Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK)

89567_1Sindrom ovarium polikistik (SOPK) atau polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang umum di kalangan wanita usia reproduksi. Nama kondisi ini berasal dari penampilan ovarium yang biasanya membesar dan mengandung banyak kista (kantung berisi air) kecil-kecil di ovarium.

Dalam setiap siklus menstruasi, beberapa folikel tumbuh di ovarium. Salah satunya akan matang lebih cepat dari yang lain dan melepaskan sel telur ke dalam tuba falopi untuk pembuahan di uterus (rahim). Hal ini dikenal sebagai ovulasi. Pada wanita dengan SOPK, ovarium tidak membuat semua hormon yang dibutuhkan agar sebuah telur matang sepenuhnya. Folikel mungkin tumbuh dan mengumpulkan cairan tapi tidak terjadi ovulasi. Sebaliknya, beberapa folikel tetap bertahan sebagai kista. Karena tidak terjadi ovulasi, hormon progesteron tidak dibuat sehingga siklus menstruasi wanita tidak teratur atau tidak ada.Selain itu, ovarium membuat hormon laki-laki (androgen) yang juga mencegah ovulasi.

Ada pedoman bersama yang dikeluarkan di Rotterdam yang menyebut bahwa SOPK pada intinya adalah “gangguan kelebihan androgen (hiperandrogenisme), meskipun sebagain kecil pakar berpendapat ada kemungkinan bentuk-bentuk SOPK yang tidak disertai oleh hiperandrogenisme”.

Gejala apa yang dapat Anda alami?

Dalam SOPK paling ekstrim, Anda akan cenderung kelebihan berat badan, tidak mengeluarkan atau sangat sedikit mengeluarkan darah menstruasi, rentan berjerawat, tumbuh rambut tubuh (hirsuitisme) pada wajah, dada dan kaki, dan rentan terhadap perubahan suasana hati. Bersama dengan itu juga timbul masalah kesuburan dan keguguran berulang.

Insiden gejala SOPK

Gangguan ovulasi dan menstruasi 75%
Tidak menstruasi 20%
Kelebihan Androgen 60-80%
Ovarium Polikistik 75%

Wanita dengan SOPK tujuh kali lebih mungkin untuk terkena diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Wanita hamil dengan SOPK memiliki risiko lebih tinggi untuk komplikasi kehamilan seperti keguguran, diabetes gestasional, hipertensi gestasional, pre-eklampsia, makrosomia, bayi kecil untuk usia kehamilan, kelahiran prematur, dan lahir mati.

Apa penyebabnya?

Penyebab pasti SOPK tidak diketahui, tapi kebanyakan ahli menduga ada pengaruh genetik. Wanita dengan SOPK kemungkinan memiliki ibu atau saudara perempuan yang juga memiliki SOPK.

Masalah utama dari SOPK adalah ketidakseimbangan hormon. Pada wanita dengan SOPK, ovarium membuat lebih banyak androgen dari biasanya. Androgen adalah hormon laki-laki seperti testosteron dll yang juga dimiliki wanita dengan kadar lebih sedikit. Tingginya kadar hormon ini memengaruhi perkembangan dan pelepasan sel telur selama ovulasi.

Para peneliti juga menduga SOPK berhubungan dengan insulin. Banyak wanita dengan SOPK memiliki terlalu banyak insulin dalam tubuh mereka. Kelebihan insulin tampaknya meningkatkan produksi androgen.

Bagaimana menanganinya?

Pengobatan SOPK umumnya berfokus pada pengelolaan dampaknya seperti obesitas, infertilitas, hirsutisme atau jerawat. Wanita penderita SOPK lebih dini mengembangkan pola laki-laki dari penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik. Kondisi ini harus segera diatasi dengan menekan faktor-faktor risiko seperti hipertensi dan kelebihan kolesterol (hiperkolesterolemia).

Dokter Anda juga mungkin meresepkan obat untuk:

  • Mengatur siklus menstruasi Anda. Untuk mengatur siklus menstruasi Anda, dokter dapat merekomendasikan pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin. Pil KB ini menurunkan produksi androgen dan mengurangi efek estrogen, menurunkan risiko kanker endometrium dan memperbaiki menstruasi abnormal. Sebagai alternatif dari pil KB, Anda mungkin dapat memakai koyo KB atau cincin vagina yang mengandung kombinasi estrogen dan progestin.
  • Mengontrol diabetes tipe 2. Bila SOPK terkait dengan gangguan insulin, obat diabetes seperti metformin dapat membantu ovulasi dan menyebabkan siklus menstruasi kembali teratur. Metformin memperbaiki sensitivitas insulin, merangsang siklus ovulasi, dan menyebabkan penurunan berat badan (meskipun manfaat ini tidak disebutkan dalam label).
  • Membantu Anda berovulasi. Jika Anda ingin hamil, Anda mungkin perlu obat-obatan baik oral maupun injeksi yang membantu Anda berovulasi. Dalam sebuab penelitian, penggunaan clomiphene, metformin, atau keduanya untuk merangsang ovulasi masing-masing menghasilkan  22%, 7%, or 28% kelahiran hidup. Penggunaan clomiphene menaikan risiko bayi kembar.
  • Mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebihan. Pil KB dapat mengurangi produksi androgen.Krim kulit juga dapat bermanfaat untuk memperlambat pertumbuhan rambut wajah pada wanita.

Untuk membantu mengimbangi efek dari SOPK, selain mengontrol berat badan dengan diet, tingkatkan aktivitas fisik harian Anda. Olahraga juga menyehatkan tubuh secara umum dan mencegah risiko berbagai penyakit.

————————————
Sumber:

  • Task Force on the Phenotype of the Polycystic Ovary Syndrome of The Androgen Excess Society. Criteria for defining polycystic ovary syndrome as a predominantly hyperandrogenic syndrome: an Androgen Excess Society guideline. J Clin Endocrin Metab 2006; 91(11), 4237–4245, doi:10.1210/jc.2006–0178.
  • Setji T. L., Brown A. J. Polycystic ovary syndrome: diagnosis and treatment. Am J Med 2007; 120(2), 128–132
Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!