Semakin Kurus, Semakin Besar Risiko Fraktur Osteoporosis

'An overview of 50 years ago' photo (c) 2010, andrea floris - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/Banyak wanita menderita osteoporosis selama dan setelah menopause. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya patah tulang. Studi terbaru mengungkapkan bahwa ternyata ada pengaruh berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) terhadap risiko patah tulang (fraktur) osteoporosis.

Tim peneliti internasional membandingkan data lebih dari 50.000 wanita di atas usia 50 tahun dari sepuluh negara. Mereka berpartisipasi dalam studi yang dinamakan “Global Longitudinal Study of Osteoporosis in Women” (GLOW). Selama tiga tahun, setiap tahun mereka mengisi kuesioner dan memberikan informasi tentang patah tulang saat itu atau sebelumnya. Tujuh persen dari peserta penelitian pernah mengalami patah tulang. Para ilmuwan membandingkan data yang dikumpulkan dengan informasi yang sebelumnya telah dikumpulkan mengenai BMI, ukuran tubuh dan berat badan para wanita.

Hasil mengejutkan adalah semakin rendah BMI wanita, semakin besar risiko patah pada tulang belakang, anggota badan dan pergelangan tangan. Hal ini karena perempuan yang kurus kehilangan peredam yang mengurangi dampak benturan pada tulang.

Namun, para wanita yang gemuk pun tidak boleh menganggap diri mereka kebal terhadap risiko patah tulang. Meskipun wanita dengan BMI di atas 30 lebih sedikit menderita fraktur osteoporosis dibandingkan mereka yang memiliki BMI  18,5- 30, namun risiko mereka untuk patah tulang di pergelangan dan tungkai kaki lebih besar. Selain itu, perempuan gemuk lebih lama tinggal dalam perawatan di rumah sakit dan lebih banyak menderita penyakit yang terkait dengan kelebihan berat badan seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Oleh karena itu, untuk mencegah patah tulang, penting untuk menjaga BMI dalam batas-batas normal.

——————
Sumber: Compston JE, et al, Relationship of weight, height, and body mass index at different sites with fracture risk in postmenopausal women: The global longitudinal study of osteoporosis in women (GLOW).

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!