Musim liburan akhir Ramadhan dan Lebaran bagi kebanyakan orang adalah waktu yang menyenangkan karena dapat berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi ke sanak saudara dan menikmati rekreasi. Namun, bagi sebagian orang, masa liburan justru dapat memicu kesedihan, kesepian dan kecemasan tentang masa depan yang tidak pasti. Masa liburan dapat membawa kesedihan. Banyak alasan penyebabnya, misalnya kehilangan seseorang yang penting di tahun lalu atau kenangan atas peristiwa traumatis. Anda bahkan bisa menarik diri, tidak berpartisipasi dalam kemeriahan lebaran. Sebagian besar dari kita, di beberapa titik dalam hidup kita, pernah merasakan depresi masa liburan. Hal ini terjadi ketika harapan besar atas liburan bertabrakan dengan realitas perselisihan keluarga, masalah pekerjaan atau bisnis, dan kesulitan keuangan, misalnya. Hal ini terutama terjadi pada Anda yang memiliki beban tanggung jawab besar dalam keluarga. Bahkan dalam keadaan tidak depresi sekalipun, liburan dapat menjadi masa penuh stres dan mengecewakan. (Berjuang melewati antrian mudik yang panjang adalah salah satunya!). Depresi adalah perasaan yang benar-benar pribadi. Apa yang membuat depresi berbeda antara satu orang dengan lainnya. Banyak orang yang tidak menyadari kalau dirinya depresi, meskipun tubuh mereka sudah memberi sinyal dengan gejala seperti sakit kepala, selera makan menghilang atau sulit tidur. Bila Anda adalah salah satu orang yang rawan terkena depresi liburan, beberapa tips berikut mungkin bermanfaat: Melakukan perencanaan liburan yang cermat dan mendapatkan dukungan orang-orang yang dicintai dapat membantu seseorang mencegah depresi dan menikmati masa liburan. Pengaturan harapan dan anggaran yang realistis juga dapat membantu mengurangi ketegangan. Lebaran tidak perlu menghabiskan banyak uang di luar kemampuan Anda. Melibatkan diri dalam kegiatan bersama keluarga akan mengurangi tekanan jiwa. Ada banyak kegiatan menjelang lebaran ...
Manfaat Teh Bagi Kesehatan
Teh adalah minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air tawar. Teh diminum oleh milyaran orang di seluruh dunia. Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa teh telah menjadi minuman pendamping manusia selama lebih dari lima ribu tahun! Ada empat jenis teh yang utama: putih, hijau, oolong, dan hitam. Teh yang paling dikenal memiliki manfaat kesehatan adalah teh hijau. Namun, teh jenis lain pun memiliki sejumlah khasiat yang menguntungkan kesehatan. Berikut adalah manfaat teh bagi kesehatan: 1. Anti-kanker Penelitian menunjukkan bahwa teh hijau melindungi kita dari berbagai kanker, termasuk kanker paru-paru, prostat dan payudara. Antioksidan dalam teh hijau yang bernama epigallocatechin gallate (EGCG), menurut tim dari Universitas Kyushu, memperlambat pertumbuhan sel kanker paru-paru manusia secara signifikan. Orang yang minum minimal satu cangkir teh hijau setiap hari berisiko lima kali lebih rendah terserang kanker paru-paru. Studi lain menunjukkan bahwa teh hijau, dikombinasi dengan tamoxifen, efektif menekan pertumbuhan kanker payudara. 2. Meningkatkan metabolisme Uji klinis oleh Universitas Jenewa dan Universitas Birmingham menunjukkan bahwa teh hijau meningkatkan tingkat metabolisme, kecepatan oksidasi lemak, sensitivitas insulin dan toleransi glukosa. Polifenol katekin pada teh hijau bersifat thermogenesis (menghangatkan tubuh), dan karenanya meningkatkan pengeluaran energi. 3. Anti-diabetes Ada bukti epidemiologis bahwa minum teh hijau dan teh hitam dapat membantu mencegah diabetes, meskipun demikian bukti asosiatif ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. 4. Kewaspadaan mental Asam amino L-theanine, yang terdapat pada hampir semua jenis teh, secara aktif mempengaruhi neurotransmitter otak dan meningkatkan aktivitas gelombang alfa. Hasilnya adalah pikiran Anda menjadi lebih tenang, namun lebih waspada. 5. Sistem kekebalan Theanine pada teh dapat membantu respon sistem kekebalan ...
Bekal Obat-Obatan, Tips Bagi Anda yang Akan Bepergian
Lebaran semakin dekat. Sebagian dari Anda mungkin sudah merencanakan untuk mudik atau melakukan perjalanan wisata lebaran. Bila demikian, jangan lupa menyertakan obat-obatan dalam koper Anda. Kita memang tidak mengharapkan untuk sakit saat bepergian, namun siapa tahu apa yang akan terjadi? Lebih baik menyiapkan diri daripada menyesal kemudian. Daftar obat yang perlu dibawa Berikut adalah beberapa obat-obatan yang perlu Anda pertimbangkan untuk dibawa. Apa saja yang perlu dibawa tergantung pada kebutuhan kesehatan Anda, aktivitas yang akan Anda jalani dan seberapa "terpencil" tujuan perjalanan Anda. Antasida untuk mengobati gangguan pencernaan atau maag Antidiare untuk diare non spesifik (misalnya: imodium) Antihistamin untuk alergi dan gigitan/sengatan serangga atau ubur-ubur Bahan untuk pertolongan pertama dalam kasus luka kecil, terkilir, jatuh dan trauma kecil lainnya: plester, perban elastis, kasa steril dan disinfektan Analgesik, anti-inflamasi dan antipiretik untuk sakit kepala, demam atau nyeri otot (misal: parasetamol, aspirin, ibuprofen) Obat flu dan pilek Obat tetes mata Tablet serat atau pencahar untuk sembelit Lotion atau krim anti nyamuk dan serangga lain Obat anti mabuk perjalanan Termometer Gunting atau pisau serbaguna (swiss knife) Obat-obatan resep yang rutin. Bawalah obat resep melebihi waktu bepergian Anda. Jika Anda akan pergi selama tujuh hari, misalnya, bawalah obat untuk 10 sampai 12 hari untuk berjaga-jaga jika terjadi penundaan atau perubahan rencana yang tak terduga. Alternatifnya, Anda bisa membawa kopi resep yang dapat Anda tebus di apotek bila obat resep Anda habis. Tips mengepak obat Gunakanlah kotak atau tas plastik yang kedap air. Bungkus obat-obatan dalam paket-paket kecil secara terpisah Jangan lupa memeriksa tanggal daluwarsa setiap obat. image: source
Efek Stroke Menurut Sumber Gangguannya
Efek stroke tergantung pada bagian otak yang rusak. Otak adalah organ yang sangat kompleks, dan masing-masing bagiannya mengontrol gerakan, indera, atau fungsi kecerdasan yang berbeda. Otak dibagi menjadi empat bagian utama: belahan kanan, belahan kiri, batang otak dan otak kecil. 1. Stoke belahan kanan otak Belahan kanan otak mengontrol gerakan dan fungsi sensoris sisi kiri tubuh. Belahan ini juga mengontrol tugas-tugas analisis dan persepsi, seperti menilai jarak, ukuran, kecepatan, atau posisi dan melihat bagaimana bagian-bagian saling berkaitan dalam satu kesatuan. Mereka yang selamat dari stroke di belahan kanan otak dapat terkena gangguan sebagai berikut: Kumpuhan (hemiplegia) atau kehilangan kekuatan (hemiparesis) di sisi kiri tubuh Mati rasa dan kesemutan di sisi kiri tubuh (hemianestesia) Penurunan kemampuan spasial dan persepsi sehingga salah menilai jarak, tidak dapat mengarahkan tangan untuk mengambil barang, menutup kancing baju atau mengikat tali sepatu. Kehilangan wawasan dan tidak menyadari masalah. Hal ini bisa sangat berbahaya karena mereka bisa saja nekat berjalan tanpa bantuan atau bersikeras mengendarai mobil/motor, padahal memiliki gangguan fungsi gerak, persepsi dan spasial. Kehilangan bidang visi sebelah kiri (hemianopia) sehingga "melupakan" atau "mengabaikan" benda atau orang-orang di sisi kiri. Kehilangan memori jangka pendek. Meskipun mereka mungkin dapat menceritakan peristiwa yang terjadi 30 tahun yang lalu, tetapi ingat siapa yang mereka temui pagi itu. Bicara berlebihan, tidak jelas dan monoton (dysarthria) Kesulitan menelan(disfagia) Kesulitan mengenali wajah dan suara Depresi dan mood swing (berubah-ubah perasaan) Kecenderungan untuk sarkasme dan berperilaku yang dapat memalukan Kehilangan persepsi waktu Kesulitan dengan pemikiran abstrak (misalnya menimbang gagasan dan memecahkan masalah) 2. Stroke belahan kiri otak Belahan otak kiri mengontrol gerakan dan fungsi sensoris sisi kanan tubuh. ...
Stress? Minum Saja Teh Hijau!
Teh hijau mengandung banyak polifenol, antioksidan yang sangat kuat. Teh hijau berkhasiat melancarkan sistem kardiovaskular serta mencegah berbagai kanker dan penyakit Alzheimer. Para pecinta teh hijau memiliki risiko pneumonia 47% lebih rendah dan risiko kanker darah 42% lebih rendah. Teh hijau diminum, stress pun turun Teh hijau memiliki manfaat lain yang menyehatkan: membantu menghindari stres. Sebuah penelitian telah dilakukan melalui survei terhadap sekitar 42.000 orang Jepang berusia 40 tahun ke atas. Setelah mempelajari kuesioner mengenai minuman yang mereka minum dan tingkat stres yang dirasakan (2700 peserta survei adalah penderita stress), para peneliti menemukan bahwa risiko stres turun 20% dari konsumsi harian 5 cangkir teh hijau. Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa semakin banyak meminum teh hijau, semakin berkurang tingkat stress. Temuan lain menunjukkan bahwa peminum teh hijau, dengan konsumsi harian 4 cangkir lebih, memiliki risiko depresi moderat 44% lebih rendah. Temuan ini menguatkan hasil penelitian sebelumnya oleh Unilever, yang menyebut bahwa teh hijau mengandung L-theanine yang memiliki efek relaksasi pada otak. Konsumsi 50 mg L-theanine (setara dengan dua atau tiga cangkir teh) merangsang gelombang alfa otak. Dengan meningkatkan frekuensi gelombang alfa otak, frekuensi gelombang beta yang berhubungan dengan ketegangan mengalami penurunan. Tips meminum teh hijau Biarkan teh hijau sampai larut dalam 10 menit. Teh hijau mengandung sedikit theine (mirip kafein dalam kopi). Bila Anda ingin mengurangi kadarnya, celupkan teh hijau ke dalam sedikit air panas selama satu menit, buang airnya. Celupkan lagi teh hijau tersebut ke air dalam cangkir yang ingin Anda nikmati. Jangan mencampur susu dengan teh hijau. Susu ...
Mengatasi Demam pada Anak
Anak-anak sering mengalami demam. Demam bisa terjadi tiba-tiba, namun juga bisa dengan cepat menghilang. Apa sebenarnya demam dan apa yang sedang terjadi dalam tubuh ketika demam? Kapan Anda harus menghubungi dokter?
Apa itu demam?
Anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya di atas 37º C. Demam bukanlah penyakit, tetapi reaksi pertahanan tubuh terhadap cedera atau infeksi. Tubuh menghasilkan panas lebih banyak dan mencoba mempertahankan suhu tingginya agar metabolisme berlangsung lebih cepat. Suhu tubuh yang tinggi itu juga menghambat perkembangan kuman dan bakteri. Ketika demam, tubuh akan mendinginkan diri dengan melebarkan pembuluh darah sehingga panas dapat keluar melalui kulit (keringat). Hal ini membuat anak menggigil.
Gejala yang menyertai demam
Anak-anak yang demam tubuhnya akan terasa hangat. Gejala lain yang biasanya menyertai demam antara lain:
- menggigil dan gigi gemeretuk (jika demam tinggi)
- nyeri otot dan sendi
- berkeringat (ketika suhu menurun)
- denyut jantung meningkat
- mengantuk dan lemah
- nafsu makan berkurang
Pengobatan demam
Bila anak Anda kelihatan kuat dan tidak mengalami kejang, demam mungkin tidak memerlukan pengobatan. Jika anak Anda tidak sehat, Anda dapat memberikan sirup atau tablet penurun panas. Beberapa saran untuk perawatan:
- Usahakan anak minum secara teratur untuk mencegah dehidrasi.
- Biarkan anak banyak beristirahat dan tidur untuk memulihkan diri.
- Kenakan baju tipis pada anak agar panasnya keluar.
Pencatatan suhu
Untuk memantau perkembangan demam anak Anda, Anda harus mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. Sebaiknya tidak menggunakan termometer berbasis merkuri (air raksa). Merkuri adalah zat yang sangat beracun jika terkena kulit, terhirup atau tertelan. Termometer dapat rusak dan mengeluarkan air raksa bila, misalnya, digigit anak yang sedang menggigil. Termometer digital yang lebih aman, cepat dan akurat kini banyak tersedia di pasaran.
Ada beberapa tempat pada tubuh anak yang cocok untuk pengukuran suhu:
- Rektum (anus). Perubahan suhu di dubur seringkali di belakang suhu tubuh pusat (suhu organ di dalam tubuh) sehingga ada risiko bahwa perubahan suhu yang besar terlambat terdeteksi.
- Mulut. Suhu di mulut biasanya cukup mewakili suhu tubuh.
- Ketiak. Anak kecil seringkali sulit mempertahankan posisi termometer di ketiak sehingga pengukurannya bisa tidak akurat.
- Telinga. Bagian dalam telinga mudah diakses untuk mengukur suhu dengan menggunakan termometer non-kontak. Suhu yang diukur di telinga memberikan indikasi yang dapat diandalkan.
Kapan harus membawa anak ke dokter?
Periksakan anak ke dokter bila:
- Anak Anda berusia kurang dari tiga bulan
- Demam berlangsung lebih dari tiga hari
- Suhu anak meningkat sampai 40º C
- Anak menunjukkan gejala seperti: ruam kulit, sesak nafas, kejang-kejang, kram, diare, muntah, dll.
Dokter akan memberikan saran yang tepat sesuai dengan kondisi anak Anda.
image: source
Facebook
Twitter
Google Buzz
Yahoo! Buzz
