web analytics

Kontrasepsi

Spiral


  Diposting tgl: 13 Maret 2012

Nama lain: AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim), IUD (intra-uterine device), IUS (intra-uterine) system.

Spiral adalah perangkat plastik kecil berbentuk T yang ditempatkan ke dalam rahim wanita untuk pengendalian kelahiran. Sebuah ikatan plastik ditautkan di ujung spiral yang menggantung melalui leher rahim ke dalam vagina. Ada dua jenis spiral: hormon dan tembaga.

  • Spiral tembaga (copper IUD). Kawat tembaga dililitkan di sekitar batang spiral bentuk T. Spiral tembaga bisa bertahan selama 10 tahun dan merupakan bentuk kontrasepsi yang sangat efektif.
  • Spiral hormon yang melepaskan hormon progestin dan sedikit lebih efektif untuk mencegah kehamilan dibandingkan spiral tembaga, selama 5 tahun. Meskipun jauh lebih populer dibandingkan spiral tembaga di Amerika Serikat, spiral hormon (yang dipasarkan dengan merek “Mirena”) tidak populer di Indonesia. Beberapa literatur menyebut spiral hormon sebagai IUS (intra-uterine system), untuk membedakannya dengan spiral tembaga atau IUD (intra-uterine device).

Metode Kerja

Kedua jenis spiral mencegah pembuahan sel telur dengan merusak atau membunuh sperma. Spiral juga mempengaruhi lapisan rahim (di mana sel telur yang dibuahi akan melekat dan tumbuh).
  • Spiral hormon: mencegah pembuahan dengan merusak atau membunuh sperma dan membuat lendir di leher rahim lebih kental dan lengket, sehingga sperma tidak bisa melaluinya ke rahim. Spiral ini juga membuat dinding rahim (endometrium) tumbuh sangat tebal sehingga tidak mendukung perlekatan dan pertumbuhan telur yang telah dibuahi.  Hormon-hormon dalam spiral ini juga mengurangi perdarahan dan kram menstruasi.
  • Spiral tembaga: tembaga merupakan racun bagi sperma. Spiral jenis ini membuat rahim dan saluran telur menghasilkan cairan yang membunuh sperma. Cairan ini mengandung sel darah putih, ion tembaga, enzim, dan prostaglandin.

Cara Pemakaian

Sebelum memasang spiral, dokter atau bidan akan memastikan bahwa Anda tidak sedang hamil dan tidak memiliki kelainan/penyakit di panggul,  lesi kanker dan penyakit menular seksual.  Perangkat spiral yang tidak lebih besar dari batang korek api ditempatkan ke rahim melalui vagina dan leher rahim dengan perangkat pemasang (IUD Set). Kunjungan tindak lanjut biasanya dijadwalkan 2-3 bulan setelah pemasangan.  Anda tidak perlu mengambil langkah-langkah lanjutan untuk mencegah kehamilan sampai saatnya untuk menggantinya. Berapa lama tergantung pada jenis spiral yang Anda dapatkan.

Sebagai ilustrasi bagaimana spiral tembaga bentuk T dimasukkan oleh dokter ke rahim Anda, silakan lihat video berikut:

Efektivitas

Kemungkinan TIDAK mendapatkan kehamilan adalah: 98% - 99%.
  • Bila menggunakan spiral hormon, sekitar 2 dari 1.000 wanita hamil dalam tahun pertama.
  • Bila menggunakan spiral tembaga, sekitar 6 dari 1.000 wanita hamil dalam tahun pertama.
Kebanyakan kehamilan dengan penggunaan spiral terjadi karena spiral terdorong keluar dari rahim tanpa disadari.  Spiral paling mungkin untuk keluar dalam beberapa bulan pertama penggunaan, pemasangan setelah melahirkan, atau pada wanita yang belum pernah memiliki bayi.

Kelebihan

  • Mudah digunakan, rendah perawatan.
  • Mudah dipasang dan dilepas di klinik atau kantor dokter.
  • Tidak memiliki efek samping sistemik.
  • Tergantung pada jenisnya, dapat dibiarkan di tempat sampai 5 atau 10 tahun.
  • Mengurangi risiko kehamilan ektopik.
  • Tidak mengganggu menyusui.

Kekurangan

  • Harus dipasang dan dilepas di klinik atau praktik dokter.
  • Mungkin ada sedikit kram atau nyeri pada saat penyisipan.
  • Mungkin meningkatkan perdarahan atau kram selama menstruasi.
  • Mungkin mengalami bercak antar menstruasi.
  • Tidak boleh digunakan oleh wanita dengan banyak  pasangan seks karena meningkatkan paparan penyakit menular seksual, yang secara signifikan meningkatkan  risiko penyakit radang panggul.

Efek Samping

Spiral jarang menimbulkan efek samping yang serius bila digunakan dalam hubungan monogami (hanya memiliki satu pasangan seks). Efek samping yang mungkin terjadi termasuk:
  • Penyakit radang panggul pada bulan pertama penggunaan, mungkin karena infeksi bakteri saat pemasangan.
  • Menstruasi yang menyakitkan dan berat, sakit punggung, dan sakit kepala. Spiral jenis tembaga meningkatkan perdarahan menstruasi. Sebaliknya, spiral hormon mengurangi perdarahan menstruasi.
  • Dalam beberapa kasus, spiral dapat menembus rahim dan dalam kasus yang jarang, spiral dapat lepas ke luar rahim di panggul pada tahun pertama pemasangan, bahkan pada beberapa minggu pertama.
  • Untuk ibu hamil akseptor spiral, kemungkinan memiliki kehamilan ektopik (di luar rahim) adalah sekitar 5%. Meskipun demikian, risiko secara keseluruhan dari kehamilan ektopik lebih rendah dibandingkan yang tidak menggunakan metode kontrasepsi karena spiral mencegah kehamilan secara efektif.