Penyakit Menular Seksual

Sifilis


  Diposting tgl: 2 April 2012

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, yang dapat memasuki tubuh melalui vagina, anus, uretra, penis, bibir dan mulut.

Nama Lain : Raja singa..

Gejala

Seringkali, sifilis tidak memiliki gejala atau hanya memiliki gejala ringan sehingga penderita tidak menyadarinya. Sifilis berkembang melalui tahapan tahapan dengan gejala yang bervariasi pada setiap tahapan. Antar tahapan dipisahkan oleh tahap laten, yaitu periode tanpa gejala.
  • Tahap Primer - ditandai oleh sebuah luka bundar terbuka tanpa rasa sakit, yang disebut chancre (cangker). Cangker biasanya muncul di tempat masuknya kuman sekitar tiga minggu setelah infeksi, tetapi mungkin  juga menunggu hingga tiga bulan. Tanpa pengobatan, cangker dapat bertahan 3-6 minggu sebelum menghilang sendiri.
  • Tahap Sekunder - gejala lain muncul 3-6 minggu setelah cangker muncul,  berupa ruam tubuh yang berlangsung 2-6 minggu, biasanya pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain termasuk demam ringan, kelelahan, sakit tenggorokan, rambut rontok, berat badan turun, pembengkakan kelenjar, sakit kepala, dan nyeri otot.
  • Tahap Akhir - satu dari tiga orang yang memiliki sifilis yang tidak diobati menderita kerusakan serius pada sistem saraf, jantung, otak, atau organ lain, dan kematian dapat terjadi. Hal ini terjadi 1-20 tahun setelah dimulainya infeksi.

Diagnosis

Beberapa dokter dapat mendiagnosis sifilis dengan memeriksa sampel material dari cangker menggunakan mikroskop khusus yang disebut mikroskop medan gelap. Jika ada bakteri sifilis, mereka akan terlihat melalui mikroskop. Tes darah adalah cara lain untuk menentukan apakah seseorang memiliki sifilis. Tak lama setelah infeksi terjadi, tubuh memproduksi antibodi sifilis yang terdeteksi dengan tes darah.

Cara Penularan

Sifilis ditularkan melalui kontak langsung dengan luka sifilis. Luka terjadi terutama pada penis, vagina, anus, atau dubur. Luka juga dapat terjadi di bibir dan di dalam mulut. Cairan yang merembes dari luka sifilis sangat menular. Penularan terjadi selama hubungan seks vaginal, anal, atau oral. Sifilis tidak dapat menyebar melalui kontak dengan kursi toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak mandi, pakaian bersama, atau peralatan makan. Sifilis sangat menular pada tahap awal. Pada tahap laten, sifilis biasanya tidak menular.

Pengobatan

Pada tahap awal, sifilis mudah diobati dengan antibiotik. Pasangan Anda  juga dapat diobati pada saat yang sama. Namun, meskipun antibiotik telah membunuh semua bakteri, kerusakan yang  telah ditimbulkannya tidak bisa dipulihkan.

Prognosis

Pernah memiliki sifilis tidak mencegah Anda untuk mendapatkannya lagi. Setelah pengobatan berhasil, Anda masih rentan terhadap infeksi ulang.

Pencegahan

Untuk mencegah sifilis, Anda harus menghindari berhubungan seks dengan mereka yang memilikinya.  Jika Anda memilih untuk tetap melakukan hubungan, gunakan kondom.

Efek Kehamilan

Bakteri sifilis dapat menular dari ibu ke bayinya selama kehamilan. Bayi tersebut berisiko meninggal di dalam kandungan, meninggal segera setelah lahir atau memiliki cacat lahir pada jantung, otak, dan tulang, serta kebutaan. Bayi yang terinfeksi dapat lahir tanpa tanda atau gejala. Namun, jika tidak segera diobati, bayi bisa mengalami masalah serius dalam beberapa minggu. Dia dapat mengalami tahap perkembangan yang tertunda, kejang-kejang, atau mati. Penularan ibu-ke-bayi bisa terjadi baik ketika sifilis dalam tahap aktif atau tahap laten, yang bisa bertahun-tahun setelah tahap awal infeksi. Oleh karena itu, setiap ibu hamil dengan riwayat sifilis harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh.