengguna harus mencatat hasil pemantauannya setiap hari, sehingga dia dapat membandingkan perubahan suhu dari hari ke hari.

Suhu tubuh seorang wanita berubah di sepanjang siklus menstruasi, bertepatan dengan perubahan hormonal yang menunjukkan tahap subur dan tidak subur dari siklus. Dengan memonitor suhu tubuhnya setiap hari, seorang wanita dapat menentukan hari-hari di mana dia subur dan tidak subur.

Metode Kerja

Suhu tubuh seorang wanita naik sedikit setelah ovulasi pada sekitar pertengahan siklus menstruasinya. Sebagai contoh, seorang wanita dengan siklus normal menstruasi 28 hari akan mengalami ovulasi sekitar dua minggu setelah perdarahan menstruasi terakhir dan sekitar dua minggu sebelum perdarahan menstruasi berikutnya. Ovulasi terjadi sebagai respon terhadap peningkatan kadar hormon progesteron dalam tubuh wanita. Setelah ovulasi, kadar progesteron menurun, yang menyebabkan suhu tubuh wanita akan meningkat sedikit. Dengan demikian, seorang wanita dapat mengetahui kapan ovulasi telah berlalu dan masa suburnya berakhir dengan memonitor suhu tubuh basal setiap hari. Setelah kenaikan suhu, dia bisa yakin bahwa dia tidak subur, sampai siklus menstruasi dimulai lagi. Wanita  yang menggunakan metode ini menghindari seks atau menggunakan metode kontrasepsi alternatif  sejak hari pertama siklus menstruasi (hari ketika perdarahan haid dimulai) sampai kenaikan suhu tubuh basal terjadi (menunjukkan ovulasi telah berlalu). Ovulasi memakan waktu sekitar 24 jam. Telur yang dilepas oleh indung telur akan bergerak melalui tuba falopi menuju rahim. Jika bertemu dengan sperma pada saat itu, wanita tersebut menjadi hamil. Jika tidak ada sperma, telur akan terus berjalan melalui pembukaan rahim dan ke dalam vagina, di mana dia akan dikeluarkan dari tubuh. Meskipun seorang wanita hanya subur dalam 24 jam setelah ovulasi (waktu telur masih berada di tubuhnya), sperma dapat bertahan dalam rahimnya sampai lima hari setelah hubungan seksual. Jadi seorang wanita juga bisa hamil jika dia berhubungan seks tanpa menggunakan kontrasepsi dalam lima hari sebelum ovulasi. Karena tidak ada perubahan suhu yang menunjukkan awal ovulasi, wanita perlu menghindari seks tanpa kontrasepsi sejak awal siklus menstruasi sampai suhu tubuh meningkat.

Cara Pemakaian

Langkah-langkah dalam metode ini mencakup:

  • Mengukur suhu tubuh basal setiap hari, sebelum turun dari tempat tidur, makan atau melakukan aktivitas fisik.
  • Mencatat hasil pengukuran suhu tubuh basal pada grafik setiap hari, sehingga tren suhu tubuh mudah terlihat.
  • Memantau bila ada sedikit peningkatan suhu 0,2-0.5 derajat C, yang menunjukkan ovulasi telah berlalu.
  • Tidak melakukan hubungan seks atau menggunakan kontrasepsi alternatif sejak hari pertama siklus menstruasi (dimulainya pendarahan menstruasi) sampai tiga hari setelah kenaikan suhu 0.2-0.5 derajat C.

Kebanyakan wanita dapat memantau suhu tubuh basal pada sebagian besar waktu. Namun, pada saat-saat ketika mereka memiliki kondisi yang menyebabkan suhu tubuh berubah (misalnya penyakit yang menyebabkan demam), metode suhu tubuh basal akan sulit untuk digunakan dan diandalkan. Wanita dengan kondisi yang mempengaruhi suhu tubuh mereka harus menggunakan kontrasepsi alternatif atau menghindari seks sampai suhu tubuhnya stabil.

Seperti semua metode berbasis kesadaran kesuburan lain, kerja sama dari suami dibutuhkan, sehingga sangat penting dia juga memahami bagaimana metode ini bekerja dan mengapa kadang-kadang perlu untuk menggunakan alat kontrasepsi atau pantang berhubungan seksual. Mengajak suami saat mendatangi dokter atau klinik keluarga berencana memungkinkan Anda untuk sama-sama menerima informasi mengenai penggunaan metode ini.

Efektivitas

Efektivitas metode pemantauan suhu tubuh basal adalah 99% pada tahun pertama penggunaan, jika digunakan dengan benar dan konsisten. Namun, metode ini kurang efektif jika wanita tidak memonitor suhunya dengan akurat atau jika dia berhubungan seks tanpa pelindung di masa subur. Karena banyak wanita mengalami kesulitan untuk menggunakan metode ini dengan benar dan konsisten, sekitar 25% dari mereka yang menggunakan metode ini menjadi hamil dalam tahun pertama penggunaan. Angka ini juga khas pada metode kesadaran kesuburan lainnya seperti metode berbasis kalender dan metode pemantauan lendir serviks. Beberapa kesulitan penggunaan dapat disebabkan oleh pengaruh eksternal (misalnya suhu lingkungan naik)  sehingga suhu wanita meningkat dan dikira bahwa ovulasi telah berlalu, padahal belum. Namun ada juga bukti bahwa banyak wanita yang merasa kerepotan untuk memantau suhu tubuh setiap hari.

Kelebihan

  • Alami dan tidak menyebabkan efek samping.
  • Wanita menjadi lebih memahami perubahan tubuh mereka yang terjadi selama siklus menstruasi.
  • Sangat efektif, bila dilakukan dengan benar.

Kekurangan

  • Tidak cocok untuk digunakan sementara wanita memiliki kondisi kesehatan yang menyebabkan kenaikan suhu tubuh, misalnya penyakit menular.
  • Membutuhkan pemantauan dan pencatatan harian suhu tubuh pada waktu yang sama setiap hari.
  • Masa subur dimulai pada awal siklus menstruasi (dibandingkan dengan metode berbasis kesadaran kesuburan lain di mana seorang wanita dapat menentukan apakah dia subur pada 5-7 hari pertama dari siklus).
  • Tidak melindungi terhadap infeksi PMS.

Efek Samping

Tidak ada.