Kontrasepsi

Pil Kontrasepsi Darurat


  Diposting tgl: 13 Maret 2012

Nama lain: Pil pagi hari (morning after pill), kondar (kontrasepsi darurat), plan-B.

Pil kontrasepsi darurat (PKD), seperti namanya, adalah sebuah metode kontrasepsi darurat yang digunakan setelah hubungan seksual  tanpa kondom atau kegagalan metode pencegah kehamilan lain.

Metode Kerja

PKD bekerja dengan:
  • Mengganggu perkembangan telur.
  • Mencegah atau menunda ovulasi.
  • Menghambat fertilisasi.

Cara Pemakaian

Meminum tablet pil oral setelah hubungan seks tanpa pelindung. PKD dapat digunakan hingga 72 jam atau tiga hari setelah hubungan seks, namun paling efektif dalam 12 jam pertama.

Efektivitas

Peluang  TIDAK mendapatkan kehamilan adalah:  74% - 89%.

Kelebihan

PKD adalah satu-satunya metode kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan:
  • Setelah hubungan seks tanpa kondom.
  • Setelah kondom laki-laki tergelincir, pecah, atau bocor.
  • Setelah diafragma wanita atau kap serviks salah penempatan, diambil terlalu dini, atau ditemukan robek.
  • Setelah seorang wanita kelupaan meminum satu atau lebih pil kontrasepsi oral.
  • Setelah kondom wanita salah penempatan atau diambil secara tidak benar.
PKD juga tersedia luas di apotek dan toko obat.

Kekurangan

  • Tidak efektif jika sudah terlanjur hamil.
  • Bingkai waktu yang terbatas (PKD harus digunakan dalam waktu 72 jam atau tiga hari setelah hubungan seks tanpa kondom).
  • Masih ada kemungkinan kehamilan. Jika siklus menstruasi tidak dimulai dalam 7 hari, waspadai kehamilan dan hubungi dokter keluarga berencana Anda.
  • Tidak memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual.

Efek Samping

  • Menyebabkan mual (terjadi pada 23% - 50% wanita yang menggunakan metode ini.
  • Menyebabkan muntah (terjadi pada 5- 25% wanita yang menggunakan metode ini).
  • Meningkatkan kemungkinan kehamilan ektopik (tuba).
  • Mengubah jumlah, durasi, dan waktu siklus menstruasi berikutnya pada sekitar 10%- 15% wanita.