Penyakit

Obesitas


  Diposting tgl: 5 Mei 2012

Obesitas adalah kondisi di mana Anda memiliki BMI = 30,0 atau lebih, yang mengindikasikan bahwa berat Anda setidaknya 20 persen di atas berat badan sehat maksimum untuk tinggi badan Anda. Untuk mengukur BMI Anda, silakan menggunakan kalkulator BMI.

Obesitas merupakan masalah serius karena dapat menyebabkan banyak sekali masalah kesehatan akibat stres fisik terhadap organ-organ tubuh dan sendi-sendi serta stres psikologis seperti depresi.

Gejala

Gejala obesitas terkait dengan komplikasi penyakit yang disebabkannya. Penderita obesitas dapat mengeluhkan masalah seperti sesak napas, berkeringat berlebihan, mendengkur, sulit tidur, ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas fisik secara tiba-tiba, merasa sangat lelah setiap hari, sakit punggung dan nyeri sendi.

Komplikasi

Penderita obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi untuk kondisi medis yang serius seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, batu empedu, penyakit liver, osteoartritis sleep apnea, kanker (prostat, kolon, payudara dan rahim) dan depresi. Semakin gemuk seseorang, semakin besar kemungkinan mereka memiliki masalah medis yang berkaitan dengan obesitas tersebut. Selain komplikasi medis, obesitas juga terkait dengan masalah psikososial seperti rendah diri, diskriminasi, kesulitan mencari pekerjaan, dan berkurangnya kualitas hidup.

Penyebab/Faktor Risiko

Obesitas terjadi ketika tubuh Anda mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada membakarnya, yang disebabkan oleh:.
  • Makan berlebihan dan kurang olah raga
  • Gangguan hormonal seperti hipotiroidisme
  • Obat-obatan kortikosteroid
  • Masalah psikologis seperti harga diri rendah, rasa bersalah, stres emosional, atau trauma yang mendorong makan berlebihan
  • Faktor genetik tertentu yang menyebabkan kenaikan nafsu makan dan metabolisme rendah

Diagnosis

Diagnosis obesitas biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik yaitu pengukuran BMI. Klasifikasi BMI untuk obesitas adalah sbb:
  • 30,0-34,9: obesitas kelas I
  • 35,0-39,9: obesitas kelas II
  • 40 atau lebih: obesitas kelas III
Dokter juga dapat menggunakan pengukuran lain seperti lingkar pinggang untuk mengevaluasi risiko kesehatan yang berhubungan dengan kelebihan lemak perut.

Pengobatan

  • Perubahan diet: mengurangi jumlah kalori yang dimakan
  • Latihan dan aktivitas fisik:  setidaknya 150 menit seminggu aktivitas fisik intensitas sedang. Untuk mencapai penurunan berat badan yang signifikan, 250 sampai 300 menit latihan seminggu
  • Perubahan perilaku: terapi atau intervensi kesehatan mental untuk membantu mengatasi masalah emosional dan perilaku yang berhubungan dengan makan.
  • Obat penurunan berat badan: bekerja untuk menghambat pencernaan dan penyerapan lemak  atau mengurangi nafsu makan dan membuat Anda merasa kenyang, sehingga Anda makan lebih sedikit.
  • Bedah yang disebut operasi bariatrik. Operasi ini menurunkan berat badan dengan membatasi jumlah makanan yang dapat  Anda makan atau mengurangi penyerapan makanan dan kalori, atau keduanya.

Pencegahan

  • Berolahraga secara teratur. Cukup kegiatan fisik yang intensif termasuk berjalan cepat , jogging dan berenang.
  • Diet rendah kalori seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Menghindari lemak dan membatasi gula.
  • Mengenali dan menghindari situasi yang memicu makan di luar kendali dengan membuat  jurnal makan.
  • Memantau berat badan secara teratur, setidaknya sekali seminggu atau dua minggu sekali.

Prognosis

Jika Anda secara disiplin menjalani program perawatan yang disarankan dokter, prognosis sangat baik. Manfaat kesehatan dari penurunan berat badan tergantung pada jumlah berat badan yang hilang. Jika obesitas tidak ditangani, prognosis buruk dengan risiko komorbiditas serius yang cenderung memburuk.