web analytics

Penyebab dan Penanganan Diare

Diare bukanlah suatu penyakit, tetapi gejala. Anda biasanya disebut memiliki diare bila Anda buang air besar lebih sering (lebih dari tiga kali sehari), mengeluarkan tinja yang encer dan/atau volumenya meningkat (lebih dari 250 gram per hari pada orang dewasa).
'Water Closet' photo (c) 2009, Pat Castaldo - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/
Diare secara umum dibedakan menjadi akut dan kronis (atau persisten) berdasarkan durasinya. Diare akut dimulai dengan cepat dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari. Sebagian besar diare adalah jenis ini dan umumnya tidak berbahaya. Satu dari tiga orang dewasa sehat mengalami diare setidaknya sekali dalam setahun.  Diare kronis atau persisten berlangsung lebih dari 14 hari. Diare berkepanjangan ini biasanya memiliki penyebab dan menimbulkan masalah yang berbeda  sehingga  penanganannya berbeda dengan diare akut.

Penyebab

Berbagai penyakit dapat mengganggu fungsi usus kecil atau usus besar sehingga menyebabkan diare. Pada prinsipnya ada dua mekanisme dasar yang berperan dalam pengembangan diare yaitu peningkatan mobilitas usus yang mempercepat transit makanan atau cairan berlebihan di dalam usus.

Penyebab paling umum dari diare akut adalah:

  • Keracunan makanan. Bakteri seperti  clostridium botulinum, e.coli dan salmonella gastro pada makanan yang terkontaminasi dapat mengeluarkan racun yang menyerang saluran pencernaan. Beberapa jam setelah masuk, racun mereka akan terasa efeknya.
  • Obat-obatan: beberapa orang mengalami diare setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama jenis antibiotik , yang dapat menyerang dan merusak flora usus.
  • Intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa pada orang yang kekurangan enzim laktase yang membantu pencernaan produk susu. Bahan-bahan susu yang tidak tercerna dapat menyebabkan diare akut.

Penyebab utama diare kronis termasuk:

  • Irritable bowel syndrome: sebuah iritasi pada usus yang berbahaya
  • Inflamasi usus kronis (ulcerative colitis, penyakit Crohn )
  • Infeksi usus kronis oleh parasit seperti Amoeba, Giardia, Clostridium difficile
  • Penyalahgunaan obat pencahar
  • Dalam kasus yang jarang, gangguan metabolik seperti tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), tumor ganas seperti kanker pankreas  atau operasi usus dapat menyebabkan diare.

Diagnosis

Pada pasien diare akut, dokter biasanya cukup  mempelajari riwayat medis  dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosis. Namun, bila diare berlangsung lama atau disertai demam, dokter mungkin perlu mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan tinja dan pemeriksaan darah.

Untuk mengetahui penyebab diare kronis, pemeriksaan lanjutan diperlukan guna mengetahui penyakit yang mendasari. Misalnya, dengan melakukan kolonoskopi, pemeriksaan sinar-x kontras (barium), USG abdomen, dll.

Penanganan

Perawatan  yang terpenting untuk diare adalah memastikan kecukupan asupan cairan dan garam (elektrolit). Untuk gejala ringan sampai sedang, Anda bisa menggunakan obat-obatan ringan yang dapat mengurangi diare.

Pada kasus yang parah dan pada anak-anak, wanita hamil, dan orang tua yang bisa berbahaya bila kehilangan banyak cairan, pemberian infus mungkin diperlukan.  Bila penyebabnya adalah keracunan makanan, dokter mungkin perlu memberikan obat-obatan untuk membunuh patogen yang berada di usus dan mencegah kerusakan mukosa lebih lanjut. Obat antispasmodik dapat membantu mengurangi nyeri kolik abdomen.

Diare kronis harus diatasi dengan mengobati penyakit yang mendasarinya. Diare berkepanjangan dengan dehidrasi berat dapat menyebabkan perdarahan usus dengan konsekuensi gagal ginjal. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki diare kronis.

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. Masukkan alamat e-mailmu:
    Mimba - 27 harga produk
    27ribu
    Mimba