18 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Nyeri Dada Tidak Selalu Karena Masalah Jantung

Kategori: Gejala Penyakit Blm ada komentar

Nyeri dada hampir selalu menyebabkan kecemasan karena lokasinya berada di dekat jantung. Oleh karena itu, keluhan tersebut termasuk yang paling sering dikonsultasikan ke dokter. Padahal, penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan jantung.

Manifestasi nyeri dada dapat berbeda-berbeda tergantung penyebabnya. Rasa nyeri mungkin dirasakan hanya di satu sisi atau di kedua sisi dada, terbatas atau menjalar sampai ke punggung atau lengan, berlangsung singkat atau lama, terjadi pada saat istirahat atau ketika beraktivitas/bernafas. Rasa nyeri sering terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti mual, muntah, sesak nafas, berkeringat, atau gelisah.

Penyebab

Nyeri dada dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu jantung dan non-jantung. Penyebab paling umum nyeri dada karena masalah jantung adalah angina pektoris (sesak dada karena otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen). Masalah jantung lain yang menyebabkan nyeri dada antara lain adalah cacat katup jantung, penyakit otot jantung, gangguan irama jantung, dan peradangan pada perikardium atau otot jantung (miokarditis).
Penyebab non-jantung dari nyeri dada termasuk:

  • Penyakit gangguan asam lambung/ maag
  • Radang selaput dada (pleuritis)
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti kejang esofagus, ruptur di tenggorokan (esofagus pecah), peradangan pankreas (pankreatitis), radang kandung empedu
  • Penyakit paru-paru seperti embolisme paru, pneumotoraks, infeksi paru (pneumonia), kanker paru
  • Penyakit arteri utama (aorta), seperti aneurisma aorta, diseksi aorta
  • Gangguan otot dan dinding dada, seperti luka (memar, tegang otot, tulang rusuk patah) atau metastasis kanker
  • Mengkonsumsi obat-obatan seperti triptans, ergotamine, kokain
  • Gangguan kejiwaan seperti kecemasan, kepanikan dan depresi

Selain itu, ada penyakit lain seperti herpes zoster, sarkoidosis atau lupus eritematosus sistemik yang rasa sakitnya dapat dirasakan di daerah dada.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis, dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memahami lebih rinci rasa nyeri yang dirasakan. Hal itu mencakup pertanyaan tentang:

  • Di mana lokasi nyeri, kapan dirasakan dan bagaimana rasanya (menggigit, menusuk, membakar).
  • Apakah rasa sakit terkait dengan gerakan tubuh atau posisi tubuh tertentu, saat bernafas atau makan.

Selain itu, dokter akan menanyakan penyakit sebelumnya dan faktor risiko lain yang mungkin ada. Dengan menggunakan stetoskop, dokter lalu memonitor suara jantung dan nafas Anda untuk mengetahui apakah ada kelainan.

Diagnosis standar nyeri dada termasuk elektrokardiogram (EKG) dan tes darah. Penyelidikan lebih lanjut mungkin dilakukan dengan ultrasound, sinar-X, CT scan atau gastroskopi untuk mengetahui lebih jelas masalah jantung, paru-paru atau lambung yang mendasari.

Pengobatan

Nyeri dada bukanlah penyakit tersendiri tetapi gejala suatu penyakit. Pengobatan hanya dilakukan setelah penyakit yang mendasarinya diketahui.

Nyeri dada dalam serangan akut angina pektoris, misalnya, dapat dihentikan cepat dengan nitrogliserin (trinitrat gliseril) yang diambil sebagai semprotan. Dalam serangan jantung, aliran darah ke otot jantung diperlancar dengan obat pengencer darah seperti aspirin, heparin atau dengan pelebaran arteri koroner yang tersumbat, misalnya, dengan menggunakan balon (balonisasi).

Bila penyebabnya adalah gangguan asam lambung (maag) maka pengobatan dilakukan untuk mengurangi produksi asam lambung atau menetralisir asam, misalnya dengan pemberian omeprazole, ranitidin dan antasid.


Rekomendasi:

Golden Apialli adalah kombinasi beberapa ekstrak tanaman obat yang berkhasiat mengendalikan tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu: akar alang-alang (imperata cylindrica), tempuyung (sonchus arvensis), seledri (apium graviolens), jagung (zeamays) dan cangkudu (alium album) yang dikomposisi secara seimbang.

Manfaat: membantu menjaga tekanan darah, melancarkan sirkulasi darah dan menyehatkan jantung.

image: source

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Serangan Jantung
  • 5 Langkah untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
  • Risiko Anda Terkena Serangan Jantung dan Stroke Mungkin Melebihi yang Diperkirakan
  • Apakah Kopi Berbahaya Bagi Pasien Jantung?
  • Komplikasi Diabetes Mellitus dalam Jangka Panjang

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.