Sarapan Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Scrambled Eggs Gaia Breakfast December 27, 2009 4Bagi Anda penderita diabetes, sebaiknya memperbanyak telur, keju, pepes tahu, pepes tempe, susu kedelai, atau sumber protein lainnya untuk sarapan pagi. Makanan berprotein di pagi hari membuat gula darah Anda stabil sepanjang hari. Kurangilah porsi nasi, roti, sereal dan sumber karbohidrat lain dalam sarapan pagi Anda.

Setelah mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat, kadar gula darah akan naik bahkan pada orang yang sehat. Bagi penderita diabetes, kenaikan itu bisa mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Sarapan pagi yang kaya protein membantu mencegah hal tersebut. Terlebih lagi, manfaat sarapan pagi yang kaya protein ternyata juga berlanjut hingga setelah makan siang. Apa pun yang Anda konsumsi di siang hari, kadar gula darah akan cenderung lebih rendah apabila Anda bersarapan dengan makanan kaya protein.

Respon tubuh tidak selalu sama

“Orang sering mengira bahwa tubuh selalu merespon karbohidrat dengan cara yang sama, tapi sebenarnya tidak demikian,” kata pemimpin penelitian Prof. Jill Kanaley dari University of Missouri-Columbia. “Sebagai contoh, kita telah mengetahui cukup lama bahwa kadar gula darah setelah makan siang sangat tinggi pada orang yang melewatkan sarapan. Mereka yang bersarapan di pagi hari akan memiliki glukosa darah yang relatif lebih rendah setelah makan siang.”

Tim ahli gizi yang dipimpinnya telah mempelajari bagaimana komposisi sarapan berpengaruh terhadap kurva glukosa darah pada siang hari. Untuk tujuan tersebut mereka memberikan sarapan yang kaya protein (35 persen protein/ 45 persen karbohidrat) atau kaya karbohidrat (15 persen protein/65 persen karbohidrat) kepada 12 penderita diabetes tipe 2 selama tujuh hari. Pada hari ketujuh mereka mengukur kadar gula darah, insulin dan berbagai hormon lain yang relevan. Pengukuran dilakukan dua kali sehari yaitu setelah sarapan dan setelah makan siang yang kaya karbohidrat.

Kurva gula setelah makan siang

Sarapan kaya protein membuat kurva gula darah setelah makan siang naik dengan kecepatan jauh lebih lambat. “Hal itu menunjukkan bahwa tubuh lebih baik dalam mengatur kadar gula darah,” jelas peneliti.┬áMakan pagi memicu sel-sel untuk meningkatkan konsentrasi insulin pada saat makan siang, yang menunjukkan bahwa tubuh bertindak tepat dalam mengatur kadar gula darah.

Berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa makanan kaya protein memang secara umum menstabilkan metabolisme gula. Mereka menunjukkan bahwa konsumsi lebih banyak protein menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun demikian, Anda tidak perlu mengonsumsi protein dalam jumlah yang berlebihan. Sekitar 25 sampai 30 gram protein sudah cukup untuk sarapan Anda.

Penderita diabetes juga perlu memahami bahwa makanan yang berbeda menghasilkan dampak yang berbeda dan untuk benar-benar mengetahui dampak setiap makanan mereka harus konsisten dalam memantau gula darah. Kadar gula darah setelah makan juga dapat berubah tergantung pada berapa banyak aktivitas fisik yang telah dilakukan hari itu atau berapa lama jeda di antara waktu makan.

———————-
Sumber:”A High-Protein Breakfast Induces Greater insulin and glucose-dependent insulinotropic peptide Responses to a Subsequent Lunch Meal in individuals with Type 2 diabetes”, Journal of Nutrition, 2014; 145 (3): 452 DOI: 10.3945/jn.114.202549

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!