web analytics

Pemeriksaan Diagnostik dengan Computed Tomography (CT)

CT scanComputed tomography (CT) atau tomografi komputer adalah metode diagnostik yang menggunakan sinar X khusus untuk menghasilkan gambar-gambar penampang tubuh. Pemindaian dengan CT (CT scan) seperti mengiris-iris bagian tubuh dalam beberapa milimeter tebalnya dan memetakannya dengan bantuan komputer untuk dievaluasi sesuai kebutuhan.

CT scanner pertama dikembangkan pada tahun 1960 oleh G.Hounsfield dan A. Cormack, yang mengantarkan mereka pada hadiah Nobel di bidang kedokteran pada tahun 1979. Sejak saat itu, teknologinya terus ditingkatkan. Pada tahun 1998, teknik multi-detektor yang memungkinkan gambar penampang tiga dimensi mulai dikenalkan. CT scanner generasi terbaru dapat mengambil gambar secara cepat dengan hasil sangat rinci.

Bagaimana pemindaian dilakukan?

Ketika menjalani CT scan, Anda akan berbaring– biasanya terlentang– di atas sebuah ranjang pemeriksaan yang didorong perlahan-lahan ke sebuah tabung yang akan mengirimkan berkas-berkas sinar X melalui tubuh Anda. Bila rontgen biasa memiliki berkas sinar X tunggal yang lebar, pada CT scan berkasnya banyak, sangat tipis, dan disorotkan dari serangkaian sudut. Di sisi berlawanan dari tabung, ada sistem perekaman (detektor) yang mencatat pelemahan berkas sinar X setelah melalui berbagai struktur yang berbeda dalam tubuh Anda. Pelemahan terkuat adalah ketika melalui tulang, sedangkan yang terlemah adalah ketika melalui udara seperti pada paru-paru, usus dan sinus paranasal. Perbedaan nilai intensitas tersebut akan membentuk gambar penampang bergradasi abu-abu untuk bagian tubuh yang dipelajari.

Pengolahan gambar-gambar penampang dari serangkaian sudut yang berbeda oleh komputer akan menghasilkan gambar tiga dimensi yang memberikan gambaran lengkap mengenai bagian tubuh yang dipelajari. Gambar itu dapat diputar dari berbagai sudut dan diperbesar agar lebih mudah dilihat dan ditafsirkan. Hasil pemindaian akan dievaluasi oleh ahli radiologi, yang kemudian membuat laporan untuk dokter yang merujuk.

Persiapan CT scan

Pada umumnya CT scan tidak memerlukan persiapan khusus. Untuk pemeriksaan pada organ pencernaan, Anda mungkin diminta untuk berpuasa sebelum pemindaian atau perlu meminum obat pencahar untuk membersihkan usus. Untuk memperjelas perbedaan antara jaringan yang sehat dan sakit, Anda mungkin diminta mengambil agen kontras berbasis yodium (iodine) melalui minum, kateter intravena atau anus. Misalnya, pada pemeriksaan usus dan rektum, agen kontras diminum atau disisipkan dari anus; pada pemeriksaan pembuluh darah, agen kontras dialirkan melalui kateter ke pembuluh darah; pada masalah sendi, agen kontras disuntikan langsung ke dalam sendi yang diperiksa.

Kegunaan CT scan

Seperti halnya rontgen konvensional, CT scan bisa digunakan pada hampir semua bagian tubuh dan organ, dari mulai otak, tulang, saluran pencernaan sampai pembuluh darah. Beberapa contoh penggunaan CT scan:

  • Kepala: perdarahan, stroke, hematoma, tumor otak
  • Tulang: fraktur yang rumit, herniasi diskus, tumor
  • Paru: kanker paru-paru, pneumonia
  • Hati: hepatitis, kista hati, kanker hati, sirosis hepatis
  • Kelenjar getah bening: deteksi metastasis, perubahan respon imun
  • Perut: abses usus pada penyakit Crohn, tumor kolon dan rektum, penyebaran tumor esofagus
  • Pembuluh darah: perdarahan akut oleh kecelakaan atau aneurisma

CT scan juga dapat membantu pengangkatan jaringan tumor atau pengambilan sampel tumor (CT assisted biopsy).  Perbandingan hasil CT scan dari waktu ke waktu dapat memberi informasi mengenai respon terhadap pengobatan, pemulihan pasca pembedahan atau apakah terjadi kekambuhan.

Penggunaan CT yang paling canggih adalah teknik yang disebut endoskopi virtual (virtual endoscopy)  di mana dokter dapat melihat permukaan organ dalam seperti paru-paru atau usus tanpa harus memasukkan endoskop ke dalam tubuh.

Efek samping

Computed tomography menggunakan sinar X dengan intensitas radiasi puluhan sampai ratusan kali lebih kuat daripada rontgen biasa. Sebagaimana diketahui, paparan radiasi meningkatkan risiko terkena kanker. Namun sejauh ini radiasi CT dianggap masih dalam batas aman.

Pemakaian agen kontras tidak memberikan efek berbahaya pada kebanyakan orang. Pada sebagian kecil orang yang memiliki intoleransi atau alergi terhadap bahan agen kontras, gejala seperti mual atau ruam kulit mungkin terjadi. Namun pada umumnya gejala tersebut akan segera menghilang dengan atau tanpa pengobatan.

image source: de.wikipedia.org

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:
    BioGlukol - 40 harga produk
    40ribu
    BioGlukol