web analytics

Osteoporosis: Tulang Keropos Yang Membahayakan

gambar osteoporosisOsteoporosis berasal dari bahasa Yunani, osteo = tulang dan porosis= penuh dengan lubang. Osteroporosis adalah penyakit tulang keropos yang meningkatkan risiko patah tulang di usia tua.

Diagnosis

Osteoporosis didiagnosis melalui pengukuran kerapatan tulang (Bone Mineral Density). Hasil pengukuran dikenal dengan nama T-score, yaitu jumlah standar variasi di atas atau di bawah rata-rata BMD pria/wanita sehat usia 30 tahun. World Health Organization (WHO) memberikan klasifikasi BMD sebagai berikut:

Definisi WHO mengenai Osteoporosis

Menurut T-Score
Nilai Contoh Kategori BMD
-1 ke atas 1.0
0.5
0
-0.5
-1.0
Normal
-1 s.d. -2.5 -1.5
-2.0
Osteopenia
-2.5 ke bawah -2.5
-3.0
-3.5
-4.0
Osteoporosis

T score di atas -1 adalah normal. Bila Anda memiliki T score antara -1.0 dan -2.5 , maka Anda dikatakan mengidap osteopenia (kerapatan tulang rendah, tetapi belum dianggap rawan). Anda disebut terkena Osteoporosis bila T score Anda -2.5 atau lebih rendah.

Apakah penyebab osteoporosis?

Saat kita beranjak tua, tulang-tulang kita menjadi menipis karena setelah usia 30 tahun tingkat pembuatan sel tulang baru lebih rendah dari tingkat kehilangan/kerusakan sel tulang. Bila hal itu terjadi, tulang akan kehilangan mineral, massa dan struktur sehingga membuatnya lemah dan mudah patah.

Selain penuaan, BMD rendah dapat disebabkan pula olah kelainan gastrointestinal (gastrektomi, radang saluran pencernaan, kelainan kelenjar pankreas, dll), kelainan bawaan (Ehlers-Danlos syndrome, Marfan syndrome, dan homokistinuria), kelainan pola makan (anoreksia nervosa, bulimia nervosa), dan lainnya.

Evaluasi medis yang menyeluruh, termasuk riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, dapat menunjukkan apakah ada penyebab sekunder yang mengakibatkan osteoporosis.

Siapa yang berisiko?

Baik wanita maupun pria sama-sama rentan terkena osteoporosis bila mereka gagal mendapatkan kerapatan tulang maksimal di usia 30 tahun. Peak BMD (BMD saat usia 30 tahun) diketahui memiliki pengaruh terbesar terhadap perkembangan osteoporosis. Kenaikan peak BMD sebesar 10%, misalnya, dapat menangguhkan osteoporosis hingga 13 tahun.

Perempuan lebih berisiko terkena dibandingkan laki-laki. Hal ini disebabkan perempuan memiliki peak BMD lebih rendah dan karena kecepatan kehilangan massa tulang meningkat akibat perubahan hormonal pasca menopause.

Pencegahan dan Perawatan

Osteoporosis dapat dicegah dan dihambat dengan konsumsi makanan yang berkadar kalsium dan vitamin D tinggi, olah raga yang menahan beban tubuh (berjalan, berlari, push-up) atau beban lain (angkat barbel, dll) dan gaya hidup sehat (menghentikan rokok, minuman beralkohol dan berkafein). Merokok dan kafein meningkatkan sekresi kalsium di urin sehingga mempercepat pengeroposan tulang. Alkohol dapat mengganggu fungsi hati/ginjal dalam proses metabolisme kalsium.

Obat-obatan sejenis calcitonin, alendronate dan risedronate dapat menghambat osteoporosis, tetapi harus dikonsumsi dengan resep dokter. Dokter akan memberikannya setelah mempertimbangkan tingkat kesehatan dan risiko Anda terkena patah tulang di masa mendatang.

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:

Kicauan