Risiko Stroke Meningkat pada Mereka yang Memiliki Gangguan Kognitif

gangguan-kognitifSetelah stroke, gangguan kognitif (cognitive impairment) adalah hal yang biasa. Rupanya, kondisi sebaliknya juga terjadi. Mereka yang memiliki gangguan kognitif berisiko lebih tinggi untuk terkena stroke di masa depan, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam CMAJ (Canadian Medical Association Journal).

Para peneliti di Amerika Serikat, Taiwan dan Korea Selatan, menganalisis data dari 18 studi yang melibatkan 121.879 orang. Sebagian besar peserta penelitian berada di Amerika Utara atau Eropa. Daya kognitif para peserta seperti mengingat, berkonsentrasi dan memahami bahasa diuji dan dicatat di awal penelitian. Selama periode observasi, para peneliti mencatat berapa banyak stroke yang terjadi di antara mereka. Diketahui ada 7.799 peserta yang mengalami stroke selama masa observasi.

“Kami menemukan bahwa risiko stroke di masa depan 39% lebih tinggi di antara pasien dengan gangguan kognitif di awal penelitian dibandingkan dengan mereka yang memiliki fungsi kognitif normal di awal penelitian,” tulis para peneliti. “Risiko ini meningkat menjadi 64% ketika definisi yang luas mengenai gangguan kognitif digunakan.” Hubungan ini konsisten di seluruh subkelompok populasi yang beragam dan independen terhadap faktor-faktor risiko stroke yang lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau obesitas.

Para peneliti menduga gangguan kognitif pada pasien mungkin terkait dengan infark serebral (penyumbatan pembuluh darah di otak), aterosklerosis, peradangan dan kondisi pembuluh darah lainnya yang meningkatkan risiko stroke.

“Gangguan kognitif harus lebih luas dikenali sebagai potensi manifestasi klinis awal infark serebral, sehingga manajemen tepat waktu dapat dilakukan untuk mencegah stroke di masa depan dan mencegah peningkatan keparahan dari gangguan kognitif tersebut,” para peneliti menyimpulkan.

Selain penyakit jantung koroner dan kanker, stroke adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Mengingat jumlah penduduk lanjut usia akan terus meningkat di seluruh dunia, prevalensi gangguan kognitif dan stroke diperkirakan akan melambung dalam beberapa dekade mendatang. Memahami cara untuk mencegah kedua kondisi ini menjadi kunci untuk memelihara kesehatan penduduk lanjut usia dan masyarakat pada umumnya.

————–
Sumber: Meng Lee, Jeffrey L. Saver, Keun-Sik Hong, Yi-Ling Wu, Hsing-Cheng Liu, Neal M. Rao, and Bruce Ovbiagele. “Cognitive impairment and risk of future stroke: a systematic review and meta-analysis”. CMAJ, August 2014 DOI: 10.1503/cmaj.140147

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!